Sidak Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:27 WIB
Sidak Penyaluran Beras SPHP di Serang, Mendagri Apresiasi Langkah Bulog
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan ke Pasar Rau, Kota Serang, Banten. (Dok: Perum Bulog)

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Serang, Banten, Rabu (20/8/2025).

Tinjauan dilakukan di Pasar Induk Rau dan salah satu minimarket di Kota Serang. Turut hadir Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, serta Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Prita Laura.

Tinjauan bersama tersebut, bertujuan untuk memonitor langsung pelaksanaan distribusi beras SPHP dilapangan, khususnya melalui pedagang eceran di pasar dan melalui ritel modern.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyampaikan apresiasi terhadap langkah stabilisasi harga yang dilakukan Bulog dan Bapanas.

“Harga beras tadi relatif stabil, dan salah satu faktor utamanya adalah intervensi beras SPHP dari Bulog, yang dijual Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per paket 5 kilogram. Itu membuat harga di bawah HET dan lebih terjangkau masyarakat. Saya berterima kasih kepada Bapanas dan Bulog, kerjanya hebat,” ungkap Tito.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga beras medium di Pasar Induk Rau, Kota Serang, pada 19 Agustus 2025 mengalami penurunan sebesar Rp250/kg menjadi Rp13.125/kg. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa penurunan harga beras ini merupakan sinyal positif dari masifnya intervensi SPHP.

“Intervensi beras SPHP di pasaran terbukti efektif menjaga stabilitas harga. Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, hingga jaringan distribusi, harga beras mulai turun di berbagai wilayah,” ujar Arief.

Penyaluran harian beras SPHP terus mengalami peningkatan. Pada Selasa, 19 Agustus 2025, realisasi penyaluran harian SPHP oleh Perum BULOG di seluruh Indonesia menembus lebih dari 6.000 ton. Sejak awal pendistribusian di bulan Juli 2025, beras SPHP telah tersalurkan 45 ribu ton di seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah, BUMN, para pedagang di pasar rakyat, ritel modern hingga Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai saluran distribusi SPHP ke masyarakat.

baca juga

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen Bulog dalam mendukung program stabilisasi pangan nasional.

“Kami ucapkan terima kasih atas support yang luar biasa dari berbagai pihak, termasuk pedagang, instansi, dan lembaga yang terus masif menyalurkan beras SPHP. Hasilnya, harga beras semakin stabil dan mulai turun di beberapa daerah,” kata Rizal.

Lebih lanjut, Rizal juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih beras Bulog.

“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayai dan memilih beras Bulog. Kami berkomitmen menjaga kualitas beras yang baik, sehat, nikmat dikonsumsi dengan harga terjangkau,” tambah Rizal.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap penyaluran SPHP.

"Pemprov Banten siap terus bersinergi dengan Bulog dan Bapanas agar beras SPHP bisa menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga inflasi terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Andra.

Senada dengan itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi juga menegaskan bahwa kehadiran beras SPHP telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami melihat langsung bagaimana SPHP ini membuat harga beras lebih terjangkau. Pemerintah Kota Serang akan terus mendukung program ini agar manfaatnya semakin dirasakan warga,” ungkap Budi.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perum Bulog Catat Realisasi Penyaluran Beras SPHP Capai 45.000 Ton

Perum Bulog Catat Realisasi Penyaluran Beras SPHP Capai 45.000 Ton

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:16 WIB

Pastikan Penyaluran Beras SPHP, Dirut Perum Bulog Sidak ke Pasar Rau Serang

Pastikan Penyaluran Beras SPHP, Dirut Perum Bulog Sidak ke Pasar Rau Serang

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:49 WIB

Beras SPHP Disalurkan ke Provinsi Banten, Mendagri Tito Pantau Langsung

Beras SPHP Disalurkan ke Provinsi Banten, Mendagri Tito Pantau Langsung

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:49 WIB

Jangan Kaget! Beli Beras Murah Bulog Sekarang Ada Batasnya

Jangan Kaget! Beli Beras Murah Bulog Sekarang Ada Batasnya

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:51 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Dukung Perum Bulog Realisasikan Program SPHP: Stabilisasi Harga Beras

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Dukung Perum Bulog Realisasikan Program SPHP: Stabilisasi Harga Beras

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:52 WIB

Program Jaksa Mandiri Pangan Mulai Panen, Bulog Serap Seluruh Hasil Gabah Petani

Program Jaksa Mandiri Pangan Mulai Panen, Bulog Serap Seluruh Hasil Gabah Petani

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:10 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×