- Pencalonan Tommy Djiwandono: Wamenkeu diusulkan jadi Deputi Gubernur BI gantikan Juda Agung.
- Independensi BI Terjaga: Menkeu jamin posisi baru Tommy takkan ganggu independensi Bank Indonesia.
- Sinyal Tukar Posisi: Juda Agung diproyeksikan isi kursi Wamenkeu dalam skema switch jabatan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Langkah ini menyusul rencana pengunduran diri Deputi Gubernur BI saat ini, Juda Agung.
Ditemui di Gedung DPR pada Senin (19/1/2026), Menkeu Purbaya memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan tersebut. Menurutnya, transisi ini akan memberikan pengalaman yang lebih luas bagi Tommy Djiwandono di sektor moneter.
"Ya baguslah biar Pak Thomas ada pengalaman lebih luas lagi. Saya mendukung," ujar Purbaya.
Menepis Isu Independensi Menkeu menegaskan bahwa masuknya unsur pemerintah ke dalam jajaran pimpinan bank sentral tidak akan menggerus independensi BI. Ia mengungkapkan bahwa Tommy sudah mulai memahami ritme kerja BI setelah menghadiri Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada November 2025 lalu.
"Disuruh ngintip-ngintip, di BI ada apa sih. Kan sudah ngintip dua kali cukup. Jadi ya pindah ke sana juga cukup, saya pikir," selorohnya.
Sinyal 'Switch' Jabatan dengan Juda Agung Menariknya, Purbaya juga memberi sinyal adanya pertukaran posisi (switch). Juda Agung, yang akan meninggalkan posisinya di BI, dikabarkan menjadi calon kuat untuk mengisi kursi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Tommy.
Menkeu menjadwalkan pertemuan dengan Juda Agung pada Selasa esok untuk mendiskusikan rencana tersebut lebih lanjut, meskipun ia belum mengonfirmasi secara gamblang apakah pertemuan itu merupakan tahap wawancara resmi.
"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih... Kayaknya switch ya kelihatannya," tandas Purbaya.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI