- Prabowo bawa komitmen investasi Rp90 triliun dari kunjungan luar negeri.
- Stabilitas politik dan ekonomi perkuat kepercayaan investor asing.
- Hilirisasi dan kepastian hukum jadi daya tarik utama modal masuk
Suara.com - Direktorat Hukum dan HAM DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kamaruddin menilai kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin menguat seiring stabilitas politik dan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Penilaian itu disampaikan Kamaruddin merespons kabar Presiden Prabowo membawa komitmen investasi senilai Rp90 triliun usai melakukan kunjungan kerja ke tiga negara.
Menurut Kamaruddin, faktor utama yang membuat investor percaya adalah kondisi politik Indonesia yang dinilai stabil. Stabilitas tersebut disebut menjadi modal penting bagi masuknya investasi asing.
“(Investor) mereka percaya ya dengan Indonesia kan yang pertama adalah terkait dengan stabilitas politik ya di bawah kepemimpinan Pak Prabowo. Stabilitas politik di Indonesia di bawah kepemimpinan Pak Prabowo ini dianggap stabil ya,” kata Kamaruddin saat dihubungi, Senin (26/1/2026).
Selain stabilitas politik, Kamaruddin menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menjadi salah satu pertimbangan investor untuk menanamkan modal. Ia menyebut fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat.
“Yang kedua terkait dengan pertumbuhan ekonomi ya. Fundamental ekonomi Indonesia kan stabil itu, pertumbuhannya itu kan 5 persen rata-rata 5 persen ke atas lah ya," ujarnya.
Kamaruddin juga menyinggung kebijakan pemerintah yang dinilai ikut mendorong minat investor, salah satunya program hilirisasi yang dilakukan secara masif, terutama pada sektor sumber daya alam.
“Beberapa kebijakan pemerintah terkait dengan hilirisasi ya, yang masif dilakukan di Indonesia terkait dengan sumber daya alam,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia turut menyoroti reformasi struktural hingga kepastian hukum yang dianggap semakin terjamin di bawah pemerintahan Prabowo. Hal tersebut disebut menjadi sinyal positif bagi investor dalam melihat prospek Indonesia.
Baca Juga: Seskab Teddy Klaim Presiden Prabowo Bawa Oleh-oleh dari Inggris: 600 Ribu Lapangan Kerja
“Kemudian reformasi juga, reformasi struktural dan kepastian hukum yang lebih terjamin di bawah kepemimpinan Pak Prabowo,” kata dia.
Saat disinggung soal nilai tukar rupiah yang sempat melemah, Kamaruddin menilai kondisi tersebut dipengaruhi faktor global. Menurutnya, tekanan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dialami negara lain.
“Iya. Itu (melemahnya nilai tukar rupiah) memang ini ya, fenomena global ya. Fenomena global yang sebenarnya juga mata uang negara-negara lain juga lebih parah daripada Indonesia sebenarnya,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan ketahanan ekonomi domestik masih cukup kuat. Kamaruddin menilai stabilitas ekonomi makro Indonesia tetap terjaga, salah satunya melalui inflasi yang terkendali.
“Cuman Indonesia ini kan pertahanan ekonomi domestik itu kan dan stabilitas ekonomi makro kan juga luar biasa kan,” ungkapnya.
Kamaruddin mengatakan inflasi di Indonesia berada pada level yang relatif aman. Ia menyebut hal itu ikut mempengaruhi pergerakan rupiah yang mulai menunjukkan penguatan.