Menkeu Bakal Temui Pengusaha Rokok Bahas Cukai, Saham-saham 'Tembakau' Terbang

M Nurhadi

Selasa, 23 September 2025 | 17:56 WIB
Menkeu Bakal Temui Pengusaha Rokok Bahas Cukai, Saham-saham 'Tembakau' Terbang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan keterangan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025). ANTARA/Andi Firdaus/am.
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen bertemu asosiasi industri rokok untuk membahas kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) agar dapat menyeimbangkan penerimaan negara dengan kelangsungan industri dalam negeri.

  • Selain tarif cukai, pemerintah akan memfokuskan strategi pada penindakan rokok ilegal dengan menindak platform e-commerce, toko kelontong, dan jalur impor.

  • Banggar DPR menilai struktur tarif cukai perlu dikaji ulang dengan melebarkan layer agar industri rokok menengah dan kecil dapat bertahan, sementara perusahaan besar tetap berkontribusi pada pendapatan negara.

Suara.com - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan komitmennya untuk segera bertemu dengan asosiasi industri rokok demi membahas arah kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) ke depan.

Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk menyeimbangkan penerimaan negara dengan kelangsungan industri rokok dalam negeri.

"Pendapatan cukai itu enggak harus dinaikkan. Saya mau ketemu asosiasi rokok, seperti apa langkah yang terbaik untuk cukai rokok ini," kata Purbaya usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Ia menambahkan bahwa kebijakan yang diambil harus mencegah industri dalam negeri mati, sementara industri rokok di luar negeri malah mengambil alih pasar domestik.

Beberapa hari belakangan, saham-saham produk tembakau seperti GGRM, WIIM dan ITIC terpantau mengalami penguatan fantastis.

Untuk penutupan pasar saham hari ini saja, berdasarkan pantauan Redaksi Suara.com, harga saham GGRM naik 13,38%. Sedangkan saham WIIM naik 7,38% dan saham ITIC meroket 24,87%.

Fokus pada Penindakan Rokok Ilegal

Meskipun keputusan final mengenai tarif cukai tahun depan belum ditetapkan, Purbaya mengindikasikan bahwa pemerintah akan memprioritaskan strategi lain, yaitu penindakan rokok ilegal.

Sebelumnya, ia telah menginstruksikan platform e-commerce untuk menghentikan penjualan rokok ilegal.

baca juga

Menkeu juga memastikan akan memperluas pemeriksaan ke toko kelontong dan jalur impor yang rentan digunakan untuk peredaran barang ilegal.

Upaya ini menjadi sangat krusial, mengingat data terakhir Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menunjukkan bahwa rokok ilegal menguasai 61% peredaran barang ilegal.

Hingga Juni 2025, DJBC telah melakukan 13.248 penindakan dengan nilai barang sitaan mencapai Rp3,9 triliun.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai kajian ulang kebijakan cukai rokok memang sangat diperlukan. Ia menyoroti struktur tarif atau layer yang selama ini dianggap terlalu sempit.

"Undang-Undang itu setinggi-tingginya kan 57 persen, itu satu. Kemudian yang kedua, layer-nya pemerintah itu seharusnya dilebarkan kembali. Karena dengan layer yang sempit, pemerintah juga tidak bisa bergerak," terang Said, dikutip via Antara.

Menurut Said, perluasan layer akan sangat membantu pabrikan rokok menengah dan kecil untuk bertahan di tengah persaingan, sementara perusahaan besar tetap dapat memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara.

Ia menekankan bahwa kebijakan cukai tidak hanya berdampak pada pendapatan negara, tetapi juga pada aspek kesehatan masyarakat dan kelangsungan industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurus Menkeu 'Koboi' Bikin Pasar Cemas Sekaligus Sumringah

Jurus Menkeu 'Koboi' Bikin Pasar Cemas Sekaligus Sumringah

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 16:54 WIB

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Saham-saham Rokok Jadi Pendorong

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Saham-saham Rokok Jadi Pendorong

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 16:51 WIB

APBN 2026 Disahkan, Jadi 'Senjata' Pertama Pemerintahan Prabowo

APBN 2026 Disahkan, Jadi 'Senjata' Pertama Pemerintahan Prabowo

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 16:11 WIB

Emban Tugas Ketua LPS, Anggito Abimanyu Rangkap Jabatan Jadi Wamenkeu?

Emban Tugas Ketua LPS, Anggito Abimanyu Rangkap Jabatan Jadi Wamenkeu?

Your Say | Selasa, 23 September 2025 | 16:03 WIB

Menkeu Purbaya Menolak, Hotman Paris Justru Desak RUU Tax Amnesty Disahkan: Negara Perlu Uang!

Menkeu Purbaya Menolak, Hotman Paris Justru Desak RUU Tax Amnesty Disahkan: Negara Perlu Uang!

News | Selasa, 23 September 2025 | 15:44 WIB

Gebrakan DPRD DKI: Promosi Rokok Bisa Kena Denda Rp 100 Juta, Izin Usaha Terancam Dicabut!

Gebrakan DPRD DKI: Promosi Rokok Bisa Kena Denda Rp 100 Juta, Izin Usaha Terancam Dicabut!

News | Selasa, 23 September 2025 | 15:33 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×