Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:33 WIB
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
Goldman Sachs, memperkirakan harga minyak dunia berpotensi terbang melewati level USD100 per barel pada pekan depan jika blokade di Selat Hormuz tidak segera berakhir. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Konflik AS-Israel vs Iran tekan distribusi Selat Hormuz hingga turun 90%.
  • Goldman Sachs ramal minyak tembus US$ 100/barel jika blokade berlanjut di Maret.
  • Harga minyak berisiko lampaui puncak krisis 2008 dan 2022 akibat krisis pasokan.

Suara.com - Eskalasi konflik bersenjata antara poros Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran kian membakar pasar energi global.

Lembaga keuangan raksasa, Goldman Sachs, memberikan peringatan keras bahwa harga minyak dunia berpotensi terbang melewati level USD100 per barel pada pekan depan jika blokade di Selat Hormuz tidak segera berakhir.

Penyumbatan jalur perdagangan vital ini merupakan imbas langsung dari perang yang kian memanas di Timur Tengah. Saat ini, pergerakan perdagangan di Selat Hormuz dilaporkan anjlok drastis hingga 90% dari rata-rata normalnya.

"Kami sekarang juga berpikir kemungkinan harga minyak, terutama untuk produk olahan, akan melebihi puncak tahun 2008 dan 2022 jika Selat Hormuz tetap tertekan sepanjang bulan Maret," tulis Goldman Sachs dalam catatannya, dikutip dari Reuters, Sabtu (7/3/2026).

Padahal, proyeksi awal Goldman Sachs menempatkan harga minyak mentah Brent di kisaran US$ 80-an per barel untuk bulan Maret, dan diperkirakan melandai ke level US$ 70-an pada kuartal II-2026. Namun, realitas di lapangan berkata lain.

Hingga penutupan perdagangan Jumat kemarin, harga minyak mentah telah mencatatkan kenaikan mingguan tertajam sejak masa volatilitas ekstrem pandemi COVID-19. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran pasar akan terhentinya pasokan secara permanen dari kawasan Teluk.

Senada dengan Goldman, lembaga keuangan Barclays sebelumnya bahkan mengeluarkan ramalan yang lebih konservatif namun tetap mengerikan. Barclays menyebut harga Brent bisa menyentuh level US$ 120 per barel jika konflik di Timur Tengah tidak mereda dalam beberapa minggu ke depan.

Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi energi dunia. Macetnya jalur ini berarti kiamat kecil bagi distribusi energi internasional, yang pada akhirnya akan memicu inflasi gila-gilaan di tingkat global.

Baca Juga: Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI