Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Saham Jeblok, Bos Danantara Ungkap Soal Isu Ambil Alih BCA Secara Gratis

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:02 WIB
Saham Jeblok, Bos Danantara Ungkap Soal Isu Ambil Alih BCA Secara Gratis
Isu yang santer beredar menyebutkan bahwa Danantara didorong untuk 'mengambil paksa' 51 persen saham PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. Foto Suara.com

Suara.com - Sebuah isu panas yang beredar di publik menimbulkan kegaduhan di pasar modal dan langsung direspons oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani. Isu yang santer beredar menyebutkan bahwa Danantara didorong untuk 'mengambil paksa' 51 persen saham PT Bank Central Asia (BCA) Tbk.

Isu ini seakan mendapat 'bumbu' baru setelah pergerakan saham BCA (BBCA) terpantau jeblok pada perdagangan siang ini. Hingga pukul 13.45 WIB, saham bank milik Grup Djarum ini merosot 0,29 persen ke level Rp 8.475 per lembar.

Menanggapi rumor tersebut, Rosan dengan tegas membantah. Usai menghadiri rapat tertutup bersama Komisi XI DPR di Senayan, Jakarta, ia menepis habis isu tersebut.

“Enggak ada,” jawab Rosan singkat saat ditanya apakah Danantara memiliki rencana untuk mengakuisisi saham mayoritas BCA.

Ketika awak media mencoba meminta konfirmasi lebih lanjut terkait kemungkinan adanya pembicaraan internal soal isu tersebut, Rosan memilih bungkam dan langsung meninggalkan kompleks parlemen.

Untuk diketahui, rumor tersebut dikaitkan dengan skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada krisis moneter 1998. Saat itu, BCA menerima kucuran BLBI sebelum akhirnya sahamnya masuk dalam proses divestasi.

Kini, isu lama tersebut kembali diangkat oleh sebagian pihak, memicu kekhawatiran dan ketidakpastian di pasar. Pergerakan saham BCA yang merosot hari ini menjadi bukti bahwa isu-isu sensitif terkait perbankan dapat dengan cepat mempengaruhi sentimen investor.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Tommy Kurniawan, meminta semua pihak berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan publik. Ia menegaskan, jangan sampai isu yang dilempar justru menciptakan kegaduhan dan merusak iklim investasi di dalam negeri.

“Iklim investasi sedang bagus di tengah situasi global yang serba tidak pasti. Karena itu, kita wajib menjaganya dan jangan sampai ada pernyataan yang menimbulkan kegaduhan, terutama terkait sektor perbankan nasional,” ujar Tommy dalam keterangannya.

baca juga

Tommy juga menilai, para pengamat atau pihak lain tidak seharusnya sembarangan mengaitkan isu lama seperti BLBI dengan BCA. “Pernyataan agar pemerintah mengambil alih saham mayoritas BCA perlu dipertanyakan maksud dan tujuannya. Itu justru bisa mengganggu stabilitas keuangan dan iklim investasi kita,” pungkasnya.

Sebelumnya wacana agar pemerintah mengambil alih paksa saham BBCA digaungkan oleh Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN), Sasmito Hadinegoro. Ide itu kemudian disambut oleh Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Teknologi DPP PKB Ahmad Iman Syukri.

Wacana pengambilalihan saham BCA oleh negara ini berkaitan dengan masa lalu Bantuan Likuiditas Bank Indonesia pada saat krisis 1998. Peristiwa itu bergulir hingga adanya pelepasan 51 persen saham oleh pemerintah yang saat itu dipimpin Megawati Soekarnoputri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Diisukan Bakal Akuisisi, Saham BCA Jeblok

Danantara Diisukan Bakal Akuisisi, Saham BCA Jeblok

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:01 WIB

Mengenal Andi Rio Idris, Komisaris Utama Baru PT Semen Tonasa yang Sempat Gagal Jadi Bupati

Mengenal Andi Rio Idris, Komisaris Utama Baru PT Semen Tonasa yang Sempat Gagal Jadi Bupati

Lifestyle | Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:00 WIB

Tantiem Komisaris BUMN Ditiadakan, Kebijakan Baru BPI Danantara

Tantiem Komisaris BUMN Ditiadakan, Kebijakan Baru BPI Danantara

Video | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:05 WIB

Terkini

Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan

Sidang Korupsi INALUM Bongkar Risiko Penjualan Alloy: Piutang Rp140 Miliar Diduga Akibat Penipuan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:58 WIB

Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik

Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:45 WIB

Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata

Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:02 WIB

BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

BACH dan EMMI Resmi Jadi Emiten BEI, Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:44 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:41 WIB

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:57 WIB

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:33 WIB

×