Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Ignasius Jonan Sekarang Menjabat Apa? Ingat Lagi Katanya Soal Kereta Cepat

Husna Rahmayunita

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:03 WIB
Ignasius Jonan Sekarang Menjabat Apa? Ingat Lagi Katanya Soal Kereta Cepat
Ignasius Jonan. [Instagram/@ignasius.jonan]

Suara.com - Nama mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kini disorot setelah negara menanggung banyak utang dampak dari proyek Kereta Cepat Whoosh.

Dulu, Jonan yang juga mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia menolak dengan tegas proyek kerja sama Indonesia-Tiongkok tersebut. Alasannya, proyek tersebut terlalu ambisius untuk jarak Jakarta-Bandung. Kecepatannya pun tidak akan maksimal, dan konsesi yang rancu.

"Soal kereta cepat Jakarta-Bandung, saya yang paling menentang. Itu tidak berkeadilan," ujarnya pada 2014 saat masih menjadi Dirut KAI.

Lantas, setelah tidak lagi berada di pemerintahan, Ignasius Jonan sekarang menjabat apa?

Ditunjang dengan segudang pengalaman, Ignasius Jonan kini aktif di dunia korporasi. Dia menjabat sebagai Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk, Chairman dan Komisaris Independen PT Anabatic Technologies, Komisaris Independen PT United Tractors, dan Ketua Dewan Pengawas Marsh Indonesia.

Situs resmi United Tractors menampilkan profil Ignasius Jonan sebagai Komisaris Independen. Dia diangkat sebagai Komisaris Independen Perusahaan berdasarkan Keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 25 April 2025.

Disaat hari ulang tahun Perpenka ke-53  (Instagram.com/Ignasius.Jonan)
Disaat hari ulang tahun Perpenka ke-53 (Instagram.com/Ignasius.Jonan)

Saat ini Jonan menjabat sebagai komisaris di beberapa perusahaan, antara lain, sebagai Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk, Ketua dan Komisaris Independen PT Anabatic Technologies Tbk, serta Ketua Marsh Indonesia.

Jonan juga pernah menjabat sebagai Direktur Citigroup Private Equity (1999–2001), Chief Executive Officer PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (2001–2006), Managing Director Citigroup Investment Banking (2006–2008), Chief Executive Officer PT Kereta Api Indonesia (2009–2014), Menteri Perhubungan Republik Indonesia (2014–2016), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2016–2019).

Jonan diketahui tidak memiliki afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi, maupun pemegang saham utama dan pengendali.

Dari riwayat pendidikan, Jonan yang lahir pada 1963 menyelesaikan pendidikan di Universitas Airlangga Surabaya dengan gelar sarjana akuntansi. Jonan kemudian melanjutkan studi di Fletcher School of Law and Diplomacy dalam bidang Hubungan dan Urusan Internasional dimana beliau memperoleh gelar Master of Arts.

Di Instagram, Jonan kerap membagikan momen-momen dirinya melakukan kegiatan sosial dengan mengunjungi panti asuhan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Baginya, mendatangi tempat untuk anak-anak bisa mendatangkan kebahagiaan. Dia juga mengunjungi tempat-tempat ikonik bagi penganut agama Katolik, termasuk tempat ibadah dan rumah sakit.

Nasib Kereta Cepat Kini

Setelah disebut tak akan balik modal dalam waktu cepat, kini kereta cepat menghadapi masalah baru. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan APBN untuk membayar utang Kereta Cepat.

Langkah ini didukung oleh mantan Menteri Polhukam, Mahfud MD. Whoosh dibangun dengan total nilai investasi setera USD 7,2 miliar atau Rp116,54 triliun. Nilai investasi ini bengkak dari penawaran awal Tiongkok senilai USD 5,13 miliar.

Walau demikian, Menteri Purbaya bersikukuh bahwa Danantara masih mampu membayar utang Kereta Cepat. Purbaya menyebut kalau dirinya sudah berkonsultasi dengan CEO Danantara Rosan Roeslani terkait penyelesaian utang Whoosh. Ia menilai kalau skema pembayaran sejauh ini tidak ada masalah.

“Mereka (Danantara) akan purpose ke kita seperti apa. Ya kira-kira nanti kita tunggu deh seperti apa studinya. Tapi yang jelas, saya tanya ke beliau (Rosan) tadi, apakah di klausulnya yang bayar harus pemerintah?" kata Purbaya, dikutip dari Antara Kamis (16/10/2025).

Sebagai informasi, Danantara mampu membayar utang Whoosh karena disebut masih menerima dividen BUMN sekitar Rp90 triliun. Nilai itu masih cukup apabila digunakan untuk menutupi bunga tahunan KCIC senilai Rp2 triliun. Nilai dividen itu juga akan meningkat setiap tahunnya.

"Sudah saya sampaikan, karena kan Danantara terima dividen dari BUMN hampir Rp 80 triliun-Rp 90 triliun. Itu cukup untuk menutupi sekitar Rp2 triliun (bunga) bayaran tahunan untuk KCIC,” imbuhnya.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan? Buka-bukaan soal Polemik Utang Whoosh Rp119,35 Triliun

Berapa Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan? Buka-bukaan soal Polemik Utang Whoosh Rp119,35 Triliun

Lifestyle | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 18:46 WIB

Bos Danantara Tegaskan Belum Ada Opsi yang Diambil dalam Pelunasan Utang Kereta Cepat

Bos Danantara Tegaskan Belum Ada Opsi yang Diambil dalam Pelunasan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 18:10 WIB

Raut Wajah Jokowi Berubah Saat Ditanya Utang Whoosh: Apa yang Terjadi?

Raut Wajah Jokowi Berubah Saat Ditanya Utang Whoosh: Apa yang Terjadi?

News | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 15:37 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:28 WIB

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:55 WIB

Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan

Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:15 WIB

Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I

Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:54 WIB

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:37 WIB

Ancaman Siber Bergeser ke Pengguna, Indodax Gencarkan Edukasi Anti-Phishing

Ancaman Siber Bergeser ke Pengguna, Indodax Gencarkan Edukasi Anti-Phishing

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:00 WIB

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:45 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB

Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:21 WIB