Cuma Mampu Kurangi Pengangguran 4.000 Orang, BPS Rilis Data yang Bikin Kening Prabowo Berkerut

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 05 November 2025 | 14:30 WIB
Cuma Mampu Kurangi Pengangguran 4.000 Orang, BPS Rilis Data yang Bikin Kening Prabowo Berkerut
Presiden Prabowo Subianto saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-28 ASEAN Plus Three (APT) yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Senin, (27/10/2025). [Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis hari ini, Rabu (5/11/2025), menunjukkan bahwa upaya penyerapan tenaga kerja nasional berjalan sangat lambat.
  • BPS melaporkan bahwa jumlah pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2025 hanya berkurang tipis 4.000 orang jika dibandingkan posisi Agustus 2024.
  •  Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, mengumumkan bahwa total pengangguran saat ini berada di angka 7,46 juta orang.

Suara.com - Komitmen menciptakan lapangan kerja produktif di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan tajam.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis hari ini, Rabu (5/11/2025), menunjukkan bahwa upaya penyerapan tenaga kerja nasional berjalan sangat lambat.

BPS melaporkan bahwa jumlah pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2025 hanya berkurang tipis 4.000 orang jika dibandingkan posisi Agustus 2024. Artinya, dalam setahun masa pemerintahan, dampak signifikan terhadap penyediaan pekerjaan formal yang ideal belum terasa.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, mengumumkan bahwa total pengangguran saat ini berada di angka 7,46 juta orang.

“Angkatan kerja yang tidak terserap menjadi pengangguran sebesar 7,46 juta orang atau menurun sekitar 4.000 orang dibandingkan bulan Agustus 2024,” terang Edy.

Data ini terasa ironis mengingat laju pertumbuhan penduduk usia kerja sangat tinggi. BPS mencatat, jumlah penduduk usia kerja meningkat 2,80 juta orang dalam setahun terakhir, dengan total angkatan kerja yang bertambah 1,89 juta orang.

Meskipun tercatat ada penambahan 1,90 juta orang yang bekerja, peningkatan ini didominasi oleh jenis pekerjaan yang kurang stabil, menjadi tanda tanya besar bagi kualitas penyerapan tenaga kerja di bawah kepemimpinan baru.

Secara rinci pekerja paruh waktu melonjak drastis hingga 1,66 juta orang. Sementara itu, jumlah pekerja penuh yang menjadi indikator pekerjaan berkualitas hanya bertambah tipis 0,20 juta orang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saya Tanggung Jawab! Prabowo Ambil Alih Utang Whoosh, Sindir Jokowi?

Saya Tanggung Jawab! Prabowo Ambil Alih Utang Whoosh, Sindir Jokowi?

News | Rabu, 05 November 2025 | 14:01 WIB

Pengeluaran Riil Orang RI Hanya Rp12,8 Juta Per Tahun

Pengeluaran Riil Orang RI Hanya Rp12,8 Juta Per Tahun

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 13:57 WIB

Angka Pengangguran Indonesia Tembus 7,46 Juta, Cuma Turun 4.000 Orang Setahun!

Angka Pengangguran Indonesia Tembus 7,46 Juta, Cuma Turun 4.000 Orang Setahun!

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 13:43 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×