Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Kenaikan Harga Emas Mulai Rasuki Inflasi RI

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 02 Desember 2025 | 17:50 WIB
Kenaikan Harga Emas Mulai Rasuki Inflasi RI
Ilustrasi emas perhiasan (Pexels/Pixabay)
  • BPS mencatat laju inflasi sebesar 0,17 persen pada November 2025.
  • Kenaikan harga emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang inflasi.
  • Kenaikan harga emas perhiasan domestik tersebut sejalan dengan menguatnya harga emas global sepanjang tahun.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada November 2025 berada dalam kondisi yang relatif stabil. Secara bulanan, inflasi tercatat 0,17 persen. Secara tahunan, inflasi mencapai 2,72 persen, sementara inflasi tahun kalender berada di level 2,27 persen.

Pergerakan harga yang tetap terjaga ini menunjukkan dinamika pasar jelang tutup tahun masih berada dalam kisaran yang aman.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan sejumlah kelompok pengeluaran menjadi pendorong utama inflasi bulan ini. Yang paling menonjol datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mencatat inflasi 1,21 persen dengan andil 0,09 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok ini adalah emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen,” ujar Pudji dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).

Kenaikan harga emas perhiasan domestik tersebut sejalan dengan menguatnya harga emas global sepanjang tahun. Tren tersebut kemudian merembet ke pasar lokal dan mendorong kenaikan pada kelompok pengeluaran terkait.

Berbeda dari komoditas non-pangan, sejumlah pangan justru mencatat deflasi dan membantu menahan laju inflasi. Harga daging ayam ras, beras, dan cabai merah menurun cukup signifikan. Komoditas lain seperti telur ayam dan kentang juga turun meski kontribusinya relatif kecil.

Bila ditelusuri menurut komponennya, inflasi inti menjadi penyumbang terbesar pada pergerakan indeks harga konsumen November. Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah turut mengalami kenaikan, terutama tarif angkutan udara yang terdongkrak oleh meningkatnya mobilitas masyarakat menuju akhir tahun.

Dari sebaran wilayah, inflasi bulanan dialami oleh 28 provinsi, sedangkan 10 provinsi justru mencatatkan deflasi. Papua menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi mencapai 1,69 persen. Sebaliknya, Aceh mencatat deflasi paling dalam sebesar 0,67 persen.

Satu poin penting lainnya datang dari pergerakan harga beras. BPS melaporkan penurunan harga beras di seluruh rantai pasokan—mulai dari tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran. Penurunannya masing-masing mencapai 0,88 persen, 0,93 persen, dan 0,59 persen secara bulanan.

Fenomena ini konsisten dengan dua bulan sebelumnya, di mana harga beras terus menurun di setiap tingkat distribusi. Tren ini menjadi salah satu faktor kunci mengapa inflasi November tetap terkendali.

Dengan kombinasi tekanan kenaikan harga pada komoditas tertentu dan deflasi pada pangan strategis, stabilitas inflasi di akhir tahun dinilai masih berada dalam koridor yang aman bagi perekonomian nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkeu Waspadai Inflasi Pangan Akhir Tahun Imbas Cuaca Ekstrem

Kemenkeu Waspadai Inflasi Pangan Akhir Tahun Imbas Cuaca Ekstrem

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 17:15 WIB

Harga Cabai Naik Tajam Jelang Libur Nataru

Harga Cabai Naik Tajam Jelang Libur Nataru

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 16:19 WIB

Lingkaran Setan Upah Minimum: Tertinggal dari Tetangga, Tergerus Inflasi

Lingkaran Setan Upah Minimum: Tertinggal dari Tetangga, Tergerus Inflasi

Your Say | Senin, 24 November 2025 | 16:19 WIB

Terkini

Kemendag Perketat Impor Pangan, Gandum Pakan hingga Kacang Tanah Kini Wajib Kantongi Persetujuan

Kemendag Perketat Impor Pangan, Gandum Pakan hingga Kacang Tanah Kini Wajib Kantongi Persetujuan

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:06 WIB

Ketahanan Energi RI Juara 2 Dunia, Bahlil Girang!

Ketahanan Energi RI Juara 2 Dunia, Bahlil Girang!

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:03 WIB

UMKM Jadi Bantalan Ekonomi, Tapi Kok Ekspor Masih Loyo? Ini Solusinya!

UMKM Jadi Bantalan Ekonomi, Tapi Kok Ekspor Masih Loyo? Ini Solusinya!

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:52 WIB

Laba Bank Danamon Melesat 35% Jadi Rp 1,1 T di Kuartal I-2026

Laba Bank Danamon Melesat 35% Jadi Rp 1,1 T di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:46 WIB

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB

AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak

AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:35 WIB

Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!

Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:20 WIB

OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:19 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus 119 Dolar AS

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus 119 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 11:05 WIB

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:54 WIB