Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia

M Nurhadi

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:30 WIB
Indonesia Semakin Dekat Garap Proyek Nuklir Bareng Rusia
BRIN mengatakan perlu komitmen pemerintah untuk kembangkan PLTN di Indonesia. Foto: Inti nuklir di dalam kolam reaktor riset nuklir di reaktor serba guna G.A. Siwabessy milik Batan, Puspiptek, Tangerang Selatan, Banten. [Antara]
baca 10 detik
  • Rusia menegaskan keseriusan menjadi mitra strategis pembangunan PLTN Indonesia sejalan target 2032.
  • Rusia menawarkan teknologi nuklir SMR dan PLTN terapung untuk menopang ketahanan energi nasional.
  • Indonesia menimbang tawaran Rusia bersamaan studi kelayakan SMR yang didukung Amerika Serikat.

Suara.com - Pemerintah Rusia melalui Duta Besarnya untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, kembali menyatakan keseriusannya untuk menjadi mitra strategis dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di tanah air.

Langkah ini selaras dengan ambisi pemerintah Indonesia yang menargetkan pengoperasian perdana PLTN pada tahun 2032 demi menekan konsumsi batu bara.

Sinyal kerja sama ini sebelumnya telah menguat saat pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Kremlin bulan lalu.

Dalam diskusi tersebut, Putin secara terbuka menawarkan teknologi nuklir Rusia sebagai instrumen vital bagi ketahanan energi jangka panjang Indonesia.

Tawaran ini sendiri cukup menjanjikan, sementara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto kini condong berada di poros tengah antara AS dan Rusia.

Seperti yang diwartawakan sebelumnya, beberapa hari lalu, Prabowo menyetujui usulan Presiden AS, Donald Trump terkait Dewan Perdamaian.

Rusia Tegaskan Komitmen

Menjawab keraguan publik terkait faktor keamanan pasca-insiden Fukushima, Dubes Tolchenov menegaskan bahwa standar teknologi Rusia saat ini telah melampaui fase evolusi keamanan yang ketat.

Rusia menawarkan dua solusi teknologi yang dianggap sangat relevan dengan karakteristik geografis Indonesia:

baca juga
  1. Reaktor Modular Kecil (SMR): Reaktor dengan skala lebih kecil yang lebih fleksibel dalam penempatan.
  2. PLTN Terapung: Teknologi praktis yang dapat dikirim ke wilayah pelosok kepulauan yang sulit dijangkau oleh infrastruktur listrik konvensional.

Sebagai bukti nyata, Rusia sukses mengoperasikan Akademik Lomonosov, yang merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung pertama di dunia.

Tolchenov menekankan bahwa ketersediaan energi yang masif dan stabil adalah pondasi utama jika Indonesia ingin merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Meski Rusia melalui perusahaan negara Rosatom gencar melakukan lobi, Indonesia tetap menjaga prinsip diplomasi yang terbuka.

Saat ini, pemerintah juga tengah menelaah hasil studi kelayakan yang didukung oleh Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa pihak Indonesia Power bersama perusahaan NuScale (AS) telah mengeksplorasi potensi pembangunan SMR di Kalimantan Barat.

Proyek ini melibatkan konsorsium internasional yang mencakup raksasa konstruksi Fluor dari AS serta JGC dari Jepang.

Saat ini, kepastian arah kebijakan nuklir nasional berada pada keputusan pemerintah terkait penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (Nuclear Energy Program Implementing Organization).

Transisi Energi dan Komitmen Net Zero Emission

Wacana nuklir di Indonesia yang telah ada sejak era 1950-an kini mendapatkan momentum baru berkat komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060.

Sebagai sumber energi baseload, nuklir dipandang unggul karena sifatnya yang stabil dan tidak bergantung pada cuaca, berbeda dengan energi surya atau angin yang bersifat fluktuatif (intermittent).

Secara geopolitik, persaingan antara Rosatom yang memiliki rekam jejak operasional panjang dan NuScale yang menawarkan inovasi modular terbaru menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam menentukan arah transisi energi bersih di Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ASEAN Para Games 2025: Indonesia Sudah Dapatkan 102 Emas, Masih Akan Bertambah Lagi

ASEAN Para Games 2025: Indonesia Sudah Dapatkan 102 Emas, Masih Akan Bertambah Lagi

Sport | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:17 WIB

Deco Semringah Barcelona Sukses Salip AC Milan Dapatkan Bek Keturunan Indonesia Juwensley Onstein

Deco Semringah Barcelona Sukses Salip AC Milan Dapatkan Bek Keturunan Indonesia Juwensley Onstein

Bola | Minggu, 25 Januari 2026 | 09:54 WIB

Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI

Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI

News | Minggu, 25 Januari 2026 | 10:20 WIB

Terkini

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Taktik Jitu STY, Masuk dari Bangku Cadangan Rizky Ridho Buat Persija Menang Comeback Atas Persik

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Siap Jalankan Penugasan Pemerintah untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Kementerian PU Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Sumbar | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

Mendikdasmen Ungkap 3 Pelaku Dominan Perundungan di Sekolah, Guru Salah Satunya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Tren Warna Rambut 2027: Terinspirasi Warna Alam, dari Ungu hingga Oranye

Tren Warna Rambut 2027: Terinspirasi Warna Alam, dari Ungu hingga Oranye

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:49 WIB

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:34 WIB

×