Audit Ketat dan Suntik Mati Dapur 'Nakal': Bagaimana Nasib Program Makan Bergizi Gratis?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 13 November 2025 | 07:57 WIB
Audit Ketat dan Suntik Mati Dapur 'Nakal': Bagaimana Nasib Program Makan Bergizi Gratis?
Ilustrasi Dapur MBG (Instagram)
  • Program Makan Bergizi Gratis per 7 November 2025 telah menjangkau 41,3 juta penerima.
  • Pemerintah kini fokus pada audit dan standar keselamatan pangan ketat bagi SPPG.
  • Dapur sentral yang beroperasi wajib mengantongi SLHS dan melayani maksimal 2.500 porsi harian.

Suara.com - Program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan kemajuan dalam jangkauan penerima manfaat, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan implementasi, terutama terkait infrastruktur dapur sentral.

Hingga tanggal 7 November 2025, program MBG tercatat telah menjangkau 41,3 juta penerima. Angka ini mendekati setengah dari target tahunan penuh, namun masih berada di bawah target awal 51 juta penerima yang ditetapkan untuk September.

Meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan cakupan—dari penambahan 15,3 juta penerima pada Agustus menjadi 7 juta pada September, dan kemudian meningkat kembali menjadi 9,6 juta pada Oktober—diasumsikan laju penambahan penerima baru yang lebih realistis sekitar 10 juta per bulan.

Dengan asumsi ini, total cakupan MBG diperkirakan akan mencapai sekitar 60 juta penerima pada akhir tahun ini, dengan implementasi penuh secara nasional diperkirakan tercapai pada Maret 2026.

Salah satu aspek yang mengalami kendala adalah peluncuran Dapur Sentral atau Satuan Penyedia Pangan Gratis (SPPG). Saat ini, baru 14.483 fasilitas yang beroperasi, yang hanya mencapai 48% dari target yang ditetapkan.

Jumlah ini diperkirakan tidak akan meningkat secara material hingga akhir tahun karena fokus pemerintah telah bergeser dan kini diprioritaskan pada aspek keselamatan pangan.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah secara resmi menutup portal pendaftaran SPPG dan kini tengah melakukan audit terhadap aplikasi yang sudah masuk.

Audit ini bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian lokasi, kapasitas, dan kepatuhan terhadap standar operasional yang ketat.

Untuk memperkuat keselamatan pangan, BGN mewajibkan semua SPPG yang aktif untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dalam waktu satu bulan.

Fasilitas yang gagal memenuhi kepatuhan ini akan dikenakan sanksi berupa penangguhan operasional sementara.

Kapasitas SPPG juga kini direvisi, di mana setiap dapur sentral kini melayani maksimum 2.500 porsi per hari untuk menjaga standar keamanan pangan.

Berdasarkan pemeriksaan langsung di lapangan (on-the-ground checks), operasi SPPG menunjukkan kelancaran yang lebih baik dan pencairan dana yang stabil.

Setiap dapur sentral dilaporkan mampu mempekerjakan sekitar 45 hingga 47 pekerja lokal, yang secara langsung berkontribusi pada dukungan pendapatan rumah tangga di wilayah tersebut.

Pilihan protein dalam menu MBG juga tercatat konsisten. Ayam tetap menjadi protein utama dan disajikan 2-3 kali seminggu, sementara susu didistribusikan sekali seminggu.

Menu secara fleksibel dapat disesuaikan dengan telur ketika terjadi lonjakan harga pada komoditas ayam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Kekenyangan, Tiga Alasan Ini Bikin Siswa Ogah Habiskan Makan Bergizi Gratis

Bukan Kekenyangan, Tiga Alasan Ini Bikin Siswa Ogah Habiskan Makan Bergizi Gratis

News | Rabu, 12 November 2025 | 20:52 WIB

Gaji Petugas MBG Telat, Kepala BGN Janji Bakal Tuntaskan Pekan Ini

Gaji Petugas MBG Telat, Kepala BGN Janji Bakal Tuntaskan Pekan Ini

News | Rabu, 12 November 2025 | 17:56 WIB

Berapa Gaji Petugas MBG? Kabarnya Belum Dibayar, Ini Penjelasan BGN

Berapa Gaji Petugas MBG? Kabarnya Belum Dibayar, Ini Penjelasan BGN

Lifestyle | Rabu, 12 November 2025 | 17:07 WIB

Terkini

IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900

IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 09:13 WIB

BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran

BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 09:00 WIB

Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini

Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:24 WIB

Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia

Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:06 WIB

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:01 WIB

Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU

Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 07:01 WIB

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 06:53 WIB

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB