Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 446,55 Triliun, Gimana Peluang dan Tantangannya?

Achmad Fauzi

Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:11 WIB
Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 446,55 Triliun, Gimana Peluang dan Tantangannya?
Kripto (Foto: Antara)
baca 10 detik
  • Transaksi kripto tembus Rp446,55 triliun, cerminkan kepercayaan publik.

  • Pasar derivatif melonjak 118 persen tunjukkan investor makin matang.

  • Pelaku industri tekankan literasi, regulasi adaptif, dan perlindungan investor.

Suara.com - Pasar aset kripto di Indonesia terus menunjukkan geliat positif sepanjang 2025. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total nilai transaksi aset kripto, termasuk pasar spot dan derivatif telah menembus Rp446,55 triliun hingga September 2025.

Angka ini mencerminkan pesatnya perkembangan ekosistem digital nasional sekaligus meningkatnya kepercayaan publik terhadap aset kripto sebagai instrumen investasi alternatif.

Secara lebih rinci, pasar spot mencatat transaksi sebesar Rp136,31 triliun pada kuartal III 2025, naik 16 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp 117,52 triliun. Sementara itu, pasar derivatif tumbuh jauh lebih cepat, menembus Rp 52,71 triliun atau meningkat 118 persen dibandingkan kuartal II 2025.

Ilustrasi [Pixabay/vjkombajn]
Ilustrasi [Pixabay/vjkombajn]

Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa investor Indonesia mulai memahami instrumen derivatif untuk strategi hedging dan diversifikasi portofolio. Dengan jumlah pengguna aktif mencapai 18,08 juta per Agustus 2025, pasar kripto kini semakin menjangkau berbagai kalangan, dari investor pemula hingga institusional.

Data internal Indodax memperkuat tren positif ini. Volume transaksi sepanjang tahun berjalan (YTD) hingga 20 Oktober 2025 mencapai Rp 164,2 triliun, naik 93,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyebut peningkatan transaksi ini bukan sekadar soal angka, melainkan cerminan kepercayaan publik terhadap ekosistem investasi kripto yang kian matang.

"Pertumbuhan pasar kripto bukan hanya soal angka transaksi. Ini merupakan cerminan dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme investasi kripto yang aman dan transparan. Literasi serta pemahaman risiko menjadi fondasi utama agar investor dapat mengambil keputusan secara rasional," ujar Antony di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Menurut Antony, faktor diversifikasi produk dan layanan turut memperkuat perkembangan industri ini. Kehadiran tokenisasi aset riil, stablecoin lokal, hingga instrumen derivatif memberi peluang baru dalam pengelolaan portofolio dan inovasi finansial.

"Pasar derivatif yang tumbuh signifikan bukan sekadar angka. Ini adalah indikator bahwa investor mulai mencari alat yang lebih fleksibel untuk memaksimalkan peluang. Pendewasaan ini menandai ekosistem yang semakin sehat," tambahnya.

baca juga

Namun, di balik peluang besar tersebut, Antony menyoroti pentingnya regulasi adaptif dan pengawasan ketat terhadap platform ilegal agar kepercayaan publik tetap terjaga.

"Industri aset kripto hanya akan memberikan multiplier effect bagi ekonomi nasional jika semua pemangku kepentingan, termasuk regulator dan pelaku pasar, bekerja sama supaya semua pihak punya kesempatan yang sama dan transparan," jelasnya.

Selain faktor domestik, Antony menyebut kondisi global seperti kebijakan moneter The Fed dan ketegangan dagang AS–Tiongkok turut memengaruhi volatilitas aset kripto. Oleh karena itu, kesadaran investor terhadap risiko global menjadi bagian penting dari literasi finansial modern.

"Investor yang cerdas harus selalu adaptif terhadap fluktuasi global. Kesadaran ini merupakan bagian dari literasi finansial modern yang kami dorong, agar keputusan investasi lebih strategis dan tidak semata mengikuti sentimen pasar," kata Antony.

Dari sisi teknologi, penguatan infrastruktur digital juga menjadi fokus utama agar transaksi berjalan aman dan efisien di tengah lonjakan volume perdagangan.

"Kami terus memperkuat infrastruktur digital untuk menangani beban transaksi tinggi sekaligus memberikan pengalaman pengguna yang optimal. Ini menjadi keunggulan kompetitif bagi pasar lokal,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadir di Indodax dan Bittime, Token Palapa Catatkan Pertumbuhan hingga 543.05%

Hadir di Indodax dan Bittime, Token Palapa Catatkan Pertumbuhan hingga 543.05%

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:24 WIB

Ripple Labs Siapkan Dana Rp 16 Triliun untuk Borong XRP

Ripple Labs Siapkan Dana Rp 16 Triliun untuk Borong XRP

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:00 WIB

Studi UI Ungkap Industri Kripto Berpotensi Ciptakan 1,22 Juta Lapangan Kerja

Studi UI Ungkap Industri Kripto Berpotensi Ciptakan 1,22 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 10:51 WIB

Terkini

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:16 WIB

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban

Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:05 WIB

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:58 WIB

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:55 WIB