Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Emas Langka di Pasaran! Antam Ungkap Penyebabnya

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 22 Oktober 2025 | 06:57 WIB
Emas Langka di Pasaran! Antam Ungkap Penyebabnya
Seorang pegawai memegang emas batangan produksi Antam [Antara]
  • Permintaan emas meningkat terus!
  • Antam persiapkan buyback dan kerjasama untuk tambah stok.
  • Aset emas banyak dilirik karena aset safe haven.

Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mengambil langkah strategis untuk mengatasi ketersediaan produk Logam Mulia di pasaran yang dilaporkan relatif terbatas.

Perusahaan menyatakan sedang memperkuat mekanisme pembelian kembali (buyback) dari masyarakat dan aktif menjalin kolaborasi dengan perusahaan tambang emas di dalam negeri.

Wisnu Danandi, Corporate Secretary ANTAM, menyampaikan bahwa melalui upaya ini, ANTAM berharap dapat memberikan akses yang lebih mudah, aman, transparan, dan nyaman bagi masyarakat yang ingin bertransaksi produk emas Logam Mulia.

Penyebab Stok Terbatas dan Strategi Penguatan Pasokan

Belakangan, minat pasar terhadap emas meningkat cukup tinggi. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga sejumlah negara lain seperti Inggris dan India.

Hal ini tidak lepas dari emas yang dianggap aset safe haven yang cenderung stabil saat ekonomi tidak stabil.

Wisnu menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab terbatasnya stok Logam Mulia di pasaran adalah adanya penyesuaian yang sedang dilakukan perusahaan.

Penyesuaian ini bertujuan untuk menyempurnakan tata kelola sourcing (pengadaan) demi memastikan kelancaran administrasi dan meningkatkan kenyamanan transaksi bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, ANTAM mengintensifkan dua langkah utama:

  1. Penguatan Mekanisme Buyback: Memperkuat mekanisme pembelian kembali bagi masyarakat yang ingin menjual emasnya untuk kebutuhan lain.
  2. Kolaborasi Sourcing Hulu: Secara aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang emas dalam negeri untuk membeli hasil produksi mereka.

Wisnu menambahkan bahwa saat ini semakin banyak perusahaan tambang emas yang memilih menjual hasil produksinya ke ANTAM alih-alih mengekspor.

Hal ini dinilai memberikan nilai tambah bagi ketahanan ekonomi nasional dan mendukung ketersediaan emas di dalam negeri.

Kekurangan pasokan emas ANTAM ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dan berkurangnya pasokan dari salah satu pemasok dalam negeri akibat longsornya tambang emas PT Freeport.

ANTAM yang merupakan anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, juga menyampaikan harapannya terkait kebijakan pasokan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) untuk komoditas emas.

Pihaknya berharap DMO dapat diatur secara adil agar penambang dan pengolah emas memperoleh kepastian usaha serta nilai ekonomi yang seimbang.

“Kebijakan DMO diharapkan disusun dengan prinsip yang transparan dan berkeadilan, sehingga seluruh pelaku di rantai pasok dapat berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan industri emas nasional,” ujar Corporate Secretary Division Head ANTAM Wisnu Danandi Haryanto dalam keterangannya yang dikutip via Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Naik Hampir Rp 100 Ribu: Antam Tembus Rp 2.736.000 per Gram di Pegadaian

Harga Emas Naik Hampir Rp 100 Ribu: Antam Tembus Rp 2.736.000 per Gram di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 06:33 WIB

Harga Emas Antam Terbang Lagi, Hari Ini Capai Rp 2.487.000 per Gram

Harga Emas Antam Terbang Lagi, Hari Ini Capai Rp 2.487.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 08:53 WIB

Harga Emas Dunia Melonjak, Warga 'Rebutan' Beli Aset Safe Haven

Harga Emas Dunia Melonjak, Warga 'Rebutan' Beli Aset Safe Haven

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 07:23 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB