Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 19 Januari 2026 | 06:49 WIB
Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal
Ilustrasi. Foto udara kerusakan Lanskap Bukit Bulan akibat aktivitas pertambangan emas ilegal di Desa Lubuk Bedorong, Limun, Sarolangun, Jambi, Kamis (18/11/2021). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan]
  • PETI Pohuwato rusak air & lahan tani; limbah merkuri langsung dibuang ke sungai tanpa olah.
  • Penelitian 2015-2024 bukti pencemaran merkuri di Pohuwato bersifat kronis & masuk rantai makanan.
  • Produksi tani turun & warga berisiko kena penyakit saraf akibat logam berat di aliran sungai.

Suara.com - Serangkaian temuan ilmiah terbaru mengonfirmasi adanya degradasi lingkungan skala besar di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan merkuri terbukti telah merusak kualitas air permukaan, air tanah, hingga mengancam rantai makanan masyarakat setempat secara kronis.

Laporan terbaru dari Novriyal et al. (2024) dalam International Journal of Humanities, Education and Social Sciences mengungkapkan bahwa limbah pengolahan emas dibuang langsung ke lingkungan tanpa proses filtrasi. Dampaknya, Daerah Aliran Sungai (DAS) Marisa mengalami sedimentasi berat dan penurunan fungsi lahan pertanian yang signifikan di wilayah hilir.

Senada dengan itu, penelitian Barakati dkk. (2024) yang diterbitkan Universitas Diponegoro mencatat bahwa seluruh segmen DAS di Kecamatan Buntulia telah tercemar. Parameter fisik dan kimia air di wilayah tersebut telah melampaui baku mutu lingkungan, sehingga tidak lagi layak untuk menunjang kebutuhan ekologis maupun konsumsi warga.

Bukti kerusakan ini sebenarnya bukan fenomena baru. Penelitian Ramli Utina (2015) dari Universitas Negeri Gorontalo satu dekade lalu telah menemukan jejak merkuri pada jaringan tubuh burung di pesisir Pohuwato. Hal ini menjadi sinyal merah bahwa logam berat telah masuk ke dalam rantai makanan sejak lama.

Selain itu para petani lokal juga melaporkan penurunan produktivitas akibat sawah yang tertutup sedimen limbah tambang. Dinas Lingkungan Hidup setempat juga menemukan jejak merkuri pada tanah persawahan.

Disisi lain para warga mulai mengeluhkan gangguan kulit seperti iritasi dan gatal-gatal. Dalam jangka panjang, paparan ini berisiko memicu gangguan saraf pusat hingga penyakit Minamata.

Selain itu muncul keresahan warga untuk mengonsumsi ikan sungai dan hasil panen lokal karena kekhawatiran kontaminasi logam berat.

Integrasi data penelitian dari tahun 2015 hingga 2024 ini menegaskan bahwa PETI bukan sekadar isu perizinan, melainkan ancaman serius terhadap keberlanjutan ekonomi dan kesehatan jangka panjang di Pohuwato.

PETI Pohuwato rusak air & lahan tani; limbah merkuri langsung dibuang ke sungai tanpa olah.
Penelitian 2015-2024 bukti pencemaran merkuri di Pohuwato bersifat kronis & masuk rantai makanan.
Produksi tani turun & warga berisiko kena penyakit saraf akibat logam berat di aliran sungai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor

Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 08:38 WIB

Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor

Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:34 WIB

Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato

Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:30 WIB

Terkini

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:28 WIB

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:55 WIB

Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan

Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:15 WIB

Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I

Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:54 WIB

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:37 WIB

Ancaman Siber Bergeser ke Pengguna, Indodax Gencarkan Edukasi Anti-Phishing

Ancaman Siber Bergeser ke Pengguna, Indodax Gencarkan Edukasi Anti-Phishing

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:00 WIB

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:45 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB