Mahfud MD Yakin Ada Korupsi di Kasus Kuota Haji: Feeling Saya Mengatakan Pasti Ada

Bangun Santoso

Rabu, 21 Januari 2026 | 13:13 WIB
Mahfud MD Yakin Ada Korupsi di Kasus Kuota Haji: Feeling Saya Mengatakan Pasti Ada
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Mahfud MD meyakini adanya praktik korupsi dalam pembagian kuota tambahan haji dan mendorong KPK mengusut tuntas.
  • Ia menyoroti kesulitan pembuktian kerugian negara karena kuota haji tambahan berasal dari Arab Saudi.
  • Mahfud menyarankan KPK fokus pada penyuapan atau pencucian uang dalam implementasi kebijakan kuota haji tersebut.

Suara.com - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan pernyataan mengejutkan terkait penanganan kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia secara terang-terangan meyakini adanya praktik lancung dalam pembagian kuota tambahan tersebut.

Dalam podcast terbarunya bertajuk "Terus Terang", Mahfud menjawab tudingan sejumlah pihak yang menganggapnya membela Menteri Agama terkait kebijakan kuota haji. Ia menegaskan bahwa dirinya justru mendorong KPK untuk mengusut tuntas perkara ini.

"Nah oleh sebab itu saya nih bukan membela, saya mengusulkan agar ini dikejar terus karena pasti ada korupsinya. feeling saya mengatakan pasti ada korupsinya gitu ya," ujar Mahfud MD sebagaimana dikutip dari kanal YouTube-nya, Rabu (21/1/2026).

Mahfud juga menyoroti perdebatan mengenai penggunaan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor yang berkaitan dengan kerugian keuangan negara. Menurutnya, pembuktian kerugian negara akan sulit karena kuota tersebut adalah pemberian dari Kerajaan Arab Saudi.

“Soalnya sekarang kalau menggunakan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang TIPIKOR, kerugian negaranya dari mana? Ini kan bukan uang negara. Iya kan? Raja Arab Saudi. Raja Arab Saudi memberi tambahan kuota tidak berupa uang negara, tapi ini harus digunakan. Nah, kalau dia gunakan untuk itu gak ada negara ruginya dong," jelas Mahfud.

Oleh sebab itu, Mahfud menegaskan KPK perlu bersikap jelas karena perkara tersebut pada dasarnya sulit dikaitkan dengan kerugian negara.

Menurutnya, penghitungan kerugian akan menjadi rumit mengingat tambahan kuota itu berasal dari bantuan Kerajaan Arab Saudi, kecuali jika bantuan tersebut ditetapkan dan diperlakukan sebagai fasilitas negara.

Di sisi lain, Mahfud menjelaskan bahwa meski secara kebijakan pembagian kuota kepada swasta bisa dilihat sebagai diskresi karena situasi darurat, namun implementasinya diduga kuat menjadi ajang cari keuntungan dari setiap "kepala" atau jemaah yang diberangkatkan melalui jalur tertentu.

"Tapi pelaksanaannya ini kalau dijual ada kickback satu satu kepala dihitung sekian. Nah, itu yang saya dengar KPK sudah punya itu. Oleh sebab itu gak cukup dengan dua. Mungkin ada tiga atau empat orang lagi yang terlibat," tegasnya.

baca juga

Ia pun menyarankan agar KPK tidak hanya terpaku pada kerugian negara, melainkan masuk ke ranah penyuapan atau bahkan pencucian uang.

Selain kasus haji, Mahfud MD juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas konsistensinya dalam pemberantasan korupsi. Hal ini merujuk pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Madiun dan Bupati Pati yang merupakan kader Partai Gerindra.

Mahfud menilai langkah KPK masuk ke "Liga 2" atau level pemerintah daerah sangat bagus, terutama karena tidak ada intervensi dari kekuasaan meski yang ditangkap adalah orang dekat Presiden.

"Saya juga hormatlah pada Gerindra tidak ikut campur, Presiden juga tidak marah-marah ada bupatinya ee ditangkap... Kalau mau dilindungi kan gampang aja presiden halangi gitu. Tapi oleh Presiden biarin aja," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, sikap diamnya Presiden Prabowo terhadap penangkapan anak buahnya justru merupakan sinyal positif bagi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

Menutup keterangannya, Mahfud berharap KPK terus berani bekerja di "Liga Utama" untuk menyentuh kasus-kasus besar di kementerian.

"Saya berharap KPK terus main juga di Liga Utama. Tapi terus nih jangan lupa sekarang bupati-bupati sudah pada takut nih. Liga 2 sudah mulai Liga 2 sudah mulai aktif nih kira-kira Liga duanya sudah bagus nih KPK. Teruskan cari itu bupati-bupati di mana gubernur. Sesudah itu naik ke gubernur dikit lah. Kan ada beberapa gubernur yang sudah disita yang partnernya sudah dimasukkan penjara," pungkasnya. (Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nadiem Ngaku Tak Untung Sepeserpun, Mahfud MD: Korupsi Tak Harus Terima Uang

Nadiem Ngaku Tak Untung Sepeserpun, Mahfud MD: Korupsi Tak Harus Terima Uang

News | Senin, 19 Januari 2026 | 07:15 WIB

Mahfud MD Soroti Sidang Nadiem: Tidak Fair Terdakwa Belum Terima Audit BPKP

Mahfud MD Soroti Sidang Nadiem: Tidak Fair Terdakwa Belum Terima Audit BPKP

News | Senin, 19 Januari 2026 | 06:54 WIB

Gus Yahya Persilakan KPK Periksa Semua Kader NU yang Terseret Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut

Gus Yahya Persilakan KPK Periksa Semua Kader NU yang Terseret Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:21 WIB

Pasang Badan, Gus Yahya Jamin Tak Ada Sepeser Pun Dana Korupsi Haji Masuk Kas PBNU

Pasang Badan, Gus Yahya Jamin Tak Ada Sepeser Pun Dana Korupsi Haji Masuk Kas PBNU

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:19 WIB

Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang

Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:42 WIB

KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:28 WIB

7 Fakta Ketua PBNU Diduga Terima Duit Haram Korupsi Kuota Haji

7 Fakta Ketua PBNU Diduga Terima Duit Haram Korupsi Kuota Haji

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Batam | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:41 WIB

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×