Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Ekonomi Sirkular: Limbah Rumah Tangga Kini Bisa Diolah Pupuk Organik Cair

Achmad Fauzi

Senin, 01 September 2025 | 09:30 WIB
Ekonomi Sirkular: Limbah Rumah Tangga Kini Bisa Diolah Pupuk Organik Cair
Ilustrasi sampah rumah tangga / sampah dapur / sampah organik

Suara.com - Limbah sampah rumah tangga kini tidak lagi hanya berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui program MESATUA BALI (Mengelola Sampah untuk Alam Bali Lestari), PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Bali PLTG Gilimanuk berhasil mengolah sampah organik dan anorganik menjadi produk bernilai guna, termasuk pupuk organik cair multiguna.

Dalam implementasinya, limbah organik seperti sampah rumah tangga dan industri rumahan diolah menjadi pupuk organik cair.

Sementara itu, limbah anorganik berupa diapers dimanfaatkan sebagai media tanam untuk pembibitan buah dan sayur.

Pupuk organik cair hasil produksi kelompok petani KUB Sarimulyo, Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Suara.com/Rendy Adrikni Sadikin)
Pupuk organik cair hasil produksi kelompok petani KUB Sarimulyo, Dusun Tegalsari, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Suara.com/Rendy Adrikni Sadikin)

Kedua proses ini memanfaatkan sisa produksi perusahaan berupa air reject demineralisasi, yang menjadikan program ini sebagai terobosan pertama di Kabupaten Jembrana.

"Kami di PLN Indonesia Power percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun masa depan bersama, dari desa hingga dunia," ujar Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta seperti dikutip, Senin (1/9/2025).

Program ini telah melibatkan 13 anggota kelompok Suketeki, memberikan manfaat bagi 65 petani dari 5 Gapoktan, serta membuka lapangan kerja bagi 34 pemuda lokal.

Dukungan pemerintah daerah pun terwujud lewat Pararem Desa Adat Nomor 1 Tahun 2025 yang memperkuat kebijakan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Selain memberi manfaat ekonomi, MESATUA BALI juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran lewat modul edukasi 'Zero Waste Komunitas' serta kunjungan dari sekolah dan akademisi.

Program ini bahkan berkolaborasi dengan TPA Ash-Shiddiqiyyah di Bali melalui inisiatif TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang fokus pada edukasi gizi seimbang, penanaman buah dan sayur dengan media tanam diapers, serta penguatan ketahanan pangan keluarga.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Organik Dinilai Bisa Tingkatkan Produktivitas Pagi Hingga Lestarikan Lingkungan

Pupuk Organik Dinilai Bisa Tingkatkan Produktivitas Pagi Hingga Lestarikan Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 21:07 WIB

Pupuk Organik Turrima dari Sragen Suburkan Bumi Kamerun

Pupuk Organik Turrima dari Sragen Suburkan Bumi Kamerun

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2024 | 17:33 WIB

Himpo Jamin Ketersediaan Satu Juta Ton Pupuk Organik Bersubsidi di 2024

Himpo Jamin Ketersediaan Satu Juta Ton Pupuk Organik Bersubsidi di 2024

Bisnis | Kamis, 07 Desember 2023 | 14:11 WIB

Terkini

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:06 WIB

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:55 WIB

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

×