- IHSG pada Selasa, 6 Januari 2025, bergerak fluktuatif, sempat menguat lalu melemah ke level 8.854 hingga pukul 09.07 WIB.
- Pada waktu tersebut, terjadi transaksi 6,99 miliar saham senilai Rp 2,94 triliun; saham naik lebih banyak daripada yang turun.
- Pergerakan IHSG ke depan akan dipengaruhi data inflasi domestik dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada awal perdagangan Selasa, 6 Januari 2025. IHSG awalnya menguat di level 8.890, namun langsung melemah
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.07 WIB, IHSG beralih masuk ke zona merah di level 8.854 atau turun 0,13 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 6,99 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 452.600 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 328 saham bergerak naik, sedangkan 262 saham mengalami penurunan, dan 368 saham tidak mengalami pergerakan.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/18/52507-ihsg-ihsg-anjlok-bursa-efek-indeks-harga-saham-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, INPC, AHAP, DEFI, VINS, BIPI, JMAS, STTP, VICI, HOPE, HUMI, INET.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MXPL, KLAS, UDNG, CHEM, PNLF, OASA, ENRG, ATAP, CGAS, HOMI, APEX
Proyeksi IHSG
IHSG ditutup menguat pada perdagangan terakhir. IHSG tercatat naik 1,17 persen ke level 8.748, didorong oleh aksi beli investor asing yang membukukan net foreign buy sebesar Rp1,14 triliun di pasar reguler.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas Senin (5/1/2026), penguatan IHSG mencerminkan mulai membaiknya sentimen risiko di pasar saham domestik. Meski demikian, secara teknikal ruang kenaikan indeks dinilai mulai terbatas.
Baca Juga: Profil Pemilik Saham MORA, Emiten Infrastruktur Jaringan yang Harganya Meroket
"Resistance terdekat IHSG berada di area 8.765," tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Dari sisi global, pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan terakhir. Dow Jones Industrial Average menguat 0,66 persen ke level 48.382,39, disusul S&P 500 yang naik 0,19% ke posisi 6.858,47. Sementara itu, indeks teknologi Nasdaq justru terkoreksi tipis 0,027% ke level 23.235,63.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah katalis domestik, terutama rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.
Kedua indikator tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan ekonomi serta menjaga stabilitas makroekonomi nasional.
Sementara dari sisi eksternal, eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela turut menjadi perhatian investor.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan volatilitas pasar global dan berdampak pada pergerakan IHSG dalam jangka pendek.