- Fosil tulang bayi T. Rex membuktikan mereka mampu berburu setelah menetas.
- Tulang bayi T. Rex menunjukkan adanya struktur pergerakan cepat dari sarang.
- Induk bayi T. Rex menerapkan pola asuh minim namun menjaga sarang.
Suara.com - Fakta terbaru tentang bayi Tyrannosaurus Rex atau T. Rex terungkap melalui penemuan tulang kaki berukuran kecil di Royal Saskatchewan Museum, Kanada.
Fosil bayi T. Rex ini membuktikan bahwa predator mengerikan tersebut sudah mampu berburu sesaat setelah menetas.
Nicholas Longrich dari University of Bath menemukan tulang metatarsal tersebut di dalam koleksi museum yang belum pernah diteliti.
Ia kemudian menghubungi Eric Snively dari Oklahoma State University yang berpengalaman meneliti anatomi spesimen Tyrannosaurus dewasa.
Dirangkum Suara.com dari ILF Science, Snively menjelaskan tentang potensi luar biasa dari temuan spesimen tulang yang sangat langka ini.
"Metatarsal bayi Tyrannosaurus bisa memberi tahu kita apakah bayi-bayi ini langsung berburu atau tetap berada di sarang untuk waktu yang lebih lama," ujar Snively.
Bukti Kemampuan Berburu Sejak Dini
![Sebuah model Tyrannosaurus-Rex. [Shutterstock/Corrado Mallia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2015/05/08/o_19kpuv8ide94ucr18dfmtl1k69a.jpg)
Pemindaian menggunakan teknologi CT scan menunjukkan bahwa fosil tulang kaki ini sama sekali tidak memiliki cincin pertumbuhan. Hal ini menandakan secara pasti bahwa tulang tersebut berasal dari individu yang usianya masih di bawah satu tahun.
Di dalam tulang bayi T. Rex tersebut, para peneliti menemukan jaringan pembuluh darah dan sel yang saling terhubung. Struktur anatomi ini menegaskan adanya fase pertumbuhan tubuh yang sangat pesat menuju ukuran raksasa.
"Kami menemukan saluran di tulang yang menunjukkan bahwa mereka dengan cepat keluar dari sarang dan berlarian," ungkap Snively.
Temuan anatomi saluran tulang ini menjadi bukti kuat mobilitas mereka sejak usia yang sangat dini.
Selain anatomi kaki, bukti keausan gigi pada bayi T. Rex menunjukkan bahwa mereka tidak menungggu makanan setengah tercerna dari induknya. Mereka ternyata sudah mampu menghancurkan tulang mangsa berukuran cukup besar yang ditangkapnya sendiri.
"Bayi-bayi ini sudah menghancurkan tulang mangsa mereka, sama seperti T. rex dewasa," kata Snively menjelaskan perilaku agresif spesimen ini.
Ia juga menambahkan bahwa predator purba ini sangat berbahaya, bahkan ketika ukurannya masih sebesar kucing rumahan dewasa.
"Tyrannosaurus tidak pernah aman untuk didekati pada ukuran berapa pun. Bayi-bayinya sudah keluar dari sarang dan aktif membunuh mangsa," tegas Snively.