Perum Bulog Catat Realisasi Penyaluran Beras SPHP Capai 45.000 Ton

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:16 WIB
Perum Bulog Catat Realisasi Penyaluran Beras SPHP Capai 45.000 Ton
Beras SPHP Perum Bulog. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Perum Bulog mencatat hingga 20 Agustus 2025, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah terealisasi sebanyak 45.000 ton, atau sekitar 3,46% dari total target pemerintah yang ditetapkan sebesar 1,3 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya terus mempercepat distribusi beras SPHP sebagai bagian dari langkah intervensi pemerintah untuk menjaga ketersediaan serta memenuhi kebutuhan beras nasional.

"Yang tersalur sampai dengan hari ini total ada sekitar 45.000 ton. Bertahap per hari kita hampir mencapai 7.000 ton. Tadi malam 6.000 ton, mudah-mudahan hari ini bisa mencapai 7.000 ton per hari," ujar Ahmad Rizal saat melakukan kunjungan ke Pasar Rau, Kota Serang, Banten pada Rabu, (20/8/2025).

Rizal menyebut, Perum Bulog terus berupaya menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat. Kata dia, Perum Bulog menyalurkan beras SPHP melalui tujuh jalur, mulai dari pedagang pengecer di pasar, Koperasi Desa Merah Putih, instansi pemerintah termasuk TNI/Polri, ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, Hypermart, hingga kerja sama dengan BUMN dan pemerintah daerah melalui BUMD.

Kendati demikian, Perum Bulog terus mewaspadai adanya praktik penyelewengan beras SPHP dengan memperketat penyaluran hanya melalui aplikasi Klik SPHP. Kebijakan ini berlaku bagi semua yang ingin mendapatkan beras SPHP, baik itu pengecer hingga pemerintah daerah.

"Penjualan beras SPHP sudah tercantum dalam juknis.Semua pengecer yang akan menjual beras SPHP ini harus menggunakan aplikasi Klik SPHP yang telah kami siapkan," ujarnya.

Oleh karena itu, penjual yang ingin mendapatkan pasokan beras SPHP wajib terdaftar dan tersertifikasi terlebih dahulu. Selain itu, distributor juga dibatasi maksimal hanya bisa membeli 2 ton per Minggu.

Sebagai informasi, beras SPHP merupakan beras subsidi dari pemerintah. Harganya berada di kisaran Rp60.000/karung bermuatan 5 kilogram. Beras SPHP dihadirkan untuk menjaga gejolak harga beras di pasar.***

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pastikan Penyaluran Beras SPHP, Dirut Perum Bulog Sidak ke Pasar Rau Serang

Pastikan Penyaluran Beras SPHP, Dirut Perum Bulog Sidak ke Pasar Rau Serang

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:49 WIB

Jangan Kaget! Beli Beras Murah Bulog Sekarang Ada Batasnya

Jangan Kaget! Beli Beras Murah Bulog Sekarang Ada Batasnya

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:51 WIB

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Dukung Perum Bulog Realisasikan Program SPHP: Stabilisasi Harga Beras

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Dukung Perum Bulog Realisasikan Program SPHP: Stabilisasi Harga Beras

News | Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:52 WIB

Program Jaksa Mandiri Pangan Mulai Panen, Bulog Serap Seluruh Hasil Gabah Petani

Program Jaksa Mandiri Pangan Mulai Panen, Bulog Serap Seluruh Hasil Gabah Petani

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:10 WIB

Kemendagri Desak Bulog Segera Salurkan Beras ke Mayarakat, Jangan Disimpan di Gudang Terus!

Kemendagri Desak Bulog Segera Salurkan Beras ke Mayarakat, Jangan Disimpan di Gudang Terus!

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:19 WIB

Gerakan Pangan Murah, Mendagri Tito Apresiasi Sinergi Bulog dan Polri

Gerakan Pangan Murah, Mendagri Tito Apresiasi Sinergi Bulog dan Polri

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 18:50 WIB

Terkini

Desakan Hukum Mati Koruptor, Ini Dia Koruptor Pertama Divonis Mati di Indonesia

Desakan Hukum Mati Koruptor, Ini Dia Koruptor Pertama Divonis Mati di Indonesia

Entertainment | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Demo 27 Agustus: Dua Pos Polisi di Slipi Dibakar, Separator Transjakarta Rusak Berantakan

Demo 27 Agustus: Dua Pos Polisi di Slipi Dibakar, Separator Transjakarta Rusak Berantakan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:48 WIB

5 Kelebihan Rice Cooker dengan Panci Keramik Dibanding yang Lain

5 Kelebihan Rice Cooker dengan Panci Keramik Dibanding yang Lain

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:48 WIB

Bos BGN Mau Hapus MBG dari Sekolah Swasta, Taruna Nusantara, hingga Kemala Bhayangkari

Bos BGN Mau Hapus MBG dari Sekolah Swasta, Taruna Nusantara, hingga Kemala Bhayangkari

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:46 WIB

Karakter dan Prediksi Shio Ular: Si Cerdas dan Bijak yang Punya Hoki Finansial

Karakter dan Prediksi Shio Ular: Si Cerdas dan Bijak yang Punya Hoki Finansial

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:46 WIB

Helikopter Marine One Donald Trump Nyaris Kecelakaan Dempet Pesawat Komersial

Helikopter Marine One Donald Trump Nyaris Kecelakaan Dempet Pesawat Komersial

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Polisi Pakai Istilah 'Preventive Strike' untuk Amankan Massa Aksi 27 Agustus

Polisi Pakai Istilah 'Preventive Strike' untuk Amankan Massa Aksi 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik

Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:37 WIB

5 Smart TV 43 Inch Termurah, Layar Lega Gambar Jernih

5 Smart TV 43 Inch Termurah, Layar Lega Gambar Jernih

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus

Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:32 WIB

×