3. Era Presiden Prabowo (2024–2025)
Meski hanya menjabat singkat, Sri Mulyani tetap menjadi figur kunci dalam transisi pemerintahan.
- Menjaga kepercayaan investor: keberadaannya dipandang sebagai jaminan stabilitas fiskal.
- Mengawal APBN 2025: fokus pada pembiayaan program prioritas Presiden Prabowo, termasuk makan bergizi gratis dan penguatan pertahanan.
Kontroversi Sri Mulyani
1. Era Presiden SBY
- Kasus Bank Century (2008): pemberian dana talangan Rp6,7 triliun memicu polemik politik besar. Meski tidak terbukti bersalah, namanya lekat dengan kasus ini.
- Kepergian ke Bank Dunia (2010): keputusan meninggalkan kabinet untuk bekerja di Bank Dunia dituding sebagian pihak sebagai bentuk “menghindar” dari polemik Century.
2. Era Presiden Jokowi
- Pajak sembako: rencana pengenaan PPN untuk sembako dalam draft UU HPP sempat memicu protes publik, hingga akhirnya dibatalkan.
- Utang negara naik tajam: saat pandemi, defisit melebar dan utang melonjak, meski dianggap perlu untuk menyelamatkan ekonomi.
- Kasus Rafael Alun dan Mario Dandy (2023): gaya hidup mewah anak pejabat pajak membuat publik geram dan menilai Kemenkeu gagal menjaga integritas aparat.
- Isu harta pejabat pajak dan bea cukai: muncul gelombang tagar #CopotSriMulyani karena dinilai tak mampu mengawasi bawahannya.
3. Era Presiden Prabowo
- Benturan fiskal dengan program Prabowo: Sri Mulyani dikabarkan berbeda pandangan soal pembiayaan program makan bergizi gratis yang butuh anggaran besar.
- Gejolak sosial terkait perpajakan: protes masyarakat atas gaya hidup pejabat pajak makin menekan posisinya.
- Pencopotan pada September 2025: akhirnya digantikan Purbaya Yudhi Sadewa setelah gelombang protes besar, termasuk peristiwa penjarahan rumahnya.
Sri Mulyani dikenal sebagai teknokrat andal yang menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia. Namun, di sisi lain, kebijakan tegasnya kerap menimbulkan gesekan, baik di level politik, birokrasi, maupun masyarakat.
Di era SBY ia bersinar sebagai pembersih birokrasi, di era Jokowi sebagai pengelola fiskal saat pandemi, sementara di era Prabowo, ia menjadi simbol kredibilitas yang akhirnya harus lengser karena tekanan politik dan sosial.
Sri Mulyani adalah contoh nyata bahwa seorang pejabat publik bisa dipuji karena prestasi internasional, tetapi juga disorot tajam akibat kontroversi dalam negeri. Namanya akan selalu tercatat dalam sejarah ekonomi Indonesia, baik sebagai Menteri Keuangan dengan prestasi gemilang maupun sebagai sosok penuh kontroversi.