Bea Keluar Batu Bara 1 Januari 2026 Belum Berlaku, Purbaya-Bahlil Masih Godok PMK

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:00 WIB
Bea Keluar Batu Bara 1 Januari 2026 Belum Berlaku, Purbaya-Bahlil Masih Godok PMK
Angkutan batubara Sumsel [ANTARA]
baca 10 detik
  • Bea keluar batu bara 1 Januari 2026 tertunda, Kemenkeu-ESDM masih finalisasi aturan PMK.
  • Menkeu Purbaya kritik restitusi pajak batu bara yang buat pendapatan negara jadi negatif.
  • Tarif ekspor baru akan merujuk pada tren harga pasar guna dukung dana sosial dan rakyat.

Suara.com - Pemerintah secara resmi belum memberlakukan pungutan bea keluar ekspor batu bara meskipun target awal penerapannya ditetapkan pada 1 Januari 2026.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa regulasi teknis berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Proses penyusunan aturan tersebut tengah dikonsolidasikan secara intensif antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan. Yuliot menyebut bahwa penentuan besaran tarif nantinya akan sangat bergantung pada dinamika harga komoditas global.

"Ini berdasarkan tren harga kan terjadi penurunan juga. Jadi dari Kementerian ESDM dan juga Kementerian Keuangan itu bagaimana penyusunan PMK-nya. Peraturan Menteri Keuangannya itu juga lagi diselesaikan," ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Rencana pengenaan bea keluar ini merupakan respons terhadap kegelisahan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait dampak UU Cipta Kerja pada sektor pertambangan. Menkeu Purbaya menyebut skema restitusi pajak yang berlaku saat ini justru membuat pendapatan bersih (net) negara dari sektor batu bara menjadi negatif.

"Dia bayar pajak, royalti segala macam, tapi ditarik di restitusi. Saya dapatnya negatif. Jadi saya memberi subsidi perusahaan batu bara yang sudah pada kaya itu. Menurut Anda, wajar enggak?" tegas Purbaya dalam konferensi pers sebelumnya (31/12/2025).

Menkeu menekankan bahwa kekayaan alam sesuai Pasal 33 UUD 1945 haruslah digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Selisih dari bea keluar ekspor tersebut nantinya direncanakan untuk mendanai program sosial, seperti penanganan bencana di Aceh hingga sektor pendidikan.

Meskipun pengusaha mendesak agar kebijakan ini mempertimbangkan tren harga yang sedang turun, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyeimbangkan kepentingan pengusaha, negara, dan rakyat.

Yuliot belum bersedia membocorkan besaran tarif yang akan dikenakan. Namun, pihak ESDM memastikan akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) untuk memastikan kapan aturan ini sah diberlakukan.

baca juga

"Nanti bagaimana tren perkembangan harganya. Saya cek dengan Dirjen Minerba sudah sampai mana pembahasannya," pungkas Yuliot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya Minta Tukang Goreng Saham Ditangkap

Jelang Pergantian Direksi BEI, Purbaya Minta Tukang Goreng Saham Ditangkap

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:59 WIB

Purbaya Ungkap Sisa Kas Negara Akhir 2025 Masih Ada Rp 399 Triliun

Purbaya Ungkap Sisa Kas Negara Akhir 2025 Masih Ada Rp 399 Triliun

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:45 WIB

Purbaya Prihatin TNI Hanya Dikasih Nasi Bungkus saat Atasi Banjir Sumatra, Layak Diberi Upah

Purbaya Prihatin TNI Hanya Dikasih Nasi Bungkus saat Atasi Banjir Sumatra, Layak Diberi Upah

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×