Sulap Limbah Dapur Jadi Penyubur Tanah, Langkah Mama-Mama Wujudkan Kemandirian Pangan

Andi Ahmad S

Minggu, 08 November 2026 | 21:31 WIB
Sulap Limbah Dapur Jadi Penyubur Tanah, Langkah Mama-Mama Wujudkan Kemandirian Pangan
Momen Mama-Mama Wujudkan Kemandirian Pangan [Ist]
baca 10 detik
  • Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia melatih puluhan mama-mama di Teluk Wondama mengolah limbah dapur menjadi pupuk organik.
  • Pelatihan pengolahan sampah rumah tangga tersebut dilaksanakan di kawasan transmigrasi Werianggi, Papua Barat, untuk mengatasi masalah tanah yang kurang subur.
  • Hasil pengolahan sampah organik kini dimanfaatkan warga untuk menyuburkan tanaman sayuran di pekarangan rumah guna mewujudkan kemandirian pangan.

Suara.com - Sampah dapur yang selama ini dianggap tidak berguna kini menjadi sumber kesuburan bagi tanaman di pekarangan rumah warga Teluk Wondama, Papua Barat.

Melalui pendampingan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI), puluhan mama-mama di kawasan transmigrasi Werianggi belajar mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik berupa ekoenzim dan kompos.

Program tersebut diikuti 20 mama-mama dari Satuan Permukiman (SP) 1 dan 2 Tamoge. Mereka diajarkan memanfaatkan kulit buah, sisa sayuran hingga daun kering agar bisa diolah menjadi bahan penyubur tanaman.

Salah satu peserta, Mama Olhal Netennya, mengaku kini tidak lagi membuang sampah dapur begitu saja. Limbah rumah tangga yang sebelumnya dibakar atau dibuang kini dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

“Sekarang sampah di rumah sudah tidak dibuang lagi. Setelah adik-adik datang, sampah kami olah untuk menyuburkan tanaman di pekarangan dan juga mengurangi kotoran,” ujarnya, dalam pesan yang diterima, Minggu (8/11/2026).

Dia berharap keterampilan tersebut bisa ditularkan kepada warga lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran.

Anggota TEP UI, Rathalia, mengatakan pendampingan ini berawal dari tingginya minat masyarakat untuk bercocok tanam. Namun, keinginan tersebut terkendala kondisi tanah yang kurang subur serta mahalnya sarana pertanian.

"Warga sangat bersemangat menanam sayur jika difasilitasi, tetapi tanahnya kurang subur. Oleh karena itu, kami berinisiatif mengolah sampah rumah tangga agar bermanfaat untuk menyuburkan tanah," jelasnya.

Dalam praktiknya, sampah dapur seperti kulit buah dan potongan sayuran diolah menjadi ekoenzim dengan mencampurkan gula merah, air, dan limbah organik. Campuran tersebut kemudian difermentasi selama tiga bulan.

baca juga

Sementara sampah organik yang tidak digunakan untuk ekoenzim diolah bersama daun kering menjadi kompos.

Kini, mama-mama di Tamoge mulai memanfaatkan pupuk hasil olahan sendiri untuk menanam berbagai jenis sayuran, seperti cabai, tomat, terong, dan sawi di pekarangan rumah.

Selain mengurangi sampah rumah tangga, kegiatan ini diharapkan membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia yang harganya relatif mahal.

Pendampingan tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kemandirian pupuk untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan agar kehadiran Tim Ekspedisi Patriot mampu meninggalkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

"Tim tidak cukup hanya mengidentifikasi persoalan di lapangan, tetapi juga harus menghadirkan solusi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:39 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Siap-siap, Harga Pangan Melonjak di Awal 2027 Karena Rupiah Semakin Tak Berharga

Siap-siap, Harga Pangan Melonjak di Awal 2027 Karena Rupiah Semakin Tak Berharga

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Hijau Tembus Rp120 Ribu per Kg, Cabai Merah Keriting Rp110 Ribu

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:35 WIB

Biaya Hidup Makin Mahal, Harga Pangan dan BBM jadi Sorotan

Biaya Hidup Makin Mahal, Harga Pangan dan BBM jadi Sorotan

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:46 WIB

Geger Bau Busuk! Mahasiswi S3 UI Ditemukan Tewas Telentang di Kamar Kos Kawasan Beji

Geger Bau Busuk! Mahasiswi S3 UI Ditemukan Tewas Telentang di Kamar Kos Kawasan Beji

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:08 WIB

Terkini

Sulap Limbah Dapur Jadi Penyubur Tanah, Langkah Mama-Mama Wujudkan Kemandirian Pangan

Sulap Limbah Dapur Jadi Penyubur Tanah, Langkah Mama-Mama Wujudkan Kemandirian Pangan

News | Minggu, 08 November 2026 | 21:31 WIB

Mantan dan Eks Persija Cetak Gol, Java United Pecundangi Persib Bandung

Mantan dan Eks Persija Cetak Gol, Java United Pecundangi Persib Bandung

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 21:16 WIB

IHSG Ditutup Hijau di Ujung Pekan, Analis Beri Peringatan Ini untuk Senin Besok

IHSG Ditutup Hijau di Ujung Pekan, Analis Beri Peringatan Ini untuk Senin Besok

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 20:48 WIB

Menggugat Empati Sineas Lewat Film Putri, Jangan Gentayangan Lagi: Menghibur atau Mengeksploitasi?

Menggugat Empati Sineas Lewat Film Putri, Jangan Gentayangan Lagi: Menghibur atau Mengeksploitasi?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 20:37 WIB

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Wamen HAM Desak RUU Penyadapan Segera Dibahas

Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo, Wamen HAM Desak RUU Penyadapan Segera Dibahas

News | Minggu, 08 November 2026 | 20:24 WIB

PB Alkhairaat Dukung Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

PB Alkhairaat Dukung Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

News | Minggu, 08 November 2026 | 20:16 WIB

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 20:10 WIB

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 19:54 WIB

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:53 WIB

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:48 WIB

×