Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 446,55 Triliun, Gimana Peluang dan Tantangannya?

Achmad Fauzi

Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:11 WIB
Transaksi Aset Kripto Tembus Rp 446,55 Triliun, Gimana Peluang dan Tantangannya?
Kripto (Foto: Antara)
baca 10 detik
  • Transaksi kripto tembus Rp446,55 triliun, cerminkan kepercayaan publik.

  • Pasar derivatif melonjak 118 persen tunjukkan investor makin matang.

  • Pelaku industri tekankan literasi, regulasi adaptif, dan perlindungan investor.

Suara.com - Pasar aset kripto di Indonesia terus menunjukkan geliat positif sepanjang 2025. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total nilai transaksi aset kripto, termasuk pasar spot dan derivatif telah menembus Rp446,55 triliun hingga September 2025.

Angka ini mencerminkan pesatnya perkembangan ekosistem digital nasional sekaligus meningkatnya kepercayaan publik terhadap aset kripto sebagai instrumen investasi alternatif.

Secara lebih rinci, pasar spot mencatat transaksi sebesar Rp136,31 triliun pada kuartal III 2025, naik 16 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp 117,52 triliun. Sementara itu, pasar derivatif tumbuh jauh lebih cepat, menembus Rp 52,71 triliun atau meningkat 118 persen dibandingkan kuartal II 2025.

Ilustrasi [Pixabay/vjkombajn]
Ilustrasi [Pixabay/vjkombajn]

Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa investor Indonesia mulai memahami instrumen derivatif untuk strategi hedging dan diversifikasi portofolio. Dengan jumlah pengguna aktif mencapai 18,08 juta per Agustus 2025, pasar kripto kini semakin menjangkau berbagai kalangan, dari investor pemula hingga institusional.

Data internal Indodax memperkuat tren positif ini. Volume transaksi sepanjang tahun berjalan (YTD) hingga 20 Oktober 2025 mencapai Rp 164,2 triliun, naik 93,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyebut peningkatan transaksi ini bukan sekadar soal angka, melainkan cerminan kepercayaan publik terhadap ekosistem investasi kripto yang kian matang.

"Pertumbuhan pasar kripto bukan hanya soal angka transaksi. Ini merupakan cerminan dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme investasi kripto yang aman dan transparan. Literasi serta pemahaman risiko menjadi fondasi utama agar investor dapat mengambil keputusan secara rasional," ujar Antony di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Menurut Antony, faktor diversifikasi produk dan layanan turut memperkuat perkembangan industri ini. Kehadiran tokenisasi aset riil, stablecoin lokal, hingga instrumen derivatif memberi peluang baru dalam pengelolaan portofolio dan inovasi finansial.

"Pasar derivatif yang tumbuh signifikan bukan sekadar angka. Ini adalah indikator bahwa investor mulai mencari alat yang lebih fleksibel untuk memaksimalkan peluang. Pendewasaan ini menandai ekosistem yang semakin sehat," tambahnya.

baca juga

Namun, di balik peluang besar tersebut, Antony menyoroti pentingnya regulasi adaptif dan pengawasan ketat terhadap platform ilegal agar kepercayaan publik tetap terjaga.

"Industri aset kripto hanya akan memberikan multiplier effect bagi ekonomi nasional jika semua pemangku kepentingan, termasuk regulator dan pelaku pasar, bekerja sama supaya semua pihak punya kesempatan yang sama dan transparan," jelasnya.

Selain faktor domestik, Antony menyebut kondisi global seperti kebijakan moneter The Fed dan ketegangan dagang AS–Tiongkok turut memengaruhi volatilitas aset kripto. Oleh karena itu, kesadaran investor terhadap risiko global menjadi bagian penting dari literasi finansial modern.

"Investor yang cerdas harus selalu adaptif terhadap fluktuasi global. Kesadaran ini merupakan bagian dari literasi finansial modern yang kami dorong, agar keputusan investasi lebih strategis dan tidak semata mengikuti sentimen pasar," kata Antony.

Dari sisi teknologi, penguatan infrastruktur digital juga menjadi fokus utama agar transaksi berjalan aman dan efisien di tengah lonjakan volume perdagangan.

"Kami terus memperkuat infrastruktur digital untuk menangani beban transaksi tinggi sekaligus memberikan pengalaman pengguna yang optimal. Ini menjadi keunggulan kompetitif bagi pasar lokal,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadir di Indodax dan Bittime, Token Palapa Catatkan Pertumbuhan hingga 543.05%

Hadir di Indodax dan Bittime, Token Palapa Catatkan Pertumbuhan hingga 543.05%

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:24 WIB

Ripple Labs Siapkan Dana Rp 16 Triliun untuk Borong XRP

Ripple Labs Siapkan Dana Rp 16 Triliun untuk Borong XRP

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:00 WIB

Studi UI Ungkap Industri Kripto Berpotensi Ciptakan 1,22 Juta Lapangan Kerja

Studi UI Ungkap Industri Kripto Berpotensi Ciptakan 1,22 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 10:51 WIB

Terkini

Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik

Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia

Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok

Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:26 WIB

Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi

Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital

Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu

Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu

Bali | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci

Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:19 WIB

Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram

Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra

Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 20:14 WIB

×