Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Kapasitas PLTP Wayang Windu Bakal Ditingkatkan Jadi 230,5 MW

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 21 Desember 2025 | 18:01 WIB
Kapasitas PLTP Wayang Windu Bakal Ditingkatkan Jadi 230,5 MW
PLTP Wayang Windu tengah ditingkatkan kapasitasnya. [Dok Star Energy].
  • Star Energy Geothermal bermitra dengan ABB untuk modernisasi sistem kontrol PLTP Wayang Windu menggunakan Symphony Plus DCS.
  • PLTP Wayang Windu ditargetkan memiliki tiga unit dengan total kapasitas 230,5 MW hingga tahun 2025.
  • Modernisasi ini meningkatkan stabilitas, mengurangi waktu henti operasional, dan mendukung masa depan rendah karbon Indonesia.

Suara.com - Star Energy Geothermal (SEG), anak usaha Barito Renewables, menggandeng ABB untuk meningkatkan sistem operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu.

Hingga 2025, pembangkit panas bumi ini akan memiliki tiga unit dengan total kapasitas 230,5 megawatt (MW), seiring pengembangan Unit 3 yang tengah berjalan.

Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi energi panas bumi secara maksimal.

"Dengan bermitra bersama perusahaan teknologi global yang terdepan seperti ABB, kami memanfaatkan keahlian dan solusi inovatif untuk mempercepat langkah menuju masa depan rendah karbon bagi Indonesia," ujarnya di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Pipa gas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Madina. [Istimewa]
Pipa gas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Madina. [Istimewa]

Langkah modernisasi dilakukan melalui penerapan ABB Ability Symphony Plus Distributed Control System (DCS) pada Unit 1 dan 2. Sistem ini memungkinkan pengelolaan operasi pembangkit secara lebih adaptif terhadap kebutuhan variabel, sekaligus menjaga stabilitas dan keandalan pasokan listrik.

Peningkatan teknologi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kinerja operasional. SEG mencatat adanya peningkatan stabilitas sistem, penurunan waktu henti (downtime), serta efisiensi operasional yang lebih baik.

Desain modular Symphony Plus juga mendukung ekspansi kapasitas di masa depan tanpa memerlukan peningkatan infrastruktur yang kompleks.

Selain sistem kontrol, ABB juga meningkatkan sistem Human Machine Interface (HMI) dengan mentransformasi platform lama ke Symphony Plus (S+), sehingga memperkuat kendali operasional Unit 1 dan 2. Sementara itu, untuk Unit 3, Symphony Plus DCS telah diterapkan sejak awal sebagai bagian dari pengembangan fasilitas baru.

Pengembangan PLTP Wayang Windu menjadi bagian dari upaya optimalisasi potensi panas bumi nasional. Indonesia diketahui memiliki sekitar 40 persen cadangan panas bumi dunia, namun baru sekitar 10 persen yang dimanfaatkan dari total potensi sekitar 24.000 MW.

ABB menegaskan peran teknologi sebagai kunci dalam mendorong energi terbarukan menjadi sumber listrik yang andal dan berkelanjutan.

President Energy Industries division Asia ABB, Anders Maltesen, menambahkan perusahaan percaya bahwa teknologi adalah salah satu pengungkit utama untuk menjadikan energi terbarukan, seperti panas bumi, sebagai sumber listrik yang andal dan dapat terus dikembangkan di Indonesia.

"Kami berkomitmen membantu industri mengoptimalkan operasi, meningkatkan keandalan, serta mempercepat peralihan menuju masa depan rendah karbon," katanya.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pemanfaatan kapasitas panas bumi mencapai sekitar 7.200 MW pada 2025 sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Perluasan PLTP Wayang Windu dinilai sejalan dengan target tersebut sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya bersih dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cofiring Hidroden di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas Diuji Coba, Gimana Hasilnya?

Cofiring Hidroden di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas Diuji Coba, Gimana Hasilnya?

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 14:04 WIB

ESDM: Rusia-Kanada Mau Bantu RI Bangun Pembakit Listrik Tenaga Nuklir

ESDM: Rusia-Kanada Mau Bantu RI Bangun Pembakit Listrik Tenaga Nuklir

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:53 WIB

Emiten KEEN Menang Tender Garap PLTS Tobelo 10 MW

Emiten KEEN Menang Tender Garap PLTS Tobelo 10 MW

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:48 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB