Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas Antam Lebih Murah Rp 15.000, Berikut Daftar Harganya

Achmad Fauzi

Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:13 WIB
Emas Antam Lebih Murah Rp 15.000, Berikut Daftar Harganya
Emas Antam bergambar kerbau. (Dok: Antam)
baca 10 detik
  • Harga emas Antam dan buyback merosot Rp 15.000 hari ini.

  • Emas dunia terkoreksi tajam karena meredanya ketegangan AS-China.

  • Investor menanti keputusan The Fed terkait kebijakan suku bunga hari ini.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 29 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.267.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas antam itu terus-terus merosot sebesar Rp 15.000 dibandingkan hari Selasa, 27 Oktober 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.132.000 per gram.

Harga buyback itu juga terjungkal Rp 15.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senlasa kemarin.

Seorang pegawai memegang emas batangan produksi Antam [Antara]
Seorang pegawai memegang emas batangan produksi Antam [Antara]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.183.500
  • Emas 1 Gram Rp 2.267.000
  • Emas 2 gram Rp 4.474.000
  • Emas 3 gram Rp 6.686.000
  • Emas 5 gram Rp 11.110.000
  • Emas 10 gram Rp 22.160.000
  • Emas 25 gram Rp 55.287.000
  • Emas 50 gram Rp 110.495.000
  • Emas 100 gram Rp 220.912.000
  • Emas 250 gram Rp 552.015.000
  • Emas 500 gram Rp 1.103.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.207.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Terkoreksi Tajam

Harga emas dunia kembali terkoreksi tajam pada awal perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu Asia. Dikutip dari FXStreet, logam mulia dengan kode perdagangan XAU/USD ini jatuh ke level terendah dalam tiga minggu terakhir di kisaran USD 3.950 per ons troi.

Penurunan harga emas dipicu oleh meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang mengurangi minat investor terhadap aset safe haven. Harapan akan kemajuan dalam perundingan kedua negara membuat pelaku pasar beralih ke aset berisiko yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

baca juga

"Ketegangan perdagangan AS–China telah mereda, dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan perdagangan akhir pekan ini setelah pertemuan puncak antara Presiden Xi dan Trump. Hal ini berdampak negatif bagi logam mulia," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, dikutip dari FXStreet.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dagang dengan China dapat tercapai dalam beberapa hari mendatang. Pejabat dari kedua negara juga menyebut telah mencapai konsensus awal yang akan difinalisasi dalam pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Kamis mendatang.

Selain faktor geopolitik, tekanan pada emas juga datang dari aksi ambil untung setelah reli panjang yang membawa harga ke rekor tertingginya beberapa waktu lalu. Investor kini memilih menahan posisi sambil menunggu keputusan Federal Reserve (The Fed) terkait kebijakan suku bunga yang dijadwalkan diumumkan pada hari yang sama.

Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps), yang akan menurunkan target suku bunga dana federal menjadi 3,75–4,00 persen.

Menurut alat pantau CME FedWatch, pasar memperkirakan hampir 100 persen kemungkinan bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga menjadi penurunan kedua secara berturut-turut setelah langkah serupa pada September lalu.

Meskipun harga emas saat ini melemah, analis menilai prospek logam mulia masih cukup solid dalam jangka menengah. Suku bunga yang lebih rendah berpotensi menekan biaya peluang dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga dapat kembali mendukung harga di kemudian hari.

Dengan pasar global menunggu arah kebijakan moneter The Fed dan hasil perundingan dagang AS–China, pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan volatil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Hari Ini Turun: Antam Belum Tersedia, Galeri 24 dan UBS Anjlok!

Harga Emas Hari Ini Turun: Antam Belum Tersedia, Galeri 24 dan UBS Anjlok!

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:12 WIB

Emas Antam Runtuh, Hari ini Harganya Lebih Murah Jadi Rp 2.287.000 per Gram

Emas Antam Runtuh, Hari ini Harganya Lebih Murah Jadi Rp 2.287.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 09:40 WIB

Harga Emas Turun Lagi Hari Ini: Galeri 24 dan UBS Melemah, Antam 'Hilang' di Pegadaian

Harga Emas Turun Lagi Hari Ini: Galeri 24 dan UBS Melemah, Antam 'Hilang' di Pegadaian

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 07:55 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×