Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Kapasitas PLTP Wayang Windu Bakal Ditingkatkan Jadi 230,5 MW

Achmad Fauzi

Minggu, 21 Desember 2025 | 18:01 WIB
Kapasitas PLTP Wayang Windu Bakal Ditingkatkan Jadi 230,5 MW
PLTP Wayang Windu tengah ditingkatkan kapasitasnya. [Dok Star Energy].
baca 10 detik
  • Star Energy Geothermal bermitra dengan ABB untuk modernisasi sistem kontrol PLTP Wayang Windu menggunakan Symphony Plus DCS.
  • PLTP Wayang Windu ditargetkan memiliki tiga unit dengan total kapasitas 230,5 MW hingga tahun 2025.
  • Modernisasi ini meningkatkan stabilitas, mengurangi waktu henti operasional, dan mendukung masa depan rendah karbon Indonesia.

Suara.com - Star Energy Geothermal (SEG), anak usaha Barito Renewables, menggandeng ABB untuk meningkatkan sistem operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu.

Hingga 2025, pembangkit panas bumi ini akan memiliki tiga unit dengan total kapasitas 230,5 megawatt (MW), seiring pengembangan Unit 3 yang tengah berjalan.

Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi energi panas bumi secara maksimal.

"Dengan bermitra bersama perusahaan teknologi global yang terdepan seperti ABB, kami memanfaatkan keahlian dan solusi inovatif untuk mempercepat langkah menuju masa depan rendah karbon bagi Indonesia," ujarnya di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Pipa gas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Madina. [Istimewa]
Pipa gas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Madina. [Istimewa]

Langkah modernisasi dilakukan melalui penerapan ABB Ability Symphony Plus Distributed Control System (DCS) pada Unit 1 dan 2. Sistem ini memungkinkan pengelolaan operasi pembangkit secara lebih adaptif terhadap kebutuhan variabel, sekaligus menjaga stabilitas dan keandalan pasokan listrik.

Peningkatan teknologi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kinerja operasional. SEG mencatat adanya peningkatan stabilitas sistem, penurunan waktu henti (downtime), serta efisiensi operasional yang lebih baik.

Desain modular Symphony Plus juga mendukung ekspansi kapasitas di masa depan tanpa memerlukan peningkatan infrastruktur yang kompleks.

Selain sistem kontrol, ABB juga meningkatkan sistem Human Machine Interface (HMI) dengan mentransformasi platform lama ke Symphony Plus (S+), sehingga memperkuat kendali operasional Unit 1 dan 2. Sementara itu, untuk Unit 3, Symphony Plus DCS telah diterapkan sejak awal sebagai bagian dari pengembangan fasilitas baru.

Pengembangan PLTP Wayang Windu menjadi bagian dari upaya optimalisasi potensi panas bumi nasional. Indonesia diketahui memiliki sekitar 40 persen cadangan panas bumi dunia, namun baru sekitar 10 persen yang dimanfaatkan dari total potensi sekitar 24.000 MW.

baca juga

ABB menegaskan peran teknologi sebagai kunci dalam mendorong energi terbarukan menjadi sumber listrik yang andal dan berkelanjutan.

President Energy Industries division Asia ABB, Anders Maltesen, menambahkan perusahaan percaya bahwa teknologi adalah salah satu pengungkit utama untuk menjadikan energi terbarukan, seperti panas bumi, sebagai sumber listrik yang andal dan dapat terus dikembangkan di Indonesia.

"Kami berkomitmen membantu industri mengoptimalkan operasi, meningkatkan keandalan, serta mempercepat peralihan menuju masa depan rendah karbon," katanya.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pemanfaatan kapasitas panas bumi mencapai sekitar 7.200 MW pada 2025 sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Perluasan PLTP Wayang Windu dinilai sejalan dengan target tersebut sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya bersih dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cofiring Hidroden di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas Diuji Coba, Gimana Hasilnya?

Cofiring Hidroden di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas Diuji Coba, Gimana Hasilnya?

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 14:04 WIB

ESDM: Rusia-Kanada Mau Bantu RI Bangun Pembakit Listrik Tenaga Nuklir

ESDM: Rusia-Kanada Mau Bantu RI Bangun Pembakit Listrik Tenaga Nuklir

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:53 WIB

Emiten KEEN Menang Tender Garap PLTS Tobelo 10 MW

Emiten KEEN Menang Tender Garap PLTS Tobelo 10 MW

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:48 WIB

Terkini

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:59 WIB

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:49 WIB

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:43 WIB

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB