Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 26 Desember 2025 | 10:42 WIB
Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia memprediksi ekonomi global 2025 mencapai 3,2% didukung India dan Jepang, namun tetap waspada.
  • Ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok diperkirakan melambat akibat shutdown dan permintaan domestik yang lemah.
  • Tingginya DXY akibat kebijakan The Fed membatasi modal asing, sehingga daya tahan domestik perlu diperkuat.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) meramal perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus diwaspadai.

Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,2 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan ekonomi global ini dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal.

"Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan,"katanya dikutip dari Youtube BI, Jumat (26/12/2025).

Dia pun melanjutkan , ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja.

Prospek ekonomi China juga terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap lemah.

"Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan melemah menjadi 3,0 persen dipengaruhi dampak lanjutan tarif resiprokal AS dan kerentanan rantai pasok global," ujar Perry.

Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan.

Bank Indonesia
Bank Indonesia

Tingkat imbal hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS.

baca juga

Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging market (EM).

Dia menambahkan, kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik.

Hal ini berasal dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

"Ke depan, ketidakpastian perekonomian global diprakirakan tetap tinggi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih lemah," bebernya.

Untuk itu, BI pun mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.

Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025 membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat.

Permintaan domestik tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan melambat, seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja ke China dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.

Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada berbagai kelompok barang.

"Investasi, khususnya nonbangunan, membaik dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tecermin pada pola ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gimana Cara Baca QRIS yang Benar Menurut Bank Indonesia? Jadi Omongan Sepanjang Tahun

Gimana Cara Baca QRIS yang Benar Menurut Bank Indonesia? Jadi Omongan Sepanjang Tahun

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 16:40 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Melonjak per November, Tembus Rp 2.500 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Melonjak per November, Tembus Rp 2.500 Triliun

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 12:40 WIB

Jepang, Thailand, Singapura Kini Bisa Dibayar Pakai QRIS! Cek Daftar Negara yang Sudah Terkoneksi

Jepang, Thailand, Singapura Kini Bisa Dibayar Pakai QRIS! Cek Daftar Negara yang Sudah Terkoneksi

Video | Kamis, 04 Desember 2025 | 20:15 WIB

Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter, Peran BI Makin Luas

Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter, Peran BI Makin Luas

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:45 WIB

Bank Indonesia Ambil Kendali Awasi Pasar Uang dan Valuta Asing, Ini Fungsinya

Bank Indonesia Ambil Kendali Awasi Pasar Uang dan Valuta Asing, Ini Fungsinya

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 10:48 WIB

Bank Indonesia Punya Cara Turunkan Harga Bawang, Begini Strateginya

Bank Indonesia Punya Cara Turunkan Harga Bawang, Begini Strateginya

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:26 WIB

Terkini

Masjid Istiqlal Ikut Ramaikan Pasar Modal, Dana Wakaf Diputar Lewat Investasi

Masjid Istiqlal Ikut Ramaikan Pasar Modal, Dana Wakaf Diputar Lewat Investasi

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Siap-siap, Beberapa BUMN Akan Segera IPO

Siap-siap, Beberapa BUMN Akan Segera IPO

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Polisi Tangkap Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi

Polisi Tangkap Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Kebutuhan Pembiayaan Tembus Rp9.200 Triliun, Indonesia Makin Bergantung pada Utang China-Jepang

Kebutuhan Pembiayaan Tembus Rp9.200 Triliun, Indonesia Makin Bergantung pada Utang China-Jepang

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:05 WIB

BRI Siapkan KPR DP 1% Hingga Tenor 30 Tahun untuk Danantara Housing Expo 2026

BRI Siapkan KPR DP 1% Hingga Tenor 30 Tahun untuk Danantara Housing Expo 2026

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:02 WIB

Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi

Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Ulasan The Kidnapping Day: Menemukan Makna Keluarga dari Kisah Penculikan

Ulasan The Kidnapping Day: Menemukan Makna Keluarga dari Kisah Penculikan

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:00 WIB

5 HP Realme RAM 8 GB Murah Mulai Rp1 Jutaan, Ini Pilihannya

5 HP Realme RAM 8 GB Murah Mulai Rp1 Jutaan, Ini Pilihannya

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:00 WIB

BRI Dukung Edukasi Keamanan Transaksi Digital dan Bahaya Modus Penipuan di Situbondo

BRI Dukung Edukasi Keamanan Transaksi Digital dan Bahaya Modus Penipuan di Situbondo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara

Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara

Kalbar | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:58 WIB

×