Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen, Kalah Optimistis dari Purbaya

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 27 November 2025 | 18:04 WIB
Airlangga Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen, Kalah Optimistis dari Purbaya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi Kuartal IV 2025 akan sebesar 5,6 persen. Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang ekonomi akan tumbu 5,7 persen. [Suara.com/Novian]
  • Menteri Koordinator Perekonomian memprediksi pertumbuhan ekonomi Q4 2025 antara 5,4% hingga 5,6% didorong belanja pemerintah.
  • Airlangga Hartarto menyebut bansos dan mobilitas Nataru akan mengungkit daya beli masyarakat serta transaksi ekonomi.
  • Menteri Keuangan Purbaya lebih optimis, memproyeksikan pertumbuhan 5,7% didukung injeksi dana pemerintah ke Himbara dan kenaikan IHSG.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 bakal merangkak lebih tinggi dibanding capaian sebelumnya. Ia memperkirakan angka pertumbuhan berada di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen.

Tetapi prediksi Airlangga ini kalah optimistis dibanding ramalan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang berani menetapkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,7 persen pada Triwulan IV 2025.

Adapun Airlangga mendasarkan prediksinya itu pada data serapan anggaran kementerian yang cukup tinggi memasuki penghujung tahun. Menurutnya, belanja pemerintah akan menjadi motor penting dalam mendorong ekspansi ekonomi. Ia menegaskan bahwa government spending di periode akhir tahun selalu memberi dorongan signifikan.

“Jadi oleh karena itu ada nanti kontribusi dari government spending, belanja pemerintah,” ucap Airlangga di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Selain itu, Airlangga menyebut program bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan pemerintah turut mengungkit daya beli masyarakat. Mobilitas masyarakat menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diperkirakan akan menambah percepatan aktivitas ekonomi.

“Kemudian dari berbagai program bansos, dan tambahan lagi program yang berharapkan dari mobilitas masyarakat dan juga untuk memanfaatkan Nataru,” tuturnya.

“Nah kami yang optimis rangenya antara 5,4–5,6 (persen),” kata Airlangga menambahkan.

Terkait perputaran uang masyarakat pada kuartal IV, Airlangga membeberkan beberapa faktor yang membuat aktivitas ekonomi semakin dinamis. Ia mengatakan penyaluran bantuan sosial (bansos) mencapai angka yang signifikan.

“Dari bansos kita drop itu lebih dari 30 triliun,” ungkapnya.

Selain bansos, berbagai program potongan harga pada natal dan tahun baru (nataru) juga disebut berperan dalam meningkatkan transaksi.

“Kemudian dari program diskon-diskon itu perputarannya juga bisa tambahan 30 triliun,” jelas Airlangga.

Pemerintah juga menyiapkan program kredit massal untuk sektor perumahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Targetnya, penyaluran kredit mencapai puluhan ribu penerima pada Desember.

“Kita akan melakukan kredit massal untuk perumahan targetnya di bulan Desember itu 50.000 untuk KUR,” kata dia.

Airlangga menambahkan, nilai kredit yang disalurkan akan memberikan efek pengganda terhadap perekonomian.

“Jadi tentu itu nanti tinggal dikali kalau itu Rp5 miliar jumlahnya besar,” pungkasnya.

Sementara sebelumnya Menkeu Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mampu mencapai rentang 5,6 persen hingga 5,7 persen lantaran tekanan ekonomi sudah berbalik menuju pemulihan.

“Kami berharap ekonomi di triwulan IV bisa tumbuh 5,6-5,7 persen. Kalau ini terjadi, maka momentum pertumbuhan ekonomi kita sudah berbalik, dari melambat ke arah percepatan. Laju pertumbuhan ekonomi setahun penuh bisa mencapai 5,2 persen,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 berada pada level 4,87 persen, kemudian meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II, dan kembali melambat menjadi 5,04 persen pada triwulan III.

Salah satu sinyal pemulihan ekonomi, kata Purbaya, terlihat pada pergerakan pasar saham yang naik signifikan. Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor baru di posisi 8.602.

Meski pasar saham kerap dianggap hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, namun Purbaya meyakini rekor baru IHSG menjadi sinyal positif bagi investor jangka panjang bahwa terjadi perbaikan kondisi ekonomi. Pada akhirnya, investor jangka pendek juga akan ikut masuk bila kinerja positif bisa terus dipertahankan.

Menkeu meyakini kebijakan penempatan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) menjadi salah satu fator pendorong pemulihan ekonomi. Pemerintah mulanya memberikan injeksi dana sebesar Rp200 triliun kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada 12 September 2025. Kemudian, nilai injeksi ditambah sebesar Rp76 triliun pada 10 November 2025 agar sektor riil dapat makin bergeliat.

Purbaya mengatakan stimulus itu meningkatkan optimisme masyarakat dan kembali memicu pergerakan ekonomi.

Dia merujuk pada data indeks kepercayaan konsumen terhadap kinerja pemerintah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang meningkat menjadi 113,3 pada Oktober 2025 dari sebelumnya 101,5 pada September 2025.

Dengan membaiknya kepercayaan masyarakat ke kinerja pemerintah, Purbaya yakin demonstrasi ke depan akan bisa berkurang dan pemerintah bersama DPR bisa fokus menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat dengan menjalankan program-program yang telah disetujui.

“Kuncinya ke depan adalah kita harus terus jaga momentum perbaikan ini. Jangan sampai hilang sehingga kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. Kalau kita bisa jaga sih, tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit, saya pikir,” ujarnya pula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sebut Ekonomi RI Lambat 8 Bulan Pertama 2025 karena Salah Urus, Sindir Sri Mulyani?

Purbaya Sebut Ekonomi RI Lambat 8 Bulan Pertama 2025 karena Salah Urus, Sindir Sri Mulyani?

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 16:52 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis, Kebijakan Purbaya Jadi Sorotan

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis, Kebijakan Purbaya Jadi Sorotan

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 19:28 WIB

Upah Magang Nasional Tahap 1 Cair, Airlangga: Alhamdulillah Sudah Dibayar!

Upah Magang Nasional Tahap 1 Cair, Airlangga: Alhamdulillah Sudah Dibayar!

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 17:39 WIB

Menkeu Purbaya Diminta Jangan Banyak Omon-omon, Janji Tak Tercapai Bisa Jadi Bumerang

Menkeu Purbaya Diminta Jangan Banyak Omon-omon, Janji Tak Tercapai Bisa Jadi Bumerang

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 15:42 WIB

Jelang Akhir Tahun Realisasi Penyaluran KUR Tembus Rp240 Triliun

Jelang Akhir Tahun Realisasi Penyaluran KUR Tembus Rp240 Triliun

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 23:00 WIB

Terkini

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB