Industri Horeka RI Wajib Berubah atau Kehilangan Daya Saing

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 15 September 2025 | 09:53 WIB
Industri Horeka RI Wajib Berubah atau Kehilangan Daya Saing
Ilustrasi. Industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Indonesia berada di persimpangan jalan. (Unsplash/Marten Bjork)
Baca 10 detik
  • Industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Indonesia berada di persimpangan jalan.
  • Tanpa transformasi, daya saing mereka terancam di mata konsumen.
  • Wisatawan tidak lagi hanya peduli pada fasilitas, melainkan pada dampak sosial dan lingkungan.

Suara.com - Industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Indonesia berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, pertumbuhan pesatnya menjanjikan peluang bisnis. Di sisi lain, model bisnis lama yang boros energi, tergantung impor, dan menghasilkan banyak limbah, kini jadi bumerang.

Tanpa transformasi, daya saing mereka terancam di mata konsumen yang semakin sadar lingkungan.

Menurut Co-founder Eco Tourism Bali, Rahmi Fajar Harini, tren pariwisata telah bergeser drastis. Wisatawan tidak lagi hanya peduli pada fasilitas, melainkan pada dampak sosial dan lingkungan. Data dari Booking.com menunjukkan, 75 persen wisatawan di 33 negara secara aktif mencari hotel yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

"Pengadaan berkelanjutan menjadi jantung transformasi sektor Horeka menuju green resilience. Bukan sekadar soal harga dan kualitas, tetapi bagaimana rantai pasok mampu menjaga lingkungan sekaligus menyejahterakan komunitas," kata Rahmi dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) bersama Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, pekan lalu.

Tantangan utama dalam mewujudkan transisi ini adalah keterbatasan modal dan teknologi di tingkat petani lokal. Studi dari Frontiers in Sustainable Food Systems (2025) mengungkapkan, lebih dari 90 persen petani yang memasok Horeka masih mengandalkan tabungan pribadi. Kesenjangan ini menciptakan peluang sekaligus tantangan besar untuk memperkuat rantai pasok.

Senior Analyst Kopernik, Kathleen Nugroho, menyadari banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang bingung harus memulai dari mana. "Banyak hotel, restoran, dan kafe skala kecil menengah belum tahu bagaimana memulai. Kami hadir memberi baseline sederhana agar langkah menuju keberlanjutan bisa lebih nyata dan praktis,” ujarnya.

Sebagai solusi, telah dirancang Sustainable Procurement Guideline (SPG) sebagai panduan praktis bagi buyer dan supplier di sektor Horeka. Panduan ini mencakup pengelolaan produk, pemilihan pemasok, hingga manajemen limbah. Dengan adanya panduan dan alat penilaian pemasok, transparansi dan kolaborasi di seluruh rantai pasok diharapkan dapat meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berdayakan Petani Lokal, Harita Nickel Upayakan Ekonomi Berkelanjutan di Pulau Obi

Berdayakan Petani Lokal, Harita Nickel Upayakan Ekonomi Berkelanjutan di Pulau Obi

Bisnis | Minggu, 14 September 2025 | 14:03 WIB

Menteri Ekonomi Kreatif: Dukungan Swasta Vital untuk Industri Kreatif Indonesia Go Global!

Menteri Ekonomi Kreatif: Dukungan Swasta Vital untuk Industri Kreatif Indonesia Go Global!

Lifestyle | Sabtu, 13 September 2025 | 18:06 WIB

Bos SMGR Akui Persaingan Industri Semen RI Makin Ketat

Bos SMGR Akui Persaingan Industri Semen RI Makin Ketat

Bisnis | Sabtu, 13 September 2025 | 00:03 WIB

Terkini

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Bakal Hitung Harga BBM Setelah Maret

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Bakal Hitung Harga BBM Setelah Maret

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 22:24 WIB

Bulog Gelar Mudik Gratis 2026, Berangkatkan 750 Pemudik ke 15 Kota

Bulog Gelar Mudik Gratis 2026, Berangkatkan 750 Pemudik ke 15 Kota

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 22:19 WIB

Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing

Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 22:10 WIB

Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi

Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 21:59 WIB

Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia

Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:49 WIB

Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:25 WIB

Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang

Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:17 WIB

International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan

International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:06 WIB

Purbaya Tetap Pede Target IHSG 'To the Moon' 10.000 Tercapai di Akhir Tahun

Purbaya Tetap Pede Target IHSG 'To the Moon' 10.000 Tercapai di Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:01 WIB

Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional

Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 19:50 WIB