Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.465.000
IHSG 5.912,442
LQ45 587,370
Srikehati 290,628
JII 345,613
USD/IDR 18.085

Emiten BUMI Target Berapa? Tertekan Aksi Jual Asing, Tapi Saham Tetap Laris

M Nurhadi

Selasa, 06 Januari 2026 | 12:38 WIB
Emiten BUMI Target Berapa? Tertekan Aksi Jual Asing, Tapi Saham Tetap Laris
Ilustrasi BUMI -freepik
baca 10 detik
  • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi fokus perdagangan di BEI pada Selasa, 6 Januari 2026, meskipun mengalami koreksi tipis.
  • Antusiasme pasar ditunjukkan dengan volume perdagangan mencapai 3 miliar saham dan nilai transaksi melebihi Rp1,70 triliun hingga siang.
  • Investor memandang optimis karena diversifikasi bisnis BUMI ke sektor mineral, terutama emas dan tembaga, melalui peningkatan kepemilikan saham JML.

Suara.com - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (6/1/2026) kembali menempatkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai pusat perhatian.

Meski sempat mengawali perdagangan sesi I dengan tekanan, emiten pertambangan raksasa milik Grup Bakrie dan Salim ini berhasil menunjukkan daya tahan dan perlahan bangkit kembali.

Hingga pukul 11.38 WIB, harga saham BUMI terpantau berada di level Rp458, mengalami koreksi tipis sebesar 1,29%. Kendati demikian, antusiasme pasar tetap terlihat sangat tinggi.

Hal ini dibuktikan dengan volume perdagangan yang telah menembus angka 3 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 115.000 kali. Total nilai transaksi pada siang ini bahkan sudah melampaui angka fantastis Rp1,70 triliun.

Akumulasi dan Analisis Teknikal: Target Ke Rp505

Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya aksi borong yang cukup masif di tengah fluktuasi harga.

BUMI mencatatkan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp111,3 miliar, yang menandakan kepercayaan investor institusi masih sangat solid.

Sejumlah sekuritas ternama pun memberikan pandangan optimis terhadap pergerakan harga BUMI ke depan:

Kiwoom Sekuritas: Memasang target harga pertama di level 474, dengan potensi penguatan lebih lanjut menuju target kedua di posisi 505.

baca juga

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS): Menyatakan bahwa BUMI masih berada dalam tren bullish yang kuat. Secara teknikal, saham ini terus membentuk pola higher high. BRIDS memprediksi BUMI akan segera menguji level resistance terdekat di kisaran 480-an.

Phintraco Sekuritas: Memiliki pandangan senada dengan menetapkan target harga ketiga di level psikologis 500.

Diversifikasi Bisnis Jadi Pendorong Utama

Loncatan minat investor terhadap BUMI tidak lepas dari transformasi fundamental yang tengah dilakukan perusahaan.

BRI Danareksa Sekuritas membedah bahwa kunci utama penguatan ini adalah langkah diversifikasi yang agresif. BUMI tidak lagi hanya bergantung pada komoditas batu bara.

Melalui skema rights issue terbaru, BUMI kini memperkuat posisi strategisnya di sektor mineral dengan meningkatkan porsi kepemilikan menjadi sekitar 64,98% di Jubilee Metals Limited (JML).

Langkah ini memberikan ekspansi yang signifikan ke sektor emas dan tembaga, yang dinilai memiliki prospek jangka menengah lebih menjanjikan.

Hendra Wardana, pengamat pasar modal dan pendiri Republik Investor, menilai diversifikasi ini membuat profil risiko BUMI lebih terjaga.

"BUMI kini tidak lagi bergantung pada batu bara saja, tapi ekspansi ke sektor emas dan tembaga membuat prospek jangka menengah terlihat lebih menarik," ungkap Hendra dalam ulasannya.

Namun, ia mengingatkan bahwa target ke level 500 merupakan skenario optimis yang bergantung pada realisasi proyek diversifikasi tersebut.

Di tengah reli ini, tercatat adanya perubahan pada struktur kepemilikan saham. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), HSBC-Fund SVS A/C Chengdong Investment Corp terpantau melepas sekitar 555 juta lembar saham BUMI. Aksi ini menurunkan persentase kepemilikan Chengdong dari 5,76% menjadi 5,61%.

Meski ada aksi jual dari salah satu investor besar, BUMI tetap menduduki posisi puncak sebagai saham paling aktif ditransaksikan di awal tahun 2026 ini.

Berikut adalah jajaran emiten dengan volume perdagangan tertinggi pada pembukaan sesi pertama hari ini:

BUMI: 4.623.325.400 saham
BIPI: 2.519.094.100 saham
CPRO: 2.260.701.400 saham
BBKP: 1.948.898.600 saham
GOTO: 1.312.100.500 saham
PADI: 1.102.744.500 saham
HUMI: 819.644.900 saham
DEWA: 536.436.700 saham
INET: 535.769.100 saham
GTSI: 507.686.900 saham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:29 WIB

Daftar Saham yang Lepas Suspend BEI, Bisa Ditransaksikan Mulai Hari Ini

Daftar Saham yang Lepas Suspend BEI, Bisa Ditransaksikan Mulai Hari Ini

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:26 WIB

IHSG DIbuka ke Level Tertinggi 8.890, Tapi Langsung Melemah

IHSG DIbuka ke Level Tertinggi 8.890, Tapi Langsung Melemah

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:16 WIB

Terkini

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:40 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:07 WIB

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:35 WIB

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:02 WIB

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:48 WIB

Pajak Ecommerce Segera Berlaku, Siapa dan Apa yang Dipajaki?

Pajak Ecommerce Segera Berlaku, Siapa dan Apa yang Dipajaki?

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:21 WIB

×