Industri Tekstil Menjerit Diserbu Produk Impor, Satu Pabrik di Karawang Jadi Korban

Achmad Fauzi

Selasa, 29 Juli 2025 | 08:37 WIB
Industri Tekstil Menjerit Diserbu Produk Impor, Satu Pabrik di Karawang Jadi Korban
Pabrik Kimia dan Serat PT Asia Pacific fibers Tbk. yang ditutup permanen. [Instagram].

Suara.com - Industri tektil dalam negeri tengah merana, setelah pabrik kimia dan serat polyester milik PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) di Karawang tutup.

Kondisi ini menggambarka secara nyata tekanan yang terus dialami sektor hulu tekstil di tengah banjir impor dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak secara menyeluruh pada ekosistem industri hulu-hilir.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Farhan Aqil, menilai tutupnya pabrik tersebut imbas perusahaan tak bisa memasok secara optimal di pasar domestik.

Pabrik Kimia dan Serat PT Asia Pacific fibers Tbk. yang ditutup permanen. [Instagram].
Pabrik Kimia dan Serat PT Asia Pacific fibers Tbk. yang ditutup permanen. [Instagram].

Hal ini terjadi, karena serbuan impor benang secara besar-besaran yang membuat serat polyester produksi dalam negeri seperti milik APF tidak terserap oleh pasar.

"Pabrik di Karawang itu memproduksi serat polyester, yang kemudian diproses menjadi benang. Tapi karena impor benang sangat tinggi, APF kesulitan distribusi. Kami mencatat sekitar 60 perusahaan terdampak sejak tahun 2022 hingga 2024, mayoritas di sektor benang dan kain," ujar Aqil di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Kemudian, lanjutnya, persoalan utang yang belum selesai juga memperburuk situasi. Aqil bilang meskipun APF ingin melunasi kewajibannya, pemerintah tetap meminta pembayaran utuh tanpa melihat kemampuan saat ini.

"Jadi tidak apple to apple. APF ingin menyelesaikan utangnya, tapi yang diminta justru lebih besar dari tanggung jawab mereka saat ini," jelasnya.

Aqil juga menyebut, penutupan APF mencerminkan masalah struktural yang selama ini membelit industri tekstil nasional. Ia menyayangkan pendekatan kebijakan yang selama ini cenderung berpihak pada sektor hilir seperti industri pakaian jadi, dengan alasan serapan tenaga kerja, tetapi mengorbankan kekuatan fondasi di sektor hulu.

Padahal industri tekstil di Indonesia sudah terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga menjadi satu kesatuan.

baca juga

Aqil menegaskan pentingnya perlindungan pasar domestik di tengah tantangan global seperti pembebasan tarif bea masuk ekspor dari perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan kebijakan tarif impor 19% dari Amerika Serikat.

Ia mengingatkan bahwa dorongan ekspor produk jadi tidak boleh menekan industri hulu, apalagi jika bahan bakunya malah berasal dari luar negeri.

"Ekosistem tekstil kita sudah terintegrasi dari hulu ke hilir. Mau bikin viscose atau polyester, semua ada. Tapi kalau kebijakan tidak mendukung hulu, seluruh rantai bisa rusak. Nanti yang tumbuh hanya garmen, bahan bakunya semua impor. Itu berbahaya," bebernya.

Sebelumnya, Dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/7/2025), POLY mengaku sudah tak sanggup lagi menghadapi tekanan maha berat. Lesunya permintaan produk industri, baik dari pasar domestik maupun mancanegara, ditambah dengan maraknya serbuan tekstil impor dengan harga yang jauh lebih kompetitif, membuat POLY harus angkat tangan dan mengibarkan bendera putih untuk fasilitas produksinya di Karawang.

Manajemen POLY menjelaskan, keputusan sulit ini diambil setelah menghadapi berbagai tantangan bisnis yang bertubi-tubi. Kelebihan kapasitas global di industri tekstil, kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang memberatkan, hingga kenaikan harga bahan baku menjadi deretan faktor eksternal yang menghimpit perusahaan.

Di dalam negeri, POLY juga mengeluhkan ketidakpastian kebijakan pemerintah, seperti penerapan bea anti-dumping dan revisi peraturan importasi yang belum juga sesuai harapan di luar negeri. Ini menunjukkan betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi produsen tekstil lokal.

"Oleh karena itu, perusahaan akan mendeklarasikan penutupan permanen unit produksi ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk merevisi proyeksi bisnisnya berdasarkan operasi pabrik Kaliwungu-Kendal di masa mendatang," terang Manajemen POLY.

Manajemen POLY juga telah berupaya keras menyelesaikan restrukturisasi utang dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) demi mencapai kesepakatan akhir atas perbaikan proposal yang diajukan. Namun, proses ini ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

Meskipun perusahaan terus berupaya menjaga dan memelihara fasilitas produksi pabrik kimia dan serat di Karawang agar suatu saat dapat dioperasionalkan kembali, biaya pemeliharaan fasilitas unit produksi tersebut ternyata sangat tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Minta Dihapus, Kemenperin Bakal Keluarkan Kebijakan Baru TKDI

Trump Minta Dihapus, Kemenperin Bakal Keluarkan Kebijakan Baru TKDI

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 12:59 WIB

Banjir Produk Impor Ancam PHK Massal, Industri Baja Lokal Gigit Jari

Banjir Produk Impor Ancam PHK Massal, Industri Baja Lokal Gigit Jari

Bisnis | Jum'at, 25 Juli 2025 | 17:47 WIB

Emiten Tekstil Indonesia Berguguran, Asia Pacific Fibers (POLY) Tutup Permanen Pabrik Karawang!

Emiten Tekstil Indonesia Berguguran, Asia Pacific Fibers (POLY) Tutup Permanen Pabrik Karawang!

Bisnis | Selasa, 22 Juli 2025 | 08:04 WIB

Terkini

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:03 WIB

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:56 WIB

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 09:55 WIB

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:40 WIB

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:22 WIB

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 09:13 WIB

×