Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:42 WIB
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
KRL
baca 10 detik
  • Instran mengingatkan tantangan ekonomi 2026 memerlukan kebijakan transportasi publik pro-masyarakat.
  • Pengeluaran transportasi publik rumah tangga mencapai 20-30 persen dari batas ideal 10 persen menurut Bambang.
  • Bambang Susantono menekankan dampak ekonomi transportasi lebih penting daripada sekadar untung rugi finansial.

Suara.com - Inisiatif Strategis Transportasi (Instran) mengingatkan, tantangan ekonomi pada 2026 berpotensi semakin berat jika tidak diimbangi dengan kebijakan transportasi publik yang berpihak kepada masyarakat.

Ketua Pembina Instran, Bambang Susantono menilai, ongkos angkutan umum masih menjadi beban besar bagi kehidupan warga perkotaan, terutama di tengah tekanan ekonomi yang diperkirakan kian menantang pada tahun depan.

Menurut Bambang, mobilitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas ekonomi sehari-hari, mulai dari bekerja, sekolah, hingga aktivitas sosial.

"Kalau kita lihat, pengeluaran untuk transportasi itu sekarang masih di kisaran 20 sampai 30 persen dari pengeluaran rumah tangga," ujar Bambang dalam diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2025).

Penumpang menaiki Bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Penumpang menaiki Bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Angka tersebut, lanjut dia, jauh dari batas ideal yang lazim digunakan sebagai acuan kesehatan ekonomi kota, yakni sekitar 10 persen dari pendapatan.

Kondisi itu dinilai tidak sehat karena semakin besar porsi pendapatan yang habis untuk transportasi, semakin kecil ruang masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, maupun konsumsi.

Bambang menilai, tekanan biaya transportasi berpotensi makin terasa pada 2026 seiring tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Ia menekankan, transportasi publik seharusnya tidak diperlakukan semata-mata sebagai layanan yang dihitung untung dan rugi secara finansial.

"Transportasi itu bukan hanya soal cash flow atau untung rugi, tapi bagaimana dampak ekonominya bagi kota," ucap Bambang.

baca juga

Menurutnya, angkutan umum memiliki efek berganda yang besar terhadap pergerakan ekonomi, karena memengaruhi produktivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi perkotaan secara keseluruhan.

Bambang mencontohkan, ketika biaya transportasi bisa ditekan, sisa pengeluaran masyarakat dapat dialihkan ke sektor lain yang lebih produktif dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

Dalam konteks itu, Bambang menilai peran pemerintah sangat krusial sebagai fasilitator mobilitas warga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Ia berharap pada 2026, kebijakan transportasi publik dapat benar-benar meringankan beban masyarakat, sehingga mobilitas tetap terjaga tanpa menggerus daya beli warga kota.

"Apalagi 2026 ini saya kira ekonomi juga akan semakin menantang, ya. Akan semakin menantang sehingga menurut saya kalau itu tetap bisa dibantu oleh pemerintah dengan sekali lagi mengasumsikan ataupun juga me-recognize bahwa transport itu enggak cuma masalah untung rugi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Nataru 2025/2026, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik 6,57 Persen

Libur Nataru 2025/2026, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik 6,57 Persen

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 15:05 WIB

Menhub Catat 14,9 Juta Orang Naik Angkutan Umum Selama Nataru

Menhub Catat 14,9 Juta Orang Naik Angkutan Umum Selama Nataru

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 12:05 WIB

Grab Tawarkan Jaminan Tepat Waktu Kejar Pesawat dan Kompensasi Jutaan Rupiah

Grab Tawarkan Jaminan Tepat Waktu Kejar Pesawat dan Kompensasi Jutaan Rupiah

Bisnis | Minggu, 21 Desember 2025 | 10:24 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×