Meski Naik Tipis, Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Rp 2.705.000/Gram

Achmad Fauzi

Selasa, 20 Januari 2026 | 09:37 WIB
Meski Naik Tipis, Emas Antam Terus Pecah Rekor, Harganya Rp 2.705.000/Gram
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).
baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada Selasa, 20 Januari 2026, mencapai Rp 2.705.000, naik tipis dari hari sebelumnya.
  • Harga emas dunia (XAU/USD) menguat mendekati USD 4.670 per ons akibat ketegangan geopolitik dan tarif AS terhadap Eropa.
  • Prospek The Fed menahan pelonggaran moneter menopang Dolar AS, namun sentimen *safe haven* menjadi pendukung utama harga emas.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 20 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.705.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia,harga emas Antam itu naik tipis Rp 2.000 dibandingkan hari Senin, 19 Januari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.546.000 per gram.

Harga buyback itu juga melompat Rp 1.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Pekerja menunjukkan emas yang dijual di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2024). [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/YU/pri.]
Pekerja menunjukkan emas yang dijual di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2024). [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/YU/pri.]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.402.500
  • Emas 1 Gram Rp 2.705.000
  • Emas 2 gram Rp 5.350.000
  • Emas 3 gram Rp 8.000.000
  • Emas 5 gram Rp 13.300.000
  • Emas 10 gram Rp 26.545.000
  • Emas 25 gram Rp 66.237.000
  • Emas 50 gram Rp 132.395.000
  • Emas 100 gram Rp 264.712.000
  • Emas 250 gram Rp 661.515.000
  • Emas 500 gram Rp 1.322.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.645.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Terus Naik

Harga emas dunia terus bergerak menguat pada awal perdagangan Asia, Selasa, 20 Januari 2026. Logam mulia berkode XAU/USD tercatat naik tipis dan mendekati level USD 4.670 per ons, di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven akibat ketegangan geopolitik dan ekonomi global.

Dikutip dari FXStreet, emas bahkan diperkirakan berpeluang mencetak rekor tertinggi baru seiring para pelaku pasar memburu aset aman di tengah prospek ketidakpastian yang masih berlanjut.

baca juga

Sentimen utama datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pada Sabtu lalu menyebut akan memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa. Kebijakan tersebut ditujukan kepada negara-negara yang menolak rencana AS untuk mengakuisisi Greenland.

Negara yang terdampak tarif baru itu antara lain Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris Raya. Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran pasar akan meluasnya perang dagang global.

Situasi ini mendorong penguatan aset safe haven tradisional seperti emas. Di sisi lain, Uni Eropa (UE) juga dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah balasan berupa paket tarif senilai 93 miliar euro terhadap impor dari Amerika Serikat.

“Harga emas telah mencapai rekor tertinggi baru dalam kenaikannya yang gemilang,” ujar Kepala Strategi Investasi Wealth Club, Susannah Streeter.

Menurutnya, emas semakin diminati sebagai aset aman seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak kebijakan perdagangan dan geopolitik agresif Amerika Serikat.

Dari sisi kebijakan moneter, sebagian besar analis memperkirakan Federal Reserve AS (The Fed) akan menahan sementara siklus pelonggaran moneternya pada akhir bulan ini. Hal tersebut didorong oleh kondisi pasar tenaga kerja AS yang masih relatif stabil.

Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar saat ini hanya memperkirakan peluang hampir 5 persen untuk penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan kebijakan Januari.

Sementara itu, analis Morgan Stanley memperbarui proyeksi mereka untuk tahun 2026 dengan memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada Juni dan satu kali lagi pada September. Proyeksi ini lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya yang menempatkan penurunan suku bunga pada Januari dan April.

Pandangan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama cenderung menopang penguatan Dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi menjadi tekanan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, meskipun sentimen safe haven masih menjadi penopang utama pergerakan harga logam mulia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Tembus Rp 2,7 Juta/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tembus Rp 2,7 Juta/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 09:43 WIB

Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas

Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 15:45 WIB

Harga Emas Batangan Antam Terkoreksi Jelang Akhir Pekan

Harga Emas Batangan Antam Terkoreksi Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:27 WIB

Terkini

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 07:58 WIB

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

×