Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Mengapa Pertamina Beres-beres Anak Usaha? Tak Urus Lagi Bisnis Rumah Sakit Hingga Hotel

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 19 November 2025 | 15:15 WIB
Mengapa Pertamina Beres-beres Anak Usaha? Tak Urus Lagi Bisnis Rumah Sakit Hingga Hotel
Pertamina Group terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar (Dok: Pertamina)
  • Pertamina sedang membereskan anak usaha noninti migas melalui konsolidasi dan pembubaran guna meningkatkan kelincahan serta daya saing perusahaan.
  • Strategi integrasi bisnis hilir mencakup penggabungan komersial, kilang, petrokimia, dan logistik, ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026.
  • Pertamina akan melepaskan bisnis noninti seperti rumah sakit, hotel, transportasi, dan asuransi untuk merger atau konsolidasi dengan BUMN terkait.

Suara.com - PT Pertamina (Persero) tengah membereskan anak usaha yang tidak berkaitan dengan inti bisnis yaitu di sektor minyak dan gas (migas). Perusahaan migas pelat merah ini melakukan konsolidasi perusahaan hingga pembubaran usaha.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan pemberesan jumlah anak usaha ini agar perusahaan semakin lincah dan memiliki daya saing.

Sebagai informasi, Pertamina diketahui memiliki anak usaha sekitar 127 perusahaan, namun telah direstrukturisasi menjadi 12 anak perusahaan.

Kilang Pertamina Plaju
Kilang Pertamina Plaju

"Selain itu, upaya pemberesan ini dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat, bisa lebih efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga fungsi-fungsi yang selama ini memiliki duplikasi dan bisa menambah beban ini dapat dikurangi," ujar Agung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Strategi Pertamina

Agung memaparkan, Pertamina telah menyiapkan strategi untuk merapikan seluruh anak usahanya. Misalnya, dengan melakukan penggabungan sektor bisnis hilir migas

Terdapat tiga sektor bisnis yang fokus di sektor hilir yaitu komersial dan niaga, kilang dan petrokimia, dan logistik atau perkapalan.

"Saat ini proses untuk penggabungan atau integrasi bisnis tersebut sedang dilakukan internal untuk mencapai persetujuan internal sesuai dengan prosedur," jelasnya. 

"Sebagai contoh, siang hari ini kami akan melanjutkan pembahasan dengan damaian komisaris untuk mendapatkan persetujuan atas detail teknis yang dilakukan dengan target persiapan go live-nya di tahun 2026," sambung Agung.  

Ia melanjutkan, Pertamina juga akan melepaskan anak usaha usaha agar bisa disatukan atau merger dengan BUMN lainnya. Terdapat, empat bisnis itu diantaranya, rumah sakit, hotel, transportasi, dan asuransi.

Agung menyebut, sektor rumah sakit Pertamina Bina Medica yang saat ini tengah dalam kajian Danantara untuk dikonsolidasikan menjadi entitas BUMN sendiri.

Kemudian, Patrajasa yang merupakan anak usaha Pertamina di sektor perhotelan akan bergabung dengan BUMN hotel PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Lalu, anak usaha di sektor transportasi yakni, Pelita Air direncanakan merger dengan Garuda Indonesia.

"Dan terakhir adalah di sektor asuransi juga sedang dilakukan kajian implementasi konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi BUMN yang ada yang dipimpin dikoordinir oleh IFG sebagai holding BUMN asuransi dan secara bertahap ini bukan hanya Pertamina tapi banyak sekali berbagai perusahaan asuransi di ekosistem BUMN yang akan dikonsolidasikan," jelasnya.

Bubarkan Anak Usaha

Ilustrasi pesawat Pelita Air. (Dok: Pelita Air)
Ilustrasi pesawat Pelita Air. (Dok: Pelita Air)

Selain integrasi bisnis, Pertamina juga telah membubarkan anak usaha yang memang tidak memiliki kontribusi strategis terhadap perseroan. Pertama adalah TRB London anak perusahaan yang menjadi bagian dari asuransi yang telah dilikuidasi di bulan Februari lalu.

Setelah itu, kedua ada Pertamina Energy Services Private Limited yang merupakan anak usaha Petra; telah dibubarkan pada bulan Juli 2025.

"Ini sebagai bagian dari tahapan transformasi dan reformasi tata kelola yang berkelanjutan," pungkas Agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Era Baru BUMN Konstruksi: Skema Holding Karya Difinalisasi Desember Ini

Menuju Era Baru BUMN Konstruksi: Skema Holding Karya Difinalisasi Desember Ini

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 13:52 WIB

Hampir Rampung, Ini Kelebihan Kilang Minyak Balikpapan yang dikelola Pertamina

Hampir Rampung, Ini Kelebihan Kilang Minyak Balikpapan yang dikelola Pertamina

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 15:58 WIB

Permintaan Pertamax Turbo Meningkat, Pertamina Lakukan Impor

Permintaan Pertamax Turbo Meningkat, Pertamina Lakukan Impor

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 08:32 WIB

Terkini

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 23:05 WIB

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:53 WIB