Bukan Kekenyangan, Tiga Alasan Ini Bikin Siswa Ogah Habiskan Makan Bergizi Gratis

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 12 November 2025 | 20:52 WIB
Bukan Kekenyangan, Tiga Alasan Ini Bikin Siswa Ogah Habiskan Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan survei yang dilakukan KPAI bersama Wahana Visi Indonesia, 1 dari 3 anak enggan habiskan makanan jatah MBG. [Instagram]
  • Banyak anak tidak menghabiskan Makan Bergizi Gratis karena menu, rasa, dan kesegaran tidak sesuai.
  • Sebanyak 35,6 persen anak mengaku tidak menghabiskan jatah makan karena sudah kenyang atau makanan basi.
  • Jadwal distribusi yang terlambat dan menu monoton menjadi keluhan utama dari para siswa penerima.

Suara.com - Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan fakta mengejutkan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, terungkap fenomena yang janggal, yakni banyak siswa mengaku tidak menghabiskan jatah makanan yang mereka terima.

Alasan yang mendasarinya bervariasi, mulai dari menu yang dinilai kurang cocok dengan selera, kondisi makanan yang tidak lagi segar, hingga waktu distribusi yang tidak selaras dengan jam makan ideal anak.

“Selama ini, kita lebih sering mendengar perspektif dari orang dewasa mengenai MBG. Melalui kajian ini, kami ingin mendengar apa yang disuarakan anak. Kami berharap peluncuran kajian yang disampaikan hari ini bisa menjadi masukan bagi perbaikan pelaksanaan program MBG ke depannya,” kata Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (12/11/2025).

Kajian tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan peneliti anak melalui metode Child Led Research (CLR) dan Survei Suara Anak pada periode 11 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Penilitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskripsi yang melibatkan 2.241 responden dari 12 provinsi. Setelah divalidasi, ada 1.624 data yang dinyatakan valid untuk dianalisis lebih lanjut.

Hasil dari Child Led Research tersebut secara spesifik mengidentifikasi menu yang kurang variatif dan makanan yang terkadang tidak segar sebagai penyebab utama MBG tidak dihabiskan.

Lebih jauh, ditemukan kasus anak dengan alergi tidak dapat mengonsumsi menu yang disediakan, serta keluhan mengenai makanan yang terlalu lama disimpan sebelum didistribusikan.

Data dari Survei Suara Anak memperkuat temuan ini, di mana sebanyak 572 anak atau 35,6 persen responden mengonfirmasi pernah tidak menghabiskan makanan mereka.

Alasan yang paling dominan adalah karena sudah merasa kenyang (114 anak) dan kondisi makanan yang basi atau berbau (112 anak).

Selain itu, 95 anak menyatakan rasa makanan tidak enak, 87 anak memiliki alasan lainnya, 51 anak menilai rasanya hambar, dan 46 anak secara terang-terangan tidak menyukai menu yang disajikan.

“Karena porsinya agak banyak untukku (karena aku cewek), tapi mungkin untuk teman-temanku yang cowok porsinya itu pas, juga karena kita itu kadang telat diberikan MBG-nya, kadang dikasih jam 10-an, kadang jam 11-an, di jam-jam itu kita udah kenyang karena habis jajan, makanya nggak habis,” ujar salah satu responden anak yang identitasnya disamarkan.

Evaluasi tidak berhenti di situ. Sekitar 52 persen responden menyarankan adanya peningkatan mutu, baik dari segi bahan baku maupun proses pengolahan makanan.

Keluhan lain yang mencuat adalah penggunaan wadah plastik sekali pakai serta jadwal distribusi yang tidak konsisten.

Sejumlah 33,5 persen anak menyoroti variasi menu yang monoton, diikuti oleh 22,1 persen yang mengkritik ketidaktepatan waktu penyaluran makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaji Petugas MBG Telat, Kepala BGN Janji Bakal Tuntaskan Pekan Ini

Gaji Petugas MBG Telat, Kepala BGN Janji Bakal Tuntaskan Pekan Ini

News | Rabu, 12 November 2025 | 17:56 WIB

Menkeu Purbaya Mendadak Banjir Karangan Bunga: Ompreng MBG dari China Bikin Produsen Lokal Menjerit!

Menkeu Purbaya Mendadak Banjir Karangan Bunga: Ompreng MBG dari China Bikin Produsen Lokal Menjerit!

News | Rabu, 12 November 2025 | 17:03 WIB

Survei KPAI: 35,9 Persen Anak Pernah Terima Menu MBG Mentah Hingga Basi

Survei KPAI: 35,9 Persen Anak Pernah Terima Menu MBG Mentah Hingga Basi

News | Rabu, 12 November 2025 | 16:27 WIB

Terkini

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:46 WIB

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30 WIB

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:28 WIB

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:20 WIB

Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total

Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:07 WIB

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:02 WIB

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:01 WIB