Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emiten BUMI Target Berapa? Tertekan Aksi Jual Asing, Tapi Saham Tetap Laris

M Nurhadi

Selasa, 06 Januari 2026 | 12:38 WIB
Emiten BUMI Target Berapa? Tertekan Aksi Jual Asing, Tapi Saham Tetap Laris
Ilustrasi BUMI -freepik
baca 10 detik
  • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi fokus perdagangan di BEI pada Selasa, 6 Januari 2026, meskipun mengalami koreksi tipis.
  • Antusiasme pasar ditunjukkan dengan volume perdagangan mencapai 3 miliar saham dan nilai transaksi melebihi Rp1,70 triliun hingga siang.
  • Investor memandang optimis karena diversifikasi bisnis BUMI ke sektor mineral, terutama emas dan tembaga, melalui peningkatan kepemilikan saham JML.

Suara.com - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (6/1/2026) kembali menempatkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai pusat perhatian.

Meski sempat mengawali perdagangan sesi I dengan tekanan, emiten pertambangan raksasa milik Grup Bakrie dan Salim ini berhasil menunjukkan daya tahan dan perlahan bangkit kembali.

Hingga pukul 11.38 WIB, harga saham BUMI terpantau berada di level Rp458, mengalami koreksi tipis sebesar 1,29%. Kendati demikian, antusiasme pasar tetap terlihat sangat tinggi.

Hal ini dibuktikan dengan volume perdagangan yang telah menembus angka 3 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 115.000 kali. Total nilai transaksi pada siang ini bahkan sudah melampaui angka fantastis Rp1,70 triliun.

Akumulasi dan Analisis Teknikal: Target Ke Rp505

Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya aksi borong yang cukup masif di tengah fluktuasi harga.

BUMI mencatatkan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp111,3 miliar, yang menandakan kepercayaan investor institusi masih sangat solid.

Sejumlah sekuritas ternama pun memberikan pandangan optimis terhadap pergerakan harga BUMI ke depan:

Kiwoom Sekuritas: Memasang target harga pertama di level 474, dengan potensi penguatan lebih lanjut menuju target kedua di posisi 505.

baca juga

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS): Menyatakan bahwa BUMI masih berada dalam tren bullish yang kuat. Secara teknikal, saham ini terus membentuk pola higher high. BRIDS memprediksi BUMI akan segera menguji level resistance terdekat di kisaran 480-an.

Phintraco Sekuritas: Memiliki pandangan senada dengan menetapkan target harga ketiga di level psikologis 500.

Diversifikasi Bisnis Jadi Pendorong Utama

Loncatan minat investor terhadap BUMI tidak lepas dari transformasi fundamental yang tengah dilakukan perusahaan.

BRI Danareksa Sekuritas membedah bahwa kunci utama penguatan ini adalah langkah diversifikasi yang agresif. BUMI tidak lagi hanya bergantung pada komoditas batu bara.

Melalui skema rights issue terbaru, BUMI kini memperkuat posisi strategisnya di sektor mineral dengan meningkatkan porsi kepemilikan menjadi sekitar 64,98% di Jubilee Metals Limited (JML).

Langkah ini memberikan ekspansi yang signifikan ke sektor emas dan tembaga, yang dinilai memiliki prospek jangka menengah lebih menjanjikan.

Hendra Wardana, pengamat pasar modal dan pendiri Republik Investor, menilai diversifikasi ini membuat profil risiko BUMI lebih terjaga.

"BUMI kini tidak lagi bergantung pada batu bara saja, tapi ekspansi ke sektor emas dan tembaga membuat prospek jangka menengah terlihat lebih menarik," ungkap Hendra dalam ulasannya.

Namun, ia mengingatkan bahwa target ke level 500 merupakan skenario optimis yang bergantung pada realisasi proyek diversifikasi tersebut.

Di tengah reli ini, tercatat adanya perubahan pada struktur kepemilikan saham. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), HSBC-Fund SVS A/C Chengdong Investment Corp terpantau melepas sekitar 555 juta lembar saham BUMI. Aksi ini menurunkan persentase kepemilikan Chengdong dari 5,76% menjadi 5,61%.

Meski ada aksi jual dari salah satu investor besar, BUMI tetap menduduki posisi puncak sebagai saham paling aktif ditransaksikan di awal tahun 2026 ini.

Berikut adalah jajaran emiten dengan volume perdagangan tertinggi pada pembukaan sesi pertama hari ini:

BUMI: 4.623.325.400 saham
BIPI: 2.519.094.100 saham
CPRO: 2.260.701.400 saham
BBKP: 1.948.898.600 saham
GOTO: 1.312.100.500 saham
PADI: 1.102.744.500 saham
HUMI: 819.644.900 saham
DEWA: 536.436.700 saham
INET: 535.769.100 saham
GTSI: 507.686.900 saham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:29 WIB

Daftar Saham yang Lepas Suspend BEI, Bisa Ditransaksikan Mulai Hari Ini

Daftar Saham yang Lepas Suspend BEI, Bisa Ditransaksikan Mulai Hari Ini

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:26 WIB

IHSG DIbuka ke Level Tertinggi 8.890, Tapi Langsung Melemah

IHSG DIbuka ke Level Tertinggi 8.890, Tapi Langsung Melemah

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:16 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×