Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Pelonggaran Moneter: BI Rate Turun, Inflasi 2026 Diprediksi Berkisar 2,94 Persen

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 04 Desember 2025 | 14:55 WIB
Pelonggaran Moneter: BI Rate Turun, Inflasi 2026 Diprediksi Berkisar 2,94 Persen
Analisis Outlook BSI Tahun 2026 [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • BSI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,28 persen pada tahun 2026.
  • Pertumbuhan 2026 akan didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi yang menguat melalui PMDN, serta belanja fiskal yang ekspansif.
  • Inflasi diprediksi terkendali pada 2,94 persen, memungkinkan BI Rate turun bertahap menjadi 4,25 persen di akhir tahun 2026.

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memproyeksikan perekonomian Indonesia akan menunjukkan ketangguhan signifikan di tahun 2026, dengan perkiraan pertumbuhan mencapai 5,28 persen.

Proyeksi optimis ini didukung oleh fondasi domestik yang solid, terutama konsumsi rumah tangga yang stabil, implementasi program prioritas pemerintah, serta penguatan peran ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo, menjelaskan bahwa analisis outlook tahun 2026 dibangun di atas delapan pilar utama:

  1. Normalisasi perdagangan global.
  2. Realokasi aset ke emerging markets.
  3. Menguatnya daya tarik Rupiah.
  4. Program prioritas pemerintah.
  5. “Efek Purbaya” pada kebijakan ekonomi.
  6. Daya tahan konsumsi rumah tangga.
  7. Agenda hilirisasi industri.
  8. Proyeksi indikator ekonomi utama.

"Kombinasi delapan faktor ini membuat Indonesia masuk ke 2026 dengan fondasi yang relatif kuat, meskipun lanskap global tetap penuh ketidakpastian,” ujar Banjaran di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Tim ekonom BSI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,28 persen pada 2026, naik dari perkiraan 5,04 persen pada tahun 2025. Pertumbuhan ini akan didorong oleh:

  • Konsumsi Rumah Tangga: Tetap menjadi kontributor terbesar Produk Domestik Bruto (PDB).
  • Investasi: Penguatan, khususnya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang didorong oleh hilirisasi.
  • Belanja Fiskal: Tetap ekspansif, namun dengan pengelolaan yang lebih hati-hati (prudent).

Dari sisi produksi, hilirisasi ditekankan sebagai mesin utama pertumbuhan jangka menengah, terlihat dari proyeksi percepatan sektor industri pengolahan, perdagangan, akomodasi & makan minum, transportasi, serta jasa informasi & komunikasi. Sektor-sektor ini diprediksi tumbuh di atas rata-rata PDB pada 2026.

Bahkan, tim ekonom BSI mencatat bahwa realisasi investasi triwulan III 2025 telah mencapai Rp491,4 triliun. Ke depan, PMDN diperkirakan menjadi motor utama investasi domestik, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) akan lebih selektif dan berfokus pada sektor bernilai tambah tinggi.

Pelonggaran Moneter dan Efek Purbaya

Mengenai kebijakan moneter, inflasi tahun 2026 diperkirakan berada di kisaran 2,94 persen, masih dalam target Bank Indonesia (BI), dengan risiko utama berasal dari volatile food akibat kondisi iklim.

baca juga

Dengan inflasi yang terjaga dan adanya pelonggaran global, BI Rate diperkirakan dapat turun bertahap ke 4,25 persen di akhir 2026.

"Ruang pelonggaran moneter terbuka, tetapi tidak akan agresif. Stabilitas Rupiah dan pengelolaan ekspektasi inflasi tetap menjadi fokus utama otoritas,” tutur Banjaran.

Tim ekonom BSI juga menyoroti apa yang mereka sebut sebagai “Efek Purbaya”, yang mencerminkan kombinasi kebijakan fiskal yang ekspansif namun tetap berhati-hati di sisi moneter dan keuangan.

Penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah sebesar Rp276 triliun di perbankan, termasuk BSI, diharapkan akan:

Memperkuat likuiditas perbankan.
Menurunkan cost of fund.
Mendorong pertumbuhan pembiayaan (lending) kembali ke kisaran dua digit.

Tujuan akhirnya adalah mendorong kembali kegiatan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memulihkan kelas menengah melalui keterlibatan aktif sektor swasta.

Banjaran menutup dengan menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memasuki fase pertumbuhan yang lebih kuat dan inklusif di tahun 2026.

Meskipun ada tantangan global dan kebutuhan untuk menciptakan pekerjaan berkualitas, pemanfaatan penuh potensi ekonomi syariah dan kebijakan yang tepat akan membantu Indonesia melompat ke level pertumbuhan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Ingin Kelapa Sawit Tetap Jadi Tulang Punggung Industri Indonesia

Menkeu Purbaya Ingin Kelapa Sawit Tetap Jadi Tulang Punggung Industri Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 14:13 WIB

Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat

Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 08:49 WIB

IHSG Cetak 22 Rekor Sepanjang 2025, 1 Kali Era Sri Mulyani dan 21 Kali Era Menkeu Purbaya

IHSG Cetak 22 Rekor Sepanjang 2025, 1 Kali Era Sri Mulyani dan 21 Kali Era Menkeu Purbaya

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 16:38 WIB

Terkini

Mandipping hingga Musik Klasik 24 Jam: Menyusuri Jejak Ayam Krispy McD di Padahanten Farm

Mandipping hingga Musik Klasik 24 Jam: Menyusuri Jejak Ayam Krispy McD di Padahanten Farm

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:10 WIB

3 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar pada 9 Agustus 2026

3 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar pada 9 Agustus 2026

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:07 WIB

Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal

Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Diprediksi Paling Hoki Hari Ini 9 Agustus 2026, Masa Sulit Berakhir

4 Shio yang Diprediksi Paling Hoki Hari Ini 9 Agustus 2026, Masa Sulit Berakhir

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:59 WIB

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:49 WIB

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

×