Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Nilai Tukar Rupiah Menguat pada Penutupan Perdagangan Selasa

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 30 September 2025 | 18:41 WIB
Nilai Tukar Rupiah Menguat pada Penutupan Perdagangan Selasa
Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan Selasa (30/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Nilai tukar Rupiah menguat sebesar 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.665 per dolar AS.
  • Rupiah dibuka di level Rp 16.673 per dolar AS pada Selasa pagi.
  • Performa rupiah termasuk yang stabil pada pekan ini banding mata uang Asia lainnya.

Suara.com - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa sore (30/9/2025) menguat sebesar 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.665 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.680 per dolar AS.

Sementara Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru melemah ke level Rp16.692 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.680 per dolar AS

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyatakan penguatan nilai tukar atau kurs rupiah, karena Kongres Amerika Serikat diyakini tak akan mampu mencegah penutupan pemerintah (government shutdown).

“Kongres memiliki waktu hingga tengah malam, 30 September (04.00 GMT, Rabu) untuk mengesahkan RUU anggaran dan menghindari penutupan ratusan lembaga federal. RUU anggaran yang didukung Partai Republik baru-baru ini berhasil lolos di Dewan Perwakilan Rakyat, tetapi sekarang menghadapi perlawanan di Senat,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Partai Republik disebut memegang mayoritas 53 kursi di Senat, tetapi membutuhkan setidaknya 60 suara untuk menyetujui RUU anggaran tersebut.

Terkait pembicaraan bipartisan dengan Presiden Donald Trump pada Senin (29/9/2025), kata Ibrahim lagi, tampaknya tak banyak membantu memecahkan kebuntuan politik, yang berpusat pada ketidaksepakatan mengenai anggaran kesehatan dan program kesejahteraan sosial.

Menurut dia, penutupan pemerintah cenderung mengganggu aktivitas ekonomi di AS, yang dapat menimbulkan risiko bagi pertumbuhan. Selain itu, juga bakal menunda rilis data penggajian non pertanian (Non Farm Payrolls/NFP) yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat (3/10).

“Gedung Putih juga terlihat memperingatkan bahwa ribuan pekerjaan pemerintah dapat dihapus jika terjadi penutupan, sebuah skenario yang menandakan pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja,” kata Ibrahim.

Dibuka Menguat

Sebelumnya pada Selasa pagi nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat tipis di awal perdagangan. Mata uang Indonesia menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat.

Adapun, mata uang Garuda dibuka di level Rp 16.673 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat tipis 0,04 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya ke level Rp 16.687 per dolar AS.

Sedangkan, mata uang di Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah ambles 0,26 persen.

Selanjutnya ada baht Thailand yang anjlok 0,24 persen dan won Korea Selatan terkoreksi 0,23 persen. Disusul, yen Jepang yang tertekan 0,12 persen.

Berikutnya, dolar Singapura yang tergelincir 0,08 persen. Lalu ada yuan China yang melemah tipis 0,006 persen di pagi ini. Lalu, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,13 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini Imbas Shutdown Pemerintah AS

Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini Imbas Shutdown Pemerintah AS

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 11:22 WIB

Sempat Demam, Rupiah Mulai Pulih di Level Rp16.673 terhadap Dolar AS

Sempat Demam, Rupiah Mulai Pulih di Level Rp16.673 terhadap Dolar AS

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 10:11 WIB

Rupiah Ditutup Menguat Senin Sore, Ini Pemicunya

Rupiah Ditutup Menguat Senin Sore, Ini Pemicunya

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 17:20 WIB

Rupiah Mulai Menguat, Sesuai Prediksi Menkeu Purbaya

Rupiah Mulai Menguat, Sesuai Prediksi Menkeu Purbaya

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 13:26 WIB

Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Menguat Selasa Depan

Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Menguat Selasa Depan

Bisnis | Minggu, 28 September 2025 | 00:42 WIB

Terkini

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB