Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ubah Faskes Bisa Lewat Aplikasi Mobile JKN, Memudahkan Yayuk Peroleh Jadwal Periksa

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:58 WIB
Ubah Faskes Bisa Lewat Aplikasi Mobile JKN, Memudahkan Yayuk Peroleh Jadwal Periksa
Yayuk Puji Astuti, salah satu pengguna Aplikasi Mobile JKN (Dok: Jamkesnews)

Suara.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah memberikan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan bagi seluruh peserta. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Aplikasi Mobile JKN, yang memungkinkan peserta untuk berpindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan cepat dan mudah.

Hal ini dirasakan oleh Yayuk Puji Rahayu (44) peserta JKN dari Desa Slumbung, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Yayuk mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat terbantu dengan kemudahan yang diberikan oleh Aplikasi Mobile JKN.

"Saya awalnya berniat untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan agar bisa mengganti FKTP ke yang lebih dekat dengan rumah. Tapi setelah anak saya memberitahu tentang Aplikasi Mobile JKN, saya langsung coba untuk mengubahnya melalui aplikasi tersebut. Ternyata, prosesnya jauh lebih mudah dan cepat dari yang saya bayangkan," ujar Yayuk saat ditemui di rumahnya pada Senin (11/08).

Yayuk menceritakan bahwa proses penggantian FKTP melalui Aplikasi Mobile JKN sangat sederhana dan tidak memerlukan waktu yang lama. Semua bisa dilakukan dengan mudah hanya dalam beberapa langkah melalui ponselnya, yang membuatnya merasa sangat terbantu.

"Prosesnya sangat mudah, hanya perlu masuk ke menu perubahan data peserta, pilih FKTP, kemudian pilih provinsi dan kota/kabupaten, lalu pilih nama faskes yang diinginkan, dan simpan. Semua langkah tersebut bisa dilakukan dengan sangat cepat dan praktis," jelas Yayuk.

Yayuk menambahkan bahwa meskipun penggantian FKTP telah berhasil dilakukan, status fasilitas kesehatan di Aplikasi Mobile JKN tetap akan menampilkan fasilitas kesehatan yang lama hingga tanggal 1 di bulan berikutnya.

Selain kemudahan dalam mengubah fasilitas kesehatan, Aplikasi Mobile JKN juga menyediakan berbagai fitur lain yang sangat membantu peserta dalam mengakses layanan kesehatan, seperti fitur antrean online, skrining riwayat kesehatan, serta informasi riwayat pelayanan kesehatan.

"Setelah saya ubah, status fasilitas kesehatan yang baru akan berlaku pada tanggal 1 bulan berikutnya. Tapi yang lebih memudahkan, saya bisa mengambil antrean langsung dari rumah. Selain itu, saya juga bisa melihat riwayat pelayanan kesehatan saya dan mengisi skrining kesehatan secara online," tambah Yayuk.

Yayuk juga berbagi pengalaman positif saat menggunakan fitur antrean online di Aplikasi Mobile JKN. Dengan fitur ini, Yayuk dapat dengan mudah melihat jadwal operasional fasilitas kesehatan serta dokter yang bertugas. Hal ini dapat memungkinkan ia untuk merencanakan kunjungannya dengan lebih tepat, dan menghindari waktu tunggu yang lama.

"Pernah saya menggunakan fitur antrean online saat akan ke FKTP. Lewat Mobile JKN, saya bisa langsung cek jadwal buka faskes dan siapa dokter yang bertugas. Dengan begitu, saya bisa datang tepat waktu dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengantre. Prosesnya jadi jauh lebih praktis, dan saya bisa lebih mengatur waktu saya dengan lebih baik," ungkap Yayuk.

Yayuk pun berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas layanan digital ini untuk memudahkan peserta JKN. Menurutnya, Aplikasi Mobile JKN adalah terobosan yang sangat membantu, terutama dalam hal efisiensi waktu dan kemudahan akses layanan kesehatan. Dengan berbagai fitur yang disediakan, ia merasa sangat terbantu dalam mengelola layanan kesehatan keluarganya tanpa harus repot pergi ke kantor BPJS Kesehatan.

"Saya berharap semakin banyak peserta yang bisa merasakan manfaat Aplikasi Mobile JKN ini. Semakin mudah, semakin cepat, dan semakin efisien. Tidak perlu lagi khawatir dengan urusan administratif yang memakan waktu. Aplikasi ini benar-benar memberi kenyamanan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat dan sulit untuk mengurus hal-hal administratif secara langsung," tutup Yayuk. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buah Hati Jalani Pengobatan Thalasemia, Program JKN Jadi Harapan Vinne

Buah Hati Jalani Pengobatan Thalasemia, Program JKN Jadi Harapan Vinne

Bisnis | Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:17 WIB

Layanan JKN Menjangkau Pelosok, BPJS Kesehatan Hadirkan Bukti Nyata Pemerataan Kesehatan

Layanan JKN Menjangkau Pelosok, BPJS Kesehatan Hadirkan Bukti Nyata Pemerataan Kesehatan

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 18:36 WIB

Kolaborasi BPJS Kesehatan dan Kemnaker: Integrasikan Sistem Informasi Data Kepesertaan JKN

Kolaborasi BPJS Kesehatan dan Kemnaker: Integrasikan Sistem Informasi Data Kepesertaan JKN

Bisnis | Senin, 06 Januari 2025 | 16:04 WIB

DPR Apresiasi Fasilitas Produksi Fitofarmaka dan Dukung Obat Modern Asli Indonesia Masuk JKN

DPR Apresiasi Fasilitas Produksi Fitofarmaka dan Dukung Obat Modern Asli Indonesia Masuk JKN

Bisnis | Jum'at, 08 November 2024 | 09:45 WIB

Kepesertaan JKN Capai 98,19%, Indonesia Raih Universal Health Coverage

Kepesertaan JKN Capai 98,19%, Indonesia Raih Universal Health Coverage

Bisnis | Kamis, 08 Agustus 2024 | 15:37 WIB

BPJS Kesehtan Bahas Sistem Anti Fraud JKN di Kongres Dunia Ke-28 untuk Hukum Kesehatan

BPJS Kesehtan Bahas Sistem Anti Fraud JKN di Kongres Dunia Ke-28 untuk Hukum Kesehatan

Bisnis | Senin, 22 Juli 2024 | 06:35 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB