Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Kuota Impor Sapi Swasta Dipangkas Drastis, Pemerintah Janji Evaluasi Maret 2026

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 22 Januari 2026 | 11:48 WIB
Kuota Impor Sapi Swasta Dipangkas Drastis, Pemerintah Janji Evaluasi Maret 2026
Sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung PrioK, Jakarta Utara, Selasa (2/9).
  • Pemerintah akan tinjau ulang kuota impor daging sapi pada Maret 2026.
  • Kuota impor swasta anjlok dari 180.000 ton menjadi hanya 30.000 ton.
  • Pengusaha protes dominasi BUMN dan ancaman PHK akibat minimnya stok.

Suara.com - Pemerintah berjanji akan meninjau ulang penetapan kuota impor daging sapi reguler tahun 2026 pada Maret mendatang.

Langkah ini diambil setelah gelombang protes dari para pelaku usaha swasta yang tergabung dalam berbagai asosiasi perdagingan terkait pemangkasan drastis jatah impor.

Dalam pertemuan di Kantor Menteri Koordinator Bidang Pangan, Selasa (20/1/2026), perwakilan asosiasi menyampaikan keberatan atas jatah impor swasta yang merosot tajam menjadi 30.000 ton, berbanding terbalik dengan kuota tahun 2025 yang mencapai 180.000 ton.

Direktur Eksekutif APPDI, Teguh Boediyana, menilai kebijakan yang diputuskan dalam Rakortas Neraca Komoditas tersebut dilakukan tanpa sosialisasi dan dialog.

"Kondisi ini menimbulkan persepsi bahwa kebijakan belum mencerminkan prinsip transparansi dan partisipasi publik," tegas Teguh, Kamis (22/1/2026).

Nada serupa disampaikan Marina Ratna dari APPHI. Ia memperingatkan bahwa jatah 30.000 ton yang dibagi untuk 105 perusahaan hanya akan bertahan selama dua bulan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan mengganggu pasokan sektor Hotel, Restoran, dan Katering (Horeka) serta industri olahan.

Berdasarkan Neraca Komoditas 2026, total kuota impor mencapai 297.000 ton. Namun, mayoritas jatah diberikan kepada BUMN (PT Berdikari dan PT PPI), termasuk untuk 100.000 ton daging kerbau India, 75.000 ton daging sapi Brasil dan 75.000 ton daging sapi negara lain.

Pelaku usaha mempertanyakan keadilan kebijakan ini mengingat realisasi impor BUMN pada tahun sebelumnya dinilai belum optimal.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan peninjauan tiga bulanan pada Maret 2026. Selain itu, pemerintah berencana membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang melibatkan pelaku usaha untuk menghitung ulang kebutuhan impor secara akurat.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pihaknya akan segera menerbitkan Perizinan Impor (PI) bagi kuota yang sudah ditetapkan agar tidak terjadi keterlambatan pasokan di pasar nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Nasional 22 Januari 2026 Turun Kompak, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Justru Naik

Harga Pangan Nasional 22 Januari 2026 Turun Kompak, Beras Khusus dan Daging Kerbau Lokal Justru Naik

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 11:18 WIB

Dibalik Skandal Kuota Haji: Ketika Aturan Dibengkokkan dan Ibadah Masuk Meja Transaksi

Dibalik Skandal Kuota Haji: Ketika Aturan Dibengkokkan dan Ibadah Masuk Meja Transaksi

Your Say | Kamis, 22 Januari 2026 | 07:21 WIB

Mahfud MD Yakin Ada Korupsi di Kasus Kuota Haji: Feeling Saya Mengatakan Pasti Ada

Mahfud MD Yakin Ada Korupsi di Kasus Kuota Haji: Feeling Saya Mengatakan Pasti Ada

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:13 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB