- Dicky Kartikoyono menjalani uji kelayakan calon Deputi Gubernur BI pada Senin (26/1/2026) dengan fokus penguatan sistem pembayaran.
- Tiga misi utamanya meliputi penguatan infrastruktur digital, pengembangan ekosistem terpercaya, serta dorongan pertumbuhan ekonomi inklusif.
- Pencapaian pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029-2030 bergantung pada tata kelola, kolaborasi, dan ketersediaan talenta digital memadai.
Suara.com - Mendorong kekuatan ekonomi digital melalui penguatan kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi tema yang diangkat Dicky Kartikoyono saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Calon Deputi Gubernur BI di DPR pada Senin (26/1/2026).
Dicky menawarkan tiga misi, salah satunya melalui penguatan infrastruktur dalam sistem pembayaran yang akan mendukung ekonomi keuangan digital, dengan membangun ekonomi nasional yang berdaya tahan dan efisien.
“Kami di Bank Indonesia mempunyai bauran kebijakan, yakni moneter dan makroprudensial ini tentunya berkaitan stabilitas. Namun, kalau kebijakan sistem pembayaran ini, kemampuan untuk mendorong growth ini besar,” kata Dicky dalam uji kelayakan dan kepatutan di Jakarta, Senin.
Misi kedua, mengembangkan ekosistem ekonomi keuangan digital yang terpercaya dan inovatif. Serta misi ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berdaulat.
Dicky mengibaratkan kekuatan data digital seperti “minyak dan emas baru” yang harus terus dioptimalkan. Namun, ia mengingatkan terdapat tantangan yang tak kunjung selesai yakni ketersediaan talenta digital yang memadai.
Apabila Indonesia memiliki pusat inovasi digital dan para talenta dibekali dengan kemampuan-kemampuan terkini, Dicky memandang bahwa tantangan digitalisasi dapat terjawab. Hal ini selanjutnya dapat dihubungkan pada keterbukaan penciptaan lapangan kerja.
“Job creation, digital talent pool, dan innovation hub menjawab kebutuhan industri,” kata dia.
Selain itu, Dicky juga menawarkan konsep penguatan digitalisasi pada pemerintah daerah yang diharapkan dapat membantu untuk mengoptimalkan baik dari sisi pendapatan atau penerimaan maupun pengeluaran.
Pada akhirnya, ia meyakini bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia tidak hanya mengandalkan teknologi itu sendiri, melainkan juga tata kelola yang kuat, kolaborasi berkelanjutan, serta ketersediaan talenta digital.
Baca Juga: Janji Menkeu Purbaya: Tak Akan Peras BI Meski Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur
“Kami yakini dengan visi-misi ini, ditambah upaya kita bersama dengan sinergi dan kolaborasi, pertumbuhan ekonomi 8 persen di tahun 2029-2030 adalah sebuah keniscayaan,” tutup Dicky.
Sebagai informasi, Dicky Kartikoyono saat ini menjabat sebagai Asisten Gubernur - Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.
Ia menjadi kandidat kedua yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon deputi gubernur BI untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.
Uji kelayakan dilanjutkan pada Senin (26/1) langsung dilanjutkan oleh kandidat ketiga yakni Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono.
Adapun sebelumnya pada Jumat (23/1), Solikin M. Juhro sebagai kandidat pertama telah mengikuti uji kelayakan. Solikin saat ini menjabat sebagai Asisten Gubernur - Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.
Komisi XI DPR RI rencananya akan mengadakan rapat internal pada Senin (26/1) untuk pengambilan keputusan atas deputi gubernur BI terpilih secara musyawarah mufakat. Kemudian, Komisi XI akan melaporkan hasilnya kepada pimpinan DPR RI untuk diberikan persetujuan dalam Rapat Paripurna pada Selasa (27/1/2026).