Investor Asing Asal Swiss Buang 100 Juta Lembar Saham BUMI Milik Grup Bakrie

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 25 September 2025 | 18:23 WIB
Investor Asing Asal Swiss Buang 100 Juta Lembar Saham BUMI Milik Grup Bakrie
Menurut Corporate Secretary BUMI, Irana Candra Mala, pelepasan saham ini bertujuan untuk kepentingan lindung nilai (hedging) derivatif klien UBS, bukan karena alasan lain. Foto ist.
  • Dalam kurun waktu satu minggu, investor asal Swiss, UBS Group AG, secara agresif menjual hampir 100 juta lembar saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI). Aksi ini membuat kepemilikan UBS di BUMI turun dari 7,01% menjadi 6,65%.
  • Pelepasan saham ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penjualan 61,09 juta lembar saham pada 18 September 2025 dan diikuti penjualan beruntun 40 juta lembar saham pada 22 dan 23 September 2025.
  • Menurut Corporate Secretary BUMI, Irana Candra Mala, pelepasan saham ini bertujuan untuk kepentingan lindung nilai (hedging) derivatif klien UBS, bukan karena alasan lain.

Suara.com - Aksi jual besar-besaran kembali terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), emiten andalan Grup Bakrie. Raksasa investasi asal Swiss, UBS Group AG, terpantau melepas hampir 100 juta lembar saham BUMI dalam serangkaian transaksi di bulan September 2025.

Pergerakan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan investor, terutama karena porsi kepemilikan UBS di BUMI terus menyusut.

Menurut Corporate Secretary BUMI, Irana Candra Mala, UBS memulai aksinya pada Kamis (18/9/2025) dengan melepas 61,09 juta lembar saham BUMI di harga rata-rata Rp112,71 per saham. Aksi ini membuat kepemilikan UBS turun dari 7,01% menjadi 6,99%.

Tak berhenti di situ, data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan UBS kembali melakukan penjualan beruntun. Pada Senin (22/9/2025) dan Selasa (23/9/2025), masing-masing 20 juta lembar saham dilepas, sehingga total divestasi mencapai 100 juta lembar saham dalam sepekan terakhir.

Sebagai dampaknya, total kepemilikan UBS di BUMI kini menyusut signifikan, dari 25,98 miliar lembar menjadi 24,68 miliar lembar, setara dengan 6,65%.

Irana Candra Mala menjelaskan bahwa tujuan pelepasan saham ini adalah untuk kepentingan lindung nilai derivatif klien UBS. Meski begitu, aksi jual besar ini bertepatan dengan penurunan harga saham BUMI yang ditutup anjlok 2,01% di level Rp146 per saham pada perdagangan Kamis (25/9/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Menggeliat, Intip Saham Top Gainers dan Loosers Pagi Ini

IHSG Menggeliat, Intip Saham Top Gainers dan Loosers Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 09:20 WIB

Prediksi IHSG Hari Ini: Level Support di Atas 8.100, Sentimen Global Bikin Tertekan

Prediksi IHSG Hari Ini: Level Support di Atas 8.100, Sentimen Global Bikin Tertekan

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 08:09 WIB

Profit Taking Investor Redam Wall Street, Mampukah IHSG Kembali Menguat Hari Ini?

Profit Taking Investor Redam Wall Street, Mampukah IHSG Kembali Menguat Hari Ini?

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 06:10 WIB

Terkini

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi

Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:51 WIB

Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%

Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:47 WIB

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:36 WIB

Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun

Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:33 WIB

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:26 WIB

Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?

Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:23 WIB

Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi

Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:14 WIB

Bangkit di Akhir Tahun, Kinerja Emiten HGII Melonjak di Kuartal IV 2025

Bangkit di Akhir Tahun, Kinerja Emiten HGII Melonjak di Kuartal IV 2025

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:49 WIB

Bank Neo Commerce (BBYB) Kena Sanksi OJK, Dampaknya Tidak Main-main!

Bank Neo Commerce (BBYB) Kena Sanksi OJK, Dampaknya Tidak Main-main!

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 06:36 WIB

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB