Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 16 Januari 2026 | 14:11 WIB
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
Ilustrasi perekonomian Amerika Serikat. [Pixabay]
  • Chief Investment Officer Bank DBS memprediksi defisit dan utang AS akan melebar, memicu kekhawatiran inflasi.
  • Kelemahan independensi Federal Reserve dapat meningkatkan premi risiko bagi investor yang mencari aset riil.
  • Deglobalisasi dan investasi AI serta pertahanan menjadi tren struktural penting yang membentuk kembali pasar global.

Suara.com - Ekonomi Amerika Serikat (AS) sedang memasuki era baru di mana dominasi fiskal semakin menonjol. Dalam hal ini, Chief Investment Officer Bank DBS, Hou Wey Fook, mengatakan defisit bakal melebar dan utang akan meningkat.

Hal ini bakal telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pembiayaan pemerintah akan mengaburkan kebijakan moneter.

"Setiap pelemahan kemandirian Federal Reserve, baik yang nyata maupun yang dirasakan, dapat memicu kembali kekhawatiran inflasi dan memaksa pasar untuk menuntut premi risiko yang lebih tinggi," katanya dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Jika pelonggaran fiskal dan moneter terus berlanjut tanpa kendali, tekanan harga akan semakin meningkat.

Hal ini karena ketidakhadiran kerangka fiskal yang komprehensif untuk mengendalikan utang publik, bukan tarif atau kendala pasokan, merupakan pendorong utama inflasi.

"Bagi investor, ini bukan sekadar risiko teoretis, melainkan tantangan praktis. Melindungi nilai portofolio berarti berinvestasi pada aset riil," ungkap dia.

Bank DBS
Bank DBS

Menurut  Hou Wey Fook, infrastruktur, properti, komoditas, dan logam mulia secara historis berkinerja lebih baik selama siklus inflasi, sehingga menjadi elemen yang tak tergantikan dalam strategi saat ini.

Namun, inflasi bukanlah satu-satunya pergeseran struktural yang membentuk kembali pasar.

Deglobalisasi yang dipercepat oleh kebijakan proteksionis seperti “America First” telah menimbulkan dua dampak negatif yaitu aliran perdagangan yang melemah dan biaya produksi yang lebih tinggi.

"Meskipun menghadapi tantangan ini, momentum makro tetap kuat berkat siklus investasi modal yang kuat," ujarnya.

Untuk itu, kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) dan pengeluaran pertahanan memimpin tren ini.

Hyperscalers saja diperkirakan akan mengucurkan dana sebesar 1,4 triliun dolar AS ke infrastruktur AI antara tahun 2025 dan 2027, sementara anggaran pertahanan NATO diperkirakan akan naik dari 2 persen menjadi 5 persen dari PDB pada tahun 2035.

"Komitmen ini mewakili angin segar struktural yang berpotensi mendefinisikan ulang lanskap industri dan teknologi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garap Proyek Emas, Merdeka Gold Resources (EMAS) Kantongi Utang US$350 Juta

Garap Proyek Emas, Merdeka Gold Resources (EMAS) Kantongi Utang US$350 Juta

Bisnis | Selasa, 09 Desember 2025 | 11:32 WIB

Utang KUR Petani Terdampak Bencana Dihapus, Prabowo Janji Rehabilitasi Lahan

Utang KUR Petani Terdampak Bencana Dihapus, Prabowo Janji Rehabilitasi Lahan

Bisnis | Minggu, 07 Desember 2025 | 17:31 WIB

Sabet Gelar Market Leader, Saham AVIA Berpotensi Menguat Akhir Pekan?

Sabet Gelar Market Leader, Saham AVIA Berpotensi Menguat Akhir Pekan?

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 16:40 WIB

Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat

Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 08:49 WIB

Menko Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Mulai Masuk Fase Normalisasi

Menko Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Mulai Masuk Fase Normalisasi

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 14:53 WIB

Waduh, NIlai Tukar Rupiah Diramal Tembus Rp16.800 di Akhir Tahun

Waduh, NIlai Tukar Rupiah Diramal Tembus Rp16.800 di Akhir Tahun

Bisnis | Kamis, 27 November 2025 | 18:10 WIB

Terkini

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 01:05 WIB

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:41 WIB

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:46 WIB

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:42 WIB

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:31 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB