Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 27 Januari 2026 | 16:31 WIB
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa [Antara/Aditya Pradana Putra]
  • RI butuh utang Rp1.650 T pada 2026 demi tutup defisit dan utang jatuh tempo.
  • Jatuh tempo utang memendek ke 7,7 tahun, picu risiko biaya bunga tinggi.
  • Daya serap bank dan BI mulai jenuh, sementara minat ritel ke SBN masih rendah.

Suara.com - Kementerian Keuangan diprediksi bakal mengarungi ombak fiskal yang sangat turbulen pada tahun 2026. Meski dokumen RAPBN mencatat target pembiayaan utang neto sebesar Rp832,21 triliun, angka tersebut hanyalah "puncak gunung es".

Realitas di lapangan menunjukkan kebutuhan penarikan utang bruto yang jauh lebih masif yakni mencapai Rp1.650 triliun.

Lonjakan kebutuhan ini bukan sekadar untuk menambal defisit anggaran, melainkan untuk melunasi pokok utang lama yang jatuh tempo. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun tengah menghadapi tantangan fiskal yang begitu berat.

Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky, memperingatkan bahwa pemerintah kini berada di persimpangan jalan yang berbahaya. "Pemerintah butuh sekitar Rp1.650 triliun dan sedang berisiko tidak memperoleh sebesar itu," tegasnya dalam analisis terbaru.

Persoalan utama bukan sekadar nominal, melainkan menyusutnya napas utang negara. Rata-rata waktu jatuh tempo (Average Time to Maturity/ATM) terus memendek secara konsisten, dari 9,73 tahun pada 2014 menjadi hanya 7,7 tahun pada proyeksi 2026. Kondisi ini memicu refinancing risk risiko kegagalan mencari pinjaman baru untuk membayar utang lama, atau terjebak dalam bunga tinggi saat melakukan pembiayaan kembali.

Di pasar surat utang, angin segar dari investor asing pun tak kunjung datang. Mereka terpantau masih dalam posisi wait and see, skeptis terhadap disiplin fiskal domestik. Sementara itu, "benteng" domestik mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Bank Indonesia dan perbankan nasional sudah memegang porsi Surat Berharga Negara (SBN) yang sangat signifikan, masing-masing mencapai 24,81% dan 20,22%.

Harapan pada investor ritel pun tampak layu. SBN ritel hanya menyumbang 8,09% dari total kepemilikan. Masyarakat kelas menengah ke atas dilaporkan lebih memilih memarkir dananya di aset aman seperti emas dan valuta asing ketimbang surat utang negara.

Dengan skala dampak dan kemungkinan terjadinya risiko yang dipatok pada level 4 (Tinggi/Sangat Mungkin), pemerintah dituntut melakukan manuver luar biasa. Tanpa disiplin fiskal yang ketat dan kemampuan meyakinkan pasar global, target Rp1.650 triliun tersebut bisa menjadi lubang hitam yang mengancam stabilitas ekonomi nasional di tahun 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Mau Tambah Bandwidth Coretax Jelang Deadline SPT Tahunan

Purbaya Mau Tambah Bandwidth Coretax Jelang Deadline SPT Tahunan

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:46 WIB

Harapan Purbaya ke Ponakan Prabowo Setelah Resmi Masuk BI, Bantah Fiskal Kuasai Moneter

Harapan Purbaya ke Ponakan Prabowo Setelah Resmi Masuk BI, Bantah Fiskal Kuasai Moneter

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Cuek soal Peringatan Noel: Gue Enggak Terima Duit, Gaji Gue Gede!

Purbaya Cuek soal Peringatan Noel: Gue Enggak Terima Duit, Gaji Gue Gede!

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 10:37 WIB

Terkini

Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?

Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:09 WIB

Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat

Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:49 WIB

Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite

Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:35 WIB

Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:34 WIB

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:14 WIB

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:10 WIB

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:01 WIB

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:42 WIB

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:06 WIB