Pabrik Baja di Surabaya Tumbang Imbas Gempuran Produk Impor

Achmad Fauzi

Sabtu, 13 September 2025 | 12:18 WIB
Pabrik Baja di Surabaya Tumbang Imbas Gempuran Produk Impor
Ilustrasi industri Baja Indonesia.
Baca 10 detik
  • Pabrik Baja di Surabaya Tumbang Gara-gara Produk Impor
  • Pabrik Baja di Bekasi Dikabarkan Akan Tumbang
  • Investasi Asing Saat Ini Tidak Berdampak ke Ekonomi Lokal

Suara.com - Pengusaha baja membeberkan ada pabrik yang tumbang akibat tekanan volume impor produk baja di dalam negeri. Salah satunya, pabrik baja di Surabaya, di mana ribuan pekerja ikut jadi korban.

Ketua Umum Indonesian Society of Steel Construction (ISSC), Budi Harta Winata, mengatakan tidak di Surabaya, pabrik di Bekasi juga dikabarkan akan menjadi korban gempuran produk baja impor.

"Sudah ada satu pabrikan besar itu, dia tutup sejak 2025, yang di Bekasi juga sudah mau tutup katanya tuh," ujarnya, di Jakarta, yang dikutip Sabtu (13/9/2025).

Fasilitas produksi Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) milik PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group).
Fasilitas produksi Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) milik PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group).

Budi menuturkan, tumbangnya industri baja dalam negeri juga karena investasi asing langsung dari investor asing yang tidak memberi dampak bagi industri lokal.

"Artinya, dengan ada investasi dalam hal ini, kita nggak dapat kerjaan apa-apa juga. Nonton doang aja," imbuhnya.

Budi melanjutkan, jika kondisi ini terus berlangsung, maka industri baja nasional bisa bernasib seperti industri tekstil.

"Betapa multi efeknya itu. Tapi sekarang, semuanya, kalau tekstil saya sudah tidak bisa ngomong. Itu sudah terjadi. Nah, sebelum terjadi industri baja seperti industri tekstil, mohon pemerintah segera turun tangan untuk menyelesaikan ini," kata dia.

Pengusaha baja industri yang tergabung dalam Indonesian Society of Steel Construction/ISSC mengeluhkan marakanya impor baja konstruksi siap pasangan dari Vienam dan China.

Budi, mengatakan maraknya impor baja itu mengancam kelangsungan industri baja konstruksi dalam negeri dan merusak ekosistem rantai pasok nasional.

baca juga

Pasalnya, industri baja konstruksi akan sepi permintaan yang bisa mengakibatkan pemutusan hubungan kerjar (PHK) para karyawannya.

"Nah, ketika itu masuk ke Indonesia, maka (para pelaku usaha lokal di) rantai pasoknya tidak akan dapat pekerjaan dari semua itu," ujarnya di Jakarta yang dikutip, Jumat (25/7/2025).

Budi menjelaskan, masuknya produk baja siap pasang dari luar negeri menyebabkan pelaku usaha lokal tidak lagi mendapat bagian dalam proses produksi dan pemasangan baja konstruksi, yang berdampak langsung pada keberlangsungan usaha serta lapangan kerja ribuan orang di sektor ini.

Itulah makanya kami di ISSC merasa khawatir, karena sekarang ini kita semua lagi krisis pekerjaan. Karena banyak produk konstruksi baja yang langsung masuk ke dalam negeri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Bahan Bangunan Tahan Api untuk Rumah di Jakarta yang Rawan Bencana Kebakaran

7 Bahan Bangunan Tahan Api untuk Rumah di Jakarta yang Rawan Bencana Kebakaran

Bisnis | Sabtu, 06 September 2025 | 22:09 WIB

Tantangan Hilirisasi Industri: MCCI Ungkap Realita Pahit, Impor Murah Jadi Penghalang Utama!

Tantangan Hilirisasi Industri: MCCI Ungkap Realita Pahit, Impor Murah Jadi Penghalang Utama!

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 13:34 WIB

Industri Tekstil Menjerit Diserbu Produk Impor, Satu Pabrik di Karawang Jadi Korban

Industri Tekstil Menjerit Diserbu Produk Impor, Satu Pabrik di Karawang Jadi Korban

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 08:37 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×