Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Korban PHK Masih Sumbang Ratusan Ribu Pengangguran! Industri Pengolahan Paling Parah

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 05 November 2025 | 15:10 WIB
Korban PHK Masih Sumbang Ratusan Ribu Pengangguran! Industri Pengolahan Paling Parah
Para pencari kerja di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (24/1). Foto Suara.com
baca 10 detik
  • BPS merilis data yang menunjukkan tingginya dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pasar tenaga kerja.
  • BPS melaporkan bahwa 0,77 persen dari total pengangguran pada Agustus 2025 merupakan korban PHK yang terjadi setahun terakhir.
  • Mengingat total pengangguran mencapai 7,46 juta orang, angka 0,77 persen tersebut setara dengan lebih dari 57.000 orang yang terpaksa kehilangan pekerjaan.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data yang menunjukkan tingginya dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pasar tenaga kerja.

BPS melaporkan bahwa 0,77 persen dari total pengangguran pada Agustus 2025 merupakan korban PHK yang terjadi setahun terakhir.

Mengingat total pengangguran mencapai 7,46 juta orang, angka 0,77 persen tersebut setara dengan lebih dari 57.000 orang yang terpaksa kehilangan pekerjaan.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa imbas PHK ini paling banyak berasal dari sektor-sektor kunci ekonomi.

"Pengangguran yang terkena PHK paling banyak berasal dari industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan," kata Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Selain korban PHK, BPS merinci kategori pengangguran lain yang menunjukkan masalah struktural di pasar kerja diantaranya pengangguran yang paling besar kedua adalah lulusan baru (fresh graduate) yang belum terserap pasar kerja, mencapai 14,58 persen dari total pengangguran.

Sementara kategori yang paling mendominasi adalah pengangguran jangka panjang, yaitu mereka yang telah mencari kerja selama lebih dari setahun, mencapai angka mencengangkan yakni 31,08 persen.

Sedangkan sebanyak 9,07 persen di antaranya adalah orang yang sudah diterima bekerja atau sudah memiliki usaha, namun belum efektif memulai aktivitasnya dan masih dicatat sebagai pengangguran.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuma Mampu Kurangi Pengangguran 4.000 Orang, BPS Rilis Data yang Bikin Kening Prabowo Berkerut

Cuma Mampu Kurangi Pengangguran 4.000 Orang, BPS Rilis Data yang Bikin Kening Prabowo Berkerut

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 14:30 WIB

Rugi Triliunan! Emiten Grup Djarum, Blibli PHK 270 Karyawan

Rugi Triliunan! Emiten Grup Djarum, Blibli PHK 270 Karyawan

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 14:09 WIB

Pengeluaran Riil Orang RI Hanya Rp12,8 Juta Per Tahun

Pengeluaran Riil Orang RI Hanya Rp12,8 Juta Per Tahun

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 13:57 WIB

Terkini

Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!

Kata Prabowo: Banyak Petani RI Liburan ke Luar Negeri!

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:58 WIB

Emiten Mark Dynamics Optimis Kinerja Kuartal I Tumbuh di Tengah Pemulihan Industri Sarung Tangan

Emiten Mark Dynamics Optimis Kinerja Kuartal I Tumbuh di Tengah Pemulihan Industri Sarung Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:45 WIB

Tan Kian Pernah Dikaitkan Kasus Asabri, Taipan Properti yang Viral Lelang Jam Rp106 Miliar

Tan Kian Pernah Dikaitkan Kasus Asabri, Taipan Properti yang Viral Lelang Jam Rp106 Miliar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:43 WIB

Kebijakan Baru Perdagangan Karbon Bikin Investor Kembali Melirik Indonesia, Ini Alasannya

Kebijakan Baru Perdagangan Karbon Bikin Investor Kembali Melirik Indonesia, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:26 WIB

Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?

Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:25 WIB

Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas

Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:22 WIB

IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?

IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:20 WIB

Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya

Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:10 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Ramai-ramai Jual Saham Big Caps

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Ramai-ramai Jual Saham Big Caps

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:02 WIB

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

×