Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera

Senin, 26 Januari 2026 | 18:34 WIB
Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti posisi pati ubi kayu yang sudah menguasai pasar dalam negeri, tetapi belum sepenuhnya mampu membuat industri lepas dari ketergantungan impor. Foto Fakhri-Suara.com
Baca 10 detik
  • Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Instruksi Menteri sebagai dasar program pemulihan IKM terdampak bencana di Sumatera.
  • Data per 23 Januari menunjukkan 2.826 IKM terdampak, terbesar di Aceh (1.960 unit), dominan sektor pangan dan furnitur.
  • Pemulihan IKM mencakup dua tahap hingga 2026, fokus pada bantuan mesin dan peralatan dengan estimasi total anggaran Rp 318 miliar.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, memaparkan langkah pemerintah dalam memulihkan industri kecil menengah (IKM) yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Program tersebut disiapkan untuk mempercepat kebangkitan ekonomi daerah pascabencana.

Agus menyebut, Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Instruksi Menteri sebagai dasar program pemulihan industri kecil di daerah terdampak bencana.

"Sebetulnya, Pimpinan dan Anggota Komisi VII yang terhormat, kami di Kemenperin sudah menerbitkan apa yang disebut dengan Instruksi Menteri," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (26/1/2026).

Industri Kecil Menengah (IKM) Sang Alam Art binaan Indocement Tbk, telah berhasil membuat dunia (Andi/Suara.com)
Industri Kecil Menengah (IKM) Sang Alam Art binaan Indocement Tbk, telah berhasil membuat dunia (Andi/Suara.com)

Ia menjelaskan, Instruksi Menteri 01/2026 tentang Pemulihan Industri Kecil di Daerah Terdampak Bencana bahkan telah terbit lebih dulu dibanding Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satgas Pemulihan Bencana.

"Maka ketika Keppres terbit, program yang sudah digariskan dalam Instruksi Menteri itu kita akan, kita akan integrasikan, ya kita akan integrasikan dalam program besar yang dikoordinasi oleh Satgas Pemulihan Bencana," ucapnya.

Dalam paparannya, Agus menyampaikan data rekapitulasi per 23 Januari menunjukkan terdapat 2.826 IKM terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera.

Menperin merinci, konsentrasi terbesar IKM terdampak berada di Provinsi Aceh dengan 1.960 IKM.

"Dengan konsentrasi terbesar di Provinsi Aceh 1.960 industri kecil menengah, Sumatera Barat 647 industri kecil menengah, dan Sumatera Utara 217 industri kecil menengah," ujarnya.

Agus menambahkan, berdasarkan subsektor, IKM terdampak didominasi sektor pangan, furnitur, dan bahan bangunan sebanyak 1.706 unit. Lalu sektor kimia, sandang, dan kerajinan sebanyak 699 unit.

Baca Juga: Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang

"Serta logam, mesin, dan aneka sebanyak 408 unit, dan sektor jasa sebanyak 11 unit," ucapnya.

Ia menilai kondisi tersebut menegaskan dampak bencana paling besar terjadi pada sektor-sektor berbasis kebutuhan dasar dan aktivitas produksi lokal.

Menurutnya, rencana pemulihan industri kecil pascabencana disusun melalui dua pendekatan. Yakni berbasis sentra IKM melalui Rumah Produksi Bersama, serta berbasis unit usaha melalui fasilitasi langsung kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Industri Kecil.

Program pemulihan tersebut akan difokuskan pada bantuan mesin dan peralatan sederhana, layanan produksi sementara, koordinasi lintas kementerian/lembaga, hingga pemenuhan kebutuhan pendukung seperti bahan baku, akses pasar, dan pembiayaan.

Kemenperin juga menyiapkan skema Restart Industri Kecil Pascabencana yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada Januari hingga Februari 2026 melalui bantuan cepat lewat KUB.

"Yaitu tahap pertama, Januari sampai Februari 2026, itu kami fokuskan pada pemberian bantuan cepat melalui KUB untuk bisa memungkinkan atau memastikan membantu industri kecil segera memulai kembali kegiatan usahanya," kata Agus.

Sementara tahap kedua berlangsung sepanjang 2026 dengan mekanisme pengajuan proposal dari calon penerima bantuan.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan awal, Agus menyebut jumlah industri kecil terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar tercatat 2.824 unit. Jika kebutuhan rata-rata Rp35 juta per unit, maka kebutuhan anggaran untuk bantuan mesin dan peralatan diperkirakan mencapai Rp 98,84 miliar.

Agus menambahkan, selain bantuan mesin dan peralatan, terdapat program lain yang akan dimasukkan dalam skema Restart IKM. Sehingga total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 318 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI