- Harga emas Antam 1 gram pada Selasa, 20 Januari 2026, mencapai Rp 2.705.000, naik tipis dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia (XAU/USD) menguat mendekati USD 4.670 per ons akibat ketegangan geopolitik dan tarif AS terhadap Eropa.
- Prospek The Fed menahan pelonggaran moneter menopang Dolar AS, namun sentimen *safe haven* menjadi pendukung utama harga emas.
Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar saat ini hanya memperkirakan peluang hampir 5 persen untuk penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan kebijakan Januari.
Sementara itu, analis Morgan Stanley memperbarui proyeksi mereka untuk tahun 2026 dengan memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada Juni dan satu kali lagi pada September. Proyeksi ini lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya yang menempatkan penurunan suku bunga pada Januari dan April.
Pandangan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama cenderung menopang penguatan Dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi menjadi tekanan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, meskipun sentimen safe haven masih menjadi penopang utama pergerakan harga logam mulia.