Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Jangan Kaget! Harga Emas Antam Tembus Rp 2.383.000 per Gram Hari Ini

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 15 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Jangan Kaget! Harga Emas Antam Tembus Rp 2.383.000 per Gram Hari Ini
Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).
  • Harga emas Antam meroket Rp 23.000 menjadi Rp 2.383.000 per gram.

  • Emas dunia menguat karena ketegangan dagang AS-Tiongkok meningkat.

  • Keyakinan The Fed pangkas suku bunga juga dorong harga emas.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.383.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu kembali meroket sebesar Rp 23.000 dibandingkan hari Selasa, 14 Oktober 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.232.000 per gram.

Harga buyback itu juga terus merangkak naik Rp 23.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Ilustrasi harga emas Antam hari ini (Zlaáky.cz/Unsplash)
Ilustrasi harga emas Antam hari ini (Zlaáky.cz/Unsplash)

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.241.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.383.000
  • Emas 2 gram Rp 4.706.000
  • Emas 3 gram Rp 7.034.000
  • Emas 5 gram Rp 11.690.000
  • Emas 10 gram Rp 23.325.000
  • Emas 25 gram Rp 58.117.000
  • Emas 50 gram Rp 116.295.000
  • Emas 100 gram Rp 232.512.000
  • Emas 250 gram Rp 581.015.000
  • Emas 500 gram Rp 1.161.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.323.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia ke Level Tertinggi

Harga emas dunia kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (15/10/2025) pagi waktu Asia.

Dikutip dari FXStreet, logam mulia dengan kode XAU/USD naik mendekati level USD 4.165 per ons, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset-aset safe haven di tengah ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Kenaikan harga emas terjadi setelah pasar global kembali dibayangi kekhawatiran atas perang dagang jilid baru antara dua ekonomi terbesar dunia.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan pada Selasa bahwa Presiden AS Donald Trump dapat memberlakukan tarif hingga 100 persen kepada China mulai 1 November, atau bahkan lebih cepat, tergantung langkah Beijing dalam sengketa logam tanah jarang.

Selain itu, kedua negara juga akan mulai mengenakan biaya pelabuhan tambahan kepada perusahaan pelayaran laut pada pekan ini, yang berpotensi memengaruhi berbagai komoditas penting, mulai dari mainan liburan hingga minyak mentah.

AS dijadwalkan mulai mengenakan biaya tersebut pada 14 Oktober, menjadikan jalur laut sebagai medan pertempuran baru dalam eskalasi perang dagang.

Selain ketegangan geopolitik, penguatan harga emas juga didorong oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Oktober.

Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya menyatakan bahwa bank sentral 'berada di jalur yang tepat untuk memangkas suku bunga seperempat poin lagi', meski penutupan sebagian pemerintahan AS belakangan ini telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Menurut perangkat CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) hampir pasti akan dilakukan bulan ini, dengan peluang pemangkasan lanjutan pada Desember.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung menekan biaya peluang memegang emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil sehingga mendukung penguatan harga logam mulia ini.

Pelaku pasar kini menanti pidato dari sejumlah pejabat The Fed pada Rabu, termasuk Stephen Miran, Christopher Waller, dan Jeff Schmid, untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS ke depan.

Namun, FXStreet mencatat bahwa pernyataan bernada hawkish yang mengejutkan dari para pejabat tersebut dapat mengangkat nilai Dolar AS (USD), dan berpotensi menekan harga emas dalam jangka pendek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Terbang Tinggi! Harga Antam Tembus Rp 2.596.000, Cetak Rekor di Pegadaian

Emas Terbang Tinggi! Harga Antam Tembus Rp 2.596.000, Cetak Rekor di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:17 WIB

Harga Emas Antam Terus Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.360.000 per Gram

Harga Emas Antam Terus Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.360.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:24 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi Pegadaian, Tembus Rp 2.565.000

Harga Emas Antam Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi Pegadaian, Tembus Rp 2.565.000

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 07:37 WIB

Terkini

IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi

IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 09:11 WIB

Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan

Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:59 WIB

Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43

Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:49 WIB

Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram

Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global

Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:38 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:33 WIB

Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global

Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:24 WIB

QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara

QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:11 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:56 WIB

Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam

Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:46 WIB