Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Perkasa di Awal Sesi Perdagangan, Apa Pendorongnya?

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 17 November 2025 | 09:28 WIB
IHSG Perkasa di Awal Sesi Perdagangan, Apa Pendorongnya?
IHSG menguat di 8.407 (+0,44%) pada 17/11/2025. Sentimen global kurang kondusif, meski PDB Jepang kontraksi lebih kecil.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada Senin, 17 November 2025, mencapai level 8.407 atau naik 0,44 persen hingga pukul 09.10 WIB.
  • Pada sesi perdagangan tersebut, tercatat 3,56 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,99 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang signifikan.
  • Proyeksi IHSG bearish oleh Phillip Sekuritas berada dalam rentang 8.250 hingga 8.480 dipengaruhi sentimen global beragam dan suku bunga AS.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal sesi perdagangan Senin, 17 November 2025. IHSG menghijau di level 8.397.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.10 WIB, IHSG terus melesat ke level 8.407 atau naik 0, 44 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,56 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,99 triliun, serta frekuensi sebanyak 275.100 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 297 saham bergerak naik, sedangkan 228 saham mengalami penurunan, dan 431 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, BESS, BREN, CBDK, DSSA, ICBP, PANI, PBSA, PGJO, PTRO, PURI.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ADMF, AMFG, AMMN, ARTA, BINAA, GGRM, ITMG, JARR, JSPT, MGLV,

Proyeksi IHSG

IHSG diprediksi bergerak bearish pada perdagangan Senin (17/11/2025). Phillip Sekuritas Indonesia menilai IHSG akan berada dalam rentang support 8.250 dan resistance 8.480, di tengah sentimen global yang kurang kondusif.

Pasar Asia pagi ini dibuka bervariasi setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang menunjukkan kontraksi ekonomi yang lebih kecil dari perkiraan pada kuartal III-2025. Berdasarkan estimasi awal, ekonomi Jepang menyusut 0,4% secara kuartalan (Q/Q) dan 1,8% secara tahunan (Y/Y). Angka ini berbalik dari ekspansi pada kuartal sebelumnya, namun lebih baik dibanding ekspektasi pasar yang memperkirakan kontraksi lebih dalam.

Kontraksi ini juga menjadi yang pertama sejak kuartal I-2024. Pelemahan terutama disebabkan turunnya konsumsi rumah tangga akibat tekanan inflasi yang tinggi mulai dari lonjakan harga beras hingga kenaikan biaya listrik. Data ini muncul ketika pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi tengah menyiapkan paket stimulus untuk meredam kenaikan biaya hidup dan membantu eksportir Jepang yang terdampak tarif perdagangan AS.

Dari Wall Street, pergerakan indeks AS pada akhir pekan lalu juga tercatat mixed. Dow Jones naik 0,34 persen, S&P 500 menguat tipis 0,08 persen, sedangkan Nasdaq melemah 0,45 persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,15 persen, menambah tekanan terhadap aset berisiko.

Pekan lalu, investor melakukan repricing terhadap kemungkinan penurunan suku bunga acuan Federal Funds Rate pada Desember. Komentar agresif sejumlah pejabat The Fed mempersempit peluang pemangkasan suku bunga menjadi kurang dari 50 persen, jauh turun dari sekitar 95 persen sebulan lalu.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menegaskan belum tertarik menurunkan suku bunga karena ekonomi AS masih tangguh dan inflasi tetap menjadi ancaman. Hal senada disampaikan Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid yang menilai pemangkasan suku bunga tidak akan banyak membantu kondisi pasar tenaga kerja. Sementara Presiden Fed Dallas Lorie Logan menuntut bukti inflasi turun lebih cepat sebelum mendukung pelonggaran kebijakan.

Selain itu, data ekonomi Tiongkok yang melemah menambah kekhawatiran soal prospek pertumbuhan global. Di pasar komoditas, harga emas berjangka bahkan ambles lebih dari 2 persen akibat komentar hawkish pejabat The Fed.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isyaratkan Aksi Korporasi, Saham BRRC Dipantau Investor

Isyaratkan Aksi Korporasi, Saham BRRC Dipantau Investor

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 08:43 WIB

Daftar Saham Cum Dividen Mulai Hari Ini Hingga Kamis: Jadwal dan Nominal

Daftar Saham Cum Dividen Mulai Hari Ini Hingga Kamis: Jadwal dan Nominal

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 06:00 WIB

BUMI Jadi Incaran Asing, Bukukan Net Buy Terbesar Ketiga di BEI Sepekan Terakhir

BUMI Jadi Incaran Asing, Bukukan Net Buy Terbesar Ketiga di BEI Sepekan Terakhir

Bisnis | Minggu, 16 November 2025 | 13:42 WIB

Terkini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:42 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:06 WIB

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 15:33 WIB

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 14:14 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 08:49 WIB

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB