Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Bitcoin Banyak Dipakai Pembayaran Global, Kalahkan Mastercard dan Visa

M Nurhadi

Jum'at, 05 Desember 2025 | 19:34 WIB
Bitcoin Banyak Dipakai Pembayaran Global, Kalahkan Mastercard dan Visa
Warga melintas dengan latar iklan bitcoin di Terowongan Kendal, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Aktivitas likuidasi harian pasar kripto melonjak tiga kali lipat dibandingkan siklus sebelumny.
  • Puncak likuidasi terjadi pada 10 Oktober 2025, menyebabkan OI anjlok 22% dan menandai deleveraging tajam.
  • Pasca peluncuran ETF, penemuan harga bergeser ke pasar spot sementara volume transaksi jaringan Bitcoin melampaui Visa dan Mastercard.

Suara.com - Pasar kripto global kini memasuki fase siklus yang jauh lebih terleveraging, ditandai dengan lonjakan tajam dalam aktivitas likuidasi harian.

Menurut laporan terbaru dari firma analisis terkemuka Glassnode dan Fasanara, volume rata-rata likuidasi futures harian kini melonjak hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan siklus pasar sebelumnya.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan drastis dalam Open Interest (OI—nilai kontrak terbuka yang belum diselesaikan) dan meluasnya aktivitas di berbagai bursa.

Laporan tersebut merinci bahwa rata-rata futures wipeouts (likuidasi) harian telah meningkat tajam:

Posisi Long: Dari sekitar $28 juta pada siklus lalu, naik menjadi rata-rata $68 juta pada siklus saat ini.

Posisi Short: Dari sekitar $15 juta pada siklus lalu, naik menjadi rata-rata $45 juta pada siklus saat ini.

Puncak dari fenomena ini terlihat jelas pada 10 Oktober 2025, yang disebut para peneliti sebagai "Jumat Hitam Awal" (Early Black Friday).

Selama aksi jual besar tersebut, lebih dari $640 juta per jam posisi long dilikuidasi ketika harga Bitcoin merosot dari $121.000 ke $102.000.

Sebagai respons, Open Interest anjlok 22% dalam waktu kurang dari 12 jam, dari $49,5 miliar menjadi $38,8 miliar. Glassnode menyebut peristiwa ini sebagai salah satu deleveraging paling tajam dalam sejarah Bitcoin.

baca juga

Aktivitas pasar futures Bitcoin telah berkembang pesat. Open Interest kini mencapai rekor tertinggi, yakni $67,9 miliar. Volume perdagangan harian di pasar futures juga melonjak, sempat mencapai $68,9 miliar pada pertengahan Oktober.

Kontrak perpetual (kontrak tanpa batas waktu kedaluwarsa) mendominasi, menyumbang lebih dari 90% dari seluruh aktivitas futures.

Dikutip via CoinTelegraph, laporan tersebut mencatat pergeseran menarik sejak peluncuran Exchange-Traded Funds (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat pada awal 2024:

  • Pergeseran Penemuan Harga: Penemuan harga Bitcoin kini lebih cenderung bergeser ke pasar cash (spot), sementara leverage semakin terkonsentrasi di pasar futures.
  • Dominasi Bitcoin: Pergeseran ini menarik modal ke aset utama, mendorong pangsa pasar Bitcoin dari 38,7% di akhir 2022 menjadi 58,3% saat ini.

Volume Spot Bitcoin Berlipat Ganda

Yang patut diperhatikan, volume perdagangan spot Bitcoin juga meningkat dua kali lipat dibandingkan siklus sebelumnya, bergerak dalam kisaran harian $8 miliar hingga $22 miliar.

Selama crash 10 Oktober, volume spot per jam melonjak hingga $7,3 miliar, tiga kali lipat dari puncak normal, menandakan bahwa investor bergerak cepat untuk buy the dip (membeli di harga rendah) alih-alih melarikan diri dari pasar.

Inflow bulanan ke Bitcoin kini berkisar antara $40 miliar hingga $190 miliar, mengangkat kapitalisasi terealisasi (realized capitalization) ke rekor $1,1 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa sejak titik terendah siklus 2022, Bitcoin telah menyerap lebih dari $732 miliar modal baru, melampaui total akumulasi modal dari semua siklus sebelumnya.

Glassnode menyimpulkan, "Hal ini menyoroti lingkungan pasar yang lebih matang secara struktural dan lebih berlabuh secara institusional."

Laporan ini juga menyoroti peran Bitcoin sebagai jaringan penyelesaian (settlement network) yang kini mulai menyaingi raksasa pembayaran global.

Selama 90 hari terakhir, jaringan Bitcoin memproses transfer senilai $6,9 triliun, melampaui volume yang ditangani oleh Visa dan Mastercard dalam periode yang sama.

Sejalan dengan ini, pasokan Bitcoin secara bertahap bergeser dari bursa ritel ke tangan institusi.

Sekitar 6,7 juta BTC kini dipegang oleh ETF, neraca perusahaan, serta perbendaharaan terpusat dan terdesentralisasi. Sejak awal 2024, ETF saja telah menyerap sekitar 1,5 juta BTC, sementara saldo di bursa terpusat terus menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Mulai Naik Lagi, Apa Pemicunya?

Harga Bitcoin Mulai Naik Lagi, Apa Pemicunya?

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 08:52 WIB

Harga Kripto Menghijau, Bitcoin Dibandrol Rp 1,54 Miliar

Harga Kripto Menghijau, Bitcoin Dibandrol Rp 1,54 Miliar

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 10:25 WIB

Panduan Cepat untuk Menambahkan Umpan Kripto ke MetaTrader 5 Tanpa Coding Apa Pun

Panduan Cepat untuk Menambahkan Umpan Kripto ke MetaTrader 5 Tanpa Coding Apa Pun

Tekno | Rabu, 03 Desember 2025 | 11:27 WIB

Terkini

Bank Jago Tunjukkan Kekuatan Bank Digital, Aset Tembus Rp41,4 Triliun dan Catat Laba Rp189 Miliar

Bank Jago Tunjukkan Kekuatan Bank Digital, Aset Tembus Rp41,4 Triliun dan Catat Laba Rp189 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:09 WIB

Ulasan Lassie Come-Home: Kisah Kesetiaan Anjing yang Menembus Jarak dan Waktu

Ulasan Lassie Come-Home: Kisah Kesetiaan Anjing yang Menembus Jarak dan Waktu

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:00 WIB

DPRD DKI Minta Pemprov Kebut Penataan Kabel Semrawut Jakarta, Jangan Tunggu Korban Lagi

DPRD DKI Minta Pemprov Kebut Penataan Kabel Semrawut Jakarta, Jangan Tunggu Korban Lagi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:50 WIB

Oknum Dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap karena Nyabu

Oknum Dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap karena Nyabu

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:41 WIB

Pre Order di Blibli Tanggal 22 Juli Hingga 13 Agustus, Lihat Kelebihan Samsung Galaxy Z Flip 8

Pre Order di Blibli Tanggal 22 Juli Hingga 13 Agustus, Lihat Kelebihan Samsung Galaxy Z Flip 8

Surakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:35 WIB

Misteri di Kamar Kos Metro: Menguak Tabir Kepergian Mendadak Dokter Muda Zulfikar

Misteri di Kamar Kos Metro: Menguak Tabir Kepergian Mendadak Dokter Muda Zulfikar

Lampung | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:32 WIB

Museum Bank Indonesia Simpan Uang Antik Hampir 200 Tahun, BI Siapkan Transformasi ke Era Digital

Museum Bank Indonesia Simpan Uang Antik Hampir 200 Tahun, BI Siapkan Transformasi ke Era Digital

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:25 WIB

Cek Toko On Flagship Store di Blibli Tersedia Banyak Model Terbaru

Cek Toko On Flagship Store di Blibli Tersedia Banyak Model Terbaru

Malang | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:24 WIB

CLIK Kenalkan Skor Prediktif, Bank Kini Bisa Deteksi Calon Peminjam 3 Bulan Lebih Awal

CLIK Kenalkan Skor Prediktif, Bank Kini Bisa Deteksi Calon Peminjam 3 Bulan Lebih Awal

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:21 WIB

Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?

Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:20 WIB

×