Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini Imbas Shutdown Pemerintah AS

M Nurhadi

Selasa, 30 September 2025 | 11:22 WIB
Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini Imbas Shutdown Pemerintah AS
nilai tukar rupiah pada dolar hari ini
baca 10 detik
  • Kurs Rupiah diprediksi menguat terhadap Dolar AS hari ini karena kekhawatiran shutdown atau penutupan pemerintahan AS yang hampir pasti terjadi.
  • Situasi ini menekan Dolar, namun penguatan Rupiah diperkirakan terbatas karena investor menanti data pekerjaan AS, termasuk NFP. Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp16.600 - Rp16.700 per Dolar AS.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah diperkirakan akan mengalami penguatan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi terjadinya penutupan (shutdown) pemerintah Amerika Serikat (AS) yang diprediksi hampir pasti terjadi.

Situasi ini diperkirakan akan menekan mata uang Dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa shutdown pemerintah terjadi ketika Kongres gagal mencapai kesepakatan mengenai anggaran belanja yang diperlukan untuk operasional pemerintah federal.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap Dolar AS yang tertekan oleh kekhawatiran 'shutdown' pemerintah AS," ujar Lukman di Jakarta, Selasa (30/9/2025), dikutip via Antara.

 Kepala negara AS, Donald Trump, telah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Kongres dari Partai Republik dan Demokrat pada Senin (29/9) waktu setempat.

Pertemuan tersebut bertujuan membahas pendanaan pemerintah menjelang tenggat waktu kritis pada 30 September.

Jika tenggat waktu ini terlewati tanpa disepakatinya resolusi sementara, lembaga-lembaga federal AS berisiko ditutup tanpa batas waktu, karena tahun fiskal baru dimulai 1 Oktober tanpa adanya anggaran yang disahkan.

Trump secara terbuka menyalahkan Partai Demokrat atas kebuntuan negosiasi pendanaan sementara ini, menuduh mereka berupaya memicu shutdown.

Menurut Lukman, jika shutdown terjadi, kegiatan non-esensial pemerintah AS akan berhenti beroperasi. Dampak langsung bagi pasar adalah terancamnya perilisan data-data ekonomi penting karena sebagian besar pekerja federal akan dirumahkan.

baca juga

"Hal ini akan sangat mengganggu kegiatan ekonomi di AS dan memperuncing perseteruan antara Republik dan Demokrat. Semua ini menekan Dolar AS," jelasnya.

Namun demikian, Lukman memperingatkan bahwa penguatan kurs Rupiah diperkirakan akan terbatas. Investor cenderung berada dalam posisi wait and see (menanti dan mengamati) menjelang perilisan serangkaian data pekerjaan AS pada pekan ini, terutama data kunci Non-Farm Payrolls (NFP).

Data NFP diperkirakan akan menunjukkan penambahan sekitar 50 ribu pekerjaan. Meskipun angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya, Lukman menilai jumlah tersebut masih jauh lebih kecil dari kondisi normal, yang biasanya rata-rata di atas 100 ribu.

Berdasarkan kombinasi faktor-faktor ini, kurs Rupiah diprediksi akan bergerak di rentang Rp16.600 - Rp16.700 per Dolar AS. Pada pembukaan perdagangan hari Selasa di Jakarta, nilai tukar Rupiah tercatat sedikit melemah 3 poin atau 0,02 persen, berada di Rp16.683 per Dolar AS, dari penutupan sebelumnya Rp16.680 per Dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Demam, Rupiah Mulai Pulih di Level Rp16.673 terhadap Dolar AS

Sempat Demam, Rupiah Mulai Pulih di Level Rp16.673 terhadap Dolar AS

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 10:11 WIB

Rupiah Ditutup Menguat Senin Sore, Ini Pemicunya

Rupiah Ditutup Menguat Senin Sore, Ini Pemicunya

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 17:20 WIB

Rupiah Mulai Menguat, Sesuai Prediksi Menkeu Purbaya

Rupiah Mulai Menguat, Sesuai Prediksi Menkeu Purbaya

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 13:26 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×