Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Penyebab Saham BUMI Terus Turun, Harganya Ambles Berhari-hari

M Nurhadi

Senin, 19 Januari 2026 | 11:53 WIB
Penyebab Saham BUMI Terus Turun, Harganya Ambles Berhari-hari
Ilustrasi BUMI /freepik
  • Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tertekan drastis pada Senin, 19 Januari 2026, menembus level psikologis Rp400.
  • Penurunan harga saham BUMI dipicu aksi jual bersih agresif investor asing mencapai Rp217 miliar pagi itu.
  • Koreksi BUMI terjadi berlawanan dengan rekor IHSG, di tengah antisipasi rebalancing indeks MSCI bulan Februari mendatang.

Suara.com - Tekanan jual terhadap saham raksasa batu bara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kian meruncing pada pembukaan perdagangan pekan ini.

Memasuki sesi I Senin (19/1/2026), harga saham BUMI terhempas ke bawah level psikologis Rp400, melanjutkan tren negatif yang telah terjadi sejak pekan lalu.

Hingga pukul 11.00 WIB, saham BUMI terpantau melemah ke level Rp394. Aktivitas perdagangan berlangsung sangat padat dengan volume mencapai 2,05 miliar saham yang berpindah tangan.

Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 86.470 kali dengan nilai transaksi menembus Rp821 miliar di pertengahan sesi pertama.

Kejatuhan harga saham emiten pertambangan ini dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) yang sangat agresif. Berdasarkan data RTI, BUMI mencatatkan net sell sebesar Rp217 miliar pada pagi ini saja, menempatkannya di urutan pertama saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing.

Kondisi ini memperpanjang catatan buruk BUMI di mata investor mancanegara. Sepanjang periode 12-15 Januari 2026 saja, total net sell asing pada saham ini sudah mencapai Rp963,8 miliar di pasar reguler.

Aksi pelepasan aset secara beruntun ini menjadi faktor utama yang menyeret harga BUMI turun drastis di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Pergerakan BUMI: Koreksi di Tengah Rekor IHSG

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatatkan rekor tertinggi baru, saham BUMI justru bergerak anomali dengan arah berlawanan. Berikut ringkasan pergerakannya dalam sepekan terakhir:

Penurunan Tajam: Harga terkoreksi antara 10% hingga 12,77% hanya dalam waktu satu pekan.
Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Analis menilai investor asing cenderung melakukan realisasi keuntungan setelah kenaikan signifikan pada periode sebelumnya.
Sentimen MSCI: Pasar mulai mengantisipasi adanya rebalancing indeks MSCI pada Februari mendatang, yang menyebabkan pergeseran minat investor.
Di sisi lain, pelemahan harga ini dimanfaatkan oleh sejumlah investor domestik untuk melakukan aksi "serok" atau buy on weakness. Investor lokal tampak mencoba menahan tekanan jual dengan melakukan akumulasi saat harga menyentuh level support teknikal.

## Analisis Teknikal: Support dan Resistance
Secara teknikal, pergerakan BUMI saat ini berada di bawah level support kuat sebelumnya yang berada di kisaran Rp406-Rp414. Apabila tekanan jual terus berlanjut, investor perlu mencermati kekuatan fundamental perusahaan dan sentimen global sektor komoditas. Untuk kembali ke tren penguatan, BUMI setidaknya harus mampu menembus kembali area resistance di level Rp430 hingga Rp444.

Meskipun secara mingguan mengalami kontraksi hebat, performa saham BUMI secara bulanan dan tahun berjalan (year-to-date) secara akumulatif sebenarnya masih berada di zona positif berkat reli panjang sepanjang tahun 2025 lalu.


DISCLAIMER: Investasi saham melibatkan risiko pasar yang tinggi. Data dan analisis di atas merupakan informasi publik dan bukan merupakan perintah untuk melakukan transaksi jual atau beli. Investor diharapkan melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi di sektor pertambangan yang volatil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Betah di Level 9.000 di Pembukaan Awal Pekan

IHSG Masih Betah di Level 9.000 di Pembukaan Awal Pekan

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 09:14 WIB

IHSG Diprediksi Sideways, Cek Saham-saham Rekomendasi Analis Hari Ini

IHSG Diprediksi Sideways, Cek Saham-saham Rekomendasi Analis Hari Ini

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 08:49 WIB

Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?

Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 06:45 WIB

Terkini

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:48 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:09 WIB

Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen

Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:06 WIB

Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah

Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:54 WIB

Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu

Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:20 WIB

Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya

Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:08 WIB

Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah

Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:52 WIB